Angel Planells juga menerangkan bahwa kafein bisa meningkatkan keteraturan buang air besar, termasuk meningkatkan risiko diare yang menjadi gejala utama sindrom usus besar.
5. Orang dengan Gangguan Kecemasan
Seorang ahli diet dan konsultan nutrisi, Kelli McGrane MS, RD menjelaskan apabila kafein merupakan stimulan yang bisa memperburuk kecemasan pada beberapa orang.
Jika kamu mengalami gangguan kecemasan, hindari konsumsi kopi. Penelitian dari General Hospital Psychiatry juga menemukan kadar kafein yang tinggi berpotensi memicu serangan panik.
6. Penderita Gangguan Tidur
Kebiasaan minum kopi dapat memperparah siklus kurang tidur dan memicu kelelahan. Menurut rekomendasi Sleep Foundation, hindari kafein setidaknya enam jam sebelum tidur.
Studi dari Journal of Clinical Sleep Medicine menemukan bahwa kafein yang dikonsumsi enam jam sebelum tidur dapat mengganggu pola tidur. Meskipun kamu tidak minum kafein sebanyak itu, tetapi penting untuk diingat bahwa kafein menjadi faktor utama yang memengaruhi tidurmu.
7. Penderita Epilepsi
Angel Planells menjelaskan konsumsi kopi yang berlebihan dapat dikaitkan dengan peningkatan frekuensi kejang. Kendati demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut.
Baca Juga: Waspada! 4 Minuman Populer Ini Diam-Diam Tingkatkan Risiko Diabetes
Pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan ahli saraf mengenai asupan kafein apabila anda menderita epilepsi.
8. Penderita GERD
Kafein dari kopi dapat melonggarkan sfingter esofagus bagian bawah yang merupakan katup antara esofagus dan lambung. Hal ini bisa menyebabkan asam lambung masuk ke esofagus sehingga menimbulkan gejala GERD yang tidak nyaman.
9. Anak-anak di Bawah 12 Tahun
Kafein bisa menimbulkan efek samping yang serius untuk anak-anak. Terlalu banyak kafein bisa menyebabkan peningkatan denyut jantung, meningkatkan rasa cemas, sulit konsentrasi, dan sakit perut pada anak-anak.
Kopi juga dapat menutup rasa lapar sehingga balita mungkin tidak bisa mendapatkan nutrisi yang mereka butuhkan untuk tumbuh dan berkembang. Kopi juga bisa merusak email gigi dan meningkatkan risiko gigi berlubang.
10. Penderita Penyakit Jantung
Ahli diet Kelli McGrane MS, RD juga menjelaskan kopi dapat menyebabkan peningkatan sementara pada tekanan darah dan detak jantung bagi para penderita penyakit jantung.
Penelitian dalam American Journal of Clinical Nutrituion menjelaskan ada potensi lonjakan tekanan darah jangka pendek ketike mengonsumsi kafein.
11. Orang yang Sakit Diare
Sebagian orang percaya bahwa minum secangkir kopi di pagi hari bisa melancarkan buang air besar.
Seorang ahli diet, Sue Heikkinen, MS, RD mengatakan bahwa efek ini tentu sangat mengganggu jika kamu sedang diare. Kopi tanpa kafein mungkin tidak terlalu bermasalah meskipun cairan secara umum bisa merangsang buang air besar.
12. Orang dengan Kantung Kemih Aktif
Orang dengan kantung kemih aktif disarankan untuk mengindari minum kopi. Ahli diet MyNetDiary, Sue Heikkinen menjelaskan, asupan kafein dapat meningkatkan frekuensi dan urgensi buang air kecil.
Sebaiknya, hindari minum kopi, terutama saat perjalanan jauh dan waktu istirahat ke kamar kecil sangat terbatas.
Berita Terkait
-
Sederet Manfaat Masker Kopi untuk Wajah, Lancarkan Aliran Darah Bikin Kulit Cerah
-
Waspada! 4 Minuman Populer Ini Diam-Diam Tingkatkan Risiko Diabetes
-
5 Rekomendasi Kafe Hits di Madiun yang Cocok Buat Nugas, Super Nyaman!
-
Lindungi Senyummu! 4 Tips Minum Kopi tanpa Sebabkan Gigi Kuning dan Rusak
-
Nongkrong di Warkop? Jangan Lupa Cek Link DANA Kaget, Siapa Tahu Dapat Rp500 Ribu
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Tembus Angka Miliaran, Pameran HUT ke-81 Jateng Bawa UMKM Lokal 'Go International' hingga Malaysia!
-
Hampir Seabad, Masjid Jami' Al-Khotib Gurah Masih Menyimpan Jejak Kolonial
-
Harga Daging Ayam Melonjak Drastis, Pemkot Pekanbaru: Masih di Bawah HAP
-
Penjelasan Kemenko Perekonomian Soal Emas 1.800 Ton Milik Masyarakat Indonesia
-
Di Hari Jadi Ke-81 Jateng, Gubernur Luthfi Serukan Kebersamaan dalam Membangun Daerah
-
Mahasiswa PPG Unisri Solo Edukasi Karang Taruna soal 3A dan Latih Kreativitas Ecoprint
-
Manga Survival Leviathan Dapat Adaptasi Live Action, Tayang Februari 2027
-
Review Film Back to the 90s: Sensasi Nostalgia Era Boyband yang Penuh Warna
-
BPBD Kota Samarinda Petakan Kawasan Rawan Kabut Asap Dampak Karhutla
-
Kabut Asap, Dinas Kesehatan Riau Siapkan 18 Ribu Masker untuk Pelalawan