- Mardiono memimpin Rakornas Bidang Hukum nasional di Jakarta pada Jumat 21 Agustus 2026.
- Agenda utama kegiatan ini mencakup penguatan struktur partai, percepatan sistem IT digital, serta peningkatan advokasi hukum pemilu.
- Langkah transformasi besar-besaran tersebut bertujuan mengamankan setiap data suara rakyat secara akurat demi menghadapi Pemilu 2029.
Suara.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mulai memanaskan mesin partai untuk menyongsong Pemilu 2029 dengan menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Hukum.
Kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan tim advokasi dari 38 provinsi di seluruh Indonesia ini mengusung tema “Peran Strategis Pengacara PPP dalam Mengawal Demokrasi Pelaksanaan Pemilu 2029.”
Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transformasi besar-besaran yang dilakukan partai.
Mardiono menekankan, bahwa pengalaman dari pemilu sebelumnya menjadi dasar penting untuk memperkuat sistem advokasi dan data partai.
“Pemilu 2024 memberikan pelajaran penting bahwa kekuatan politik tidak hanya ditentukan oleh kerja politik di lapangan, tetapi juga oleh kekuatan struktur organisasi, kualitas sistem informasi, serta kemampuan mengamankan dan mempertanggungjawabkan setiap data dan bukti secara hukum,” ujar Mardiono dikutip dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026).
Dalam konsolidasi ini, Mardiono memaparkan tiga agenda utama pembenahan PPP.
Pertama adalah penguatan struktur dari pusat hingga ranting sebagai sistem deteksi dini.
Kedua, percepatan digitalisasi sistem IT agar setiap suara dapat dipantau secara akurat.
"Ke depan, setiap informasi dari bawah harus dapat diterima dengan cepat, aman, dan terdokumentasi. Setiap suara harus memiliki jejak data,” tegas Mardiono.
Baca Juga: Surya Paloh Pasang Target Tinggi: Yakin Nasdem Bakal Naik di Pemilu 2029
Agenda ketiga adalah penguatan advokasi hukum dan pengamanan bukti sejak awal tahapan pemilu. Hal ini berkaca pada evaluasi hasil Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) 2024 di Mahkamah Konstitusi, di mana PPP mendalilkan adanya selisih suara yang sangat krusial.
"Jangan sampai kita mengetahui ada persoalan setelah semuanya selesai, sementara bukti di tingkat TPS tidak lengkap atau tidak terdokumentasi dengan baik. Ke depan, setiap suara harus memiliki jejak data dan setiap persoalan harus memiliki bukti,” kata Mardiono.
Untuk mendukung target tersebut, PPP telah membentuk sejumlah perangkat nasional, mulai dari Bappilu, Badan IT, hingga Tim Advokasi Nasional yang diperkuat oleh lebih dari 1.000 praktisi hukum.
Mardiono mengingatkan bahwa sinergi antara kecepatan kerja dan ketersediaan data adalah kunci kemenangan di masa depan.
“Politik hari ini membutuhkan kecepatan, tetapi kecepatan tanpa data akan menghasilkan kesalahan. Data tanpa sistem akan tercecer. Sistem tanpa sumber daya manusia tidak akan berjalan. Karena itu, semuanya harus dibangun secara bersamaan,” ujarnya.
Melalui Rakornas ini, PPP menegaskan komitmennya untuk bertransformasi menjadi partai modern yang profesional, transparan, dan akuntabel guna memastikan setiap amanah rakyat yang diberikan di TPS dapat dipertanggungjawabkan secara digital maupun hukum.
Berita Terkait
-
Siapkah Indonesia Terapkan E-Voting di Pemilu 2029? Ini Syarat Mutlak dari Komisi II DPR RI
-
Kaesang Masuk 'Kandang Banteng' di 2029: Siapa Lebih Kuat, Figur Jokowi atau Mesin PDIP?
-
Surya Paloh Pasang Target Tinggi: Yakin Nasdem Bakal Naik di Pemilu 2029
-
Putri Pahlawan Nasional Pimpin WPP PPP, Dewi Arimbi Siap Tempur di Pemilu 2029
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Hadirkan CFX Cryptalk dan CFX Seaside Mixer, Ekosistem CFXM Dorong Sinergi Industri Aset Digital
-
Seorang Relawan Gempa Flores Dikabarkan Gugur saat Bantu Korban Bencana
-
Saat Membeli Rumah, Mengapa Jejak Karbon Sering Tak Jadi Pertimbangan?
-
Gelar Serpong Warrior Challenge Run 2026, BRI Buka Promo Diskon Tiket 50 Persen di BRImo
-
Soal Karhutla, PKB Sentil Menhut: Jangan Cuma 'Cosplay Damkar'
-
APBD DKI 2026 Turun ke Rp79,59 Triliun, DPRD Jakarta Janji Bansos dan Sekolah Tetap Aman
-
HONOR Tour Hadir di Yogyakarta, Sasar Kebutuhan Teknologi Pelajar dan Mahasiswa
-
Bukit Premium Pasuruan: Negeri di Atas Awan Dekat Bromo yang Bikin Betah
-
IHSG Bertahan di Level 6.500, BUMI dan BBRI Diburu Investor
-
Muncul Gerakan 'Gerbang Toll PBNU', Serukan Tolak LPJ di Muktamar ke-35 NU