Treatment double eyelid atau lipatan mata ganda menjadi salah satu tindakan estetika yang semakin populer.
"Tujuannya bukan semata-mata untuk mengikuti tren, tetapi lebih kepada mempertegas bentuk mata agar terlihat lebih terbuka dan ekspresif,” tambahnya.
Dengan meningkatnya kesadaran akan kesehatan dan penampilan, serta hadirnya fasilitas lokal yang sudah setara internasional, masyarakat Indonesia kini tidak perlu lagi melihat ke luar negeri untuk solusi estetika.
Kehadiran klinik seperti InstaGlam menjadi bukti bahwa kualitas perawatan, khususnya tanam rambut, eye fat removal, hingga double eyelid, kini bisa diakses lebih dekat, aman, dan terjangkau.
Keuntungan Melakukan Perawatan Estetika di Dalam Negeri
Inilah beberapa keuntungan atau kelebihan memilih perawatan estetika di dalam negeri:
1. Efisiensi Biaya: Biaya perawatan di Indonesia bisa 30–50% lebih murah dibandingkan di luar negeri, tanpa mengurangi kualitas layanan.
2. Akses Mudah: Konsultasi lanjutan, kontrol pasca operasi, dan perawatan tambahan bisa dilakukan dengan lebih mudah tanpa harus bolak-balik ke luar negeri.
3. Tenaga Profesional Bersertifikasi: Banyak dokter dan tenaga medis yang sudah mendapatkan pelatihan dan sertifikasi internasional.
Baca Juga: 8 Tanda Skincare Tidak Cocok di Kulit, Segera Hentikan Pemakaian!
4. Teknologi Terkini: Klinik-klinik modern di Indonesia sudah dilengkapi alat canggih, mulai dari robot implan rambut hingga laser presisi tinggi untuk mata.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Ahli UMJ Sebut Penggeledahan Rumah Febrie di Sentul Tetap Sah, Wilayah Hukum Bukan Penghalang
-
Aging Population dan Gen Z yang Terjepit Generasi Sandwich
-
Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Nabire, Dua Pesawat Batal Beroperasi
-
Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani Raih Gelar Doktor dari Universitas Indonesia
-
Kalimantan Membara, Ridwan Andi Wittiri Desak Evaluasi Total Karhutla: Ini Soal Nyawa Rakyat
-
Viral Kuskus Waigeo di Atas Pohon Tumbang: Saat Hutan Habitat Satwa Endemik Papua Menyusut
-
Bung Ropan Ubah Pernyataan soal Rizky Ridho, Peluang ke Timnas Indonesia Masih Terbuka
-
Sempat Ingin Berhenti demi Orang Tua, Kasman Kini Jadi Jembatan Bahasa di Industri Nikel Obi
-
Siapkan 1.000 Pengacara dan Digitalisasi Data, PPP Mulai Panaskan Mesin Hadapi Pemilu 2029
-
Hadirkan CFX Cryptalk dan CFX Seaside Mixer, Ekosistem CFXM Dorong Sinergi Industri Aset Digital