Suara.com - Di tengah gaya hidup modern, berbagai minuman kekinian kerap menjadi pilihan banyak orang untuk menyegarkan diri. Namun, tahukah Anda bahwa beberapa di antaranya dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2?
Padahal minuman-minuman ini banyak dijumpai di toko maupun kafe. Selain rasanya enak, populer dan mudah ditemukan, minuman-minuman ini juga termasuk ramah di kantong sehingga membuat masyarakat mudah memilihnya.
Sayangnga, kandungan gula tinggi dan bahan tambahan lainnya dalam minuman tersebut dapat memicu lonjakan kadar gula darah dan resistensi insulin. Tentu sajanhal ini berdampak tidak baik buat tubuh, apalagi jika mengonsumsinya secara berlebihan.
Berikut empat jenis minuman yang sebaiknya dibatasi konsumsinya:
1. Kopi Campuran dengan Krim dan Sirup
Minuman kopi dengan tambahan krim kocok dan sirup rasa memang menggoda selera. Namun, satu cangkir minuman ini bisa mengandung hingga 300-400 kalori, sebagian besar berasal dari gula tambahan. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan metabolisme, termasuk diabetes.
Alternatif sehat: Pilihlah kopi seduh dingin (cold brew), Americano, atau kopi dengan susu nabati tanpa pemanis. Minuman ini tetap memberikan cita rasa kopi tanpa tambahan gula berlebih.
2. Minuman Bersoda
Minuman bersoda sering menjadi pilihan saat cuaca panas atau sebagai pendamping makanan cepat saji. Sayangnya, satu kaleng soda biasa dapat mengandung lebih dari batas harian gula yang disarankan oleh American Heart Association.
Baca Juga: 7 Ciri Diabetes yang Bisa Terdeteksi Lewat Mata, Wajib Tahu!
Lonjakan kadar gula darah akibat konsumsi soda dapat membebani sistem insulin dan meningkatkan risiko resistensi insulin.
Alternatif sehat: Coba air lemon tanpa pemanis, air kelapa (secukupnya), atau air beraroma alami dengan tambahan mentimun atau daun mint. Minuman ini membantu menghidrasi tubuh tanpa meningkatkan kadar gula darah secara signifikan.
3. Minuman dengan Pemanis Buatan
Soda diet dan jus buah kemasan sering dipasarkan sebagai pilihan lebih sehat karena rendah gula. Namun, minuman ini mengandung pemanis buatan seperti aspartam yang dapat memengaruhi respons metabolisme tubuh.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemanis buatan dapat meningkatkan resistensi insulin dan lonjakan gula darah, yang berkontribusi pada risiko diabetes jangka panjang.
Alternatif sehat : Air soda tawar dengan perasan lemon atau teh herbal seperti teh kembang sepatu dan teh hijau tanpa gula dapat menjadi pilihan yang menyegarkan dan lebih aman bagi kadar gula darah.
4. Minuman Berenergi
Minuman berenergi populer di kalangan anak muda karena klaimnya yang dapat meningkatkan stamina. Namun, minuman ini sering mengandung gula dan kafein dalam dosis tinggi. Kombinasi ini dapat menyebabkan fluktuasi glukosa darah yang cepat dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2.
Alternatif sehat: Infused water dengan tambahan buah-buahan segar atau teh herbal tanpa gula dapat memberikan kesegaran alami tanpa risiko lonjakan gula darah.
Mengurangi konsumsi minuman tinggi gula dan memilih alternatif yang lebih sehat dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Dengan pilihan yang tepat, Anda tetap bisa menikmati minuman menyegarkan tanpa mengorbankan kesehatan.
Kenali Awal Diabetes
Gejala awal diabetes seperti sering haus, sering buang air kecil, mudah lelah, dan luka yang sulit sembuh sering kali diabaikan. Padahal, dengan pola makan dan minum yang lebih sehat, kamu bisa menurunkan risiko terkena penyakit ini.
Mulailah dengan kebiasaan kecil: kurangi minuman manis, perbanyak air putih, dan imbangi dengan olahraga ringan. Ingat, tidak semua yang enak baik untuk tubuh. Bijak memilih minuman bisa jadi langkah awal menuju hidup yang lebih sehat dan bebas diabetes.
Berita Terkait
-
7 Ciri Diabetes yang Bisa Terdeteksi Lewat Mata, Wajib Tahu!
-
Point Coffee Lagi Bagi-Bagi Diskon! Caramel Macchiato 1 Liter Cuma Segini
-
5 Rekomendasi Kafe Hits di Madiun yang Cocok Buat Nugas, Super Nyaman!
-
7 Rekomendasi Minuman Herbal Alami, Dipercaya Ampuh Detoks Paru-Paru
-
Menguak Makna 'Maharatu' dalam Film Pabrik Gula, Selalu Perempuan Kah?
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
Terkini
-
Mau Mudik Gratis Lebaran 2026? Indogrosir Bagi-Bagi 700 Kursi Bus, Banyak Bonus
-
5 Rekomendasi Cushion yang Tahan 12 Jam: High Coverage, Make Up Awet Seharian
-
Cara Lapor setelah Mengalami Pelecehan Seksual ke SAPA 129, Jangan Diam dan Menyalahkan Diri
-
Mengenal Tradisi Nyekar dalam Pandangan Islam dan Makna Filosofis di Balik Tabur Bunga
-
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
-
Apa Manfaat Air Mawar untuk Kecantikan? Ini 5 Pilihan Murah di Bawah Rp20 Ribu
-
3 Pilihan Toner Wardah untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Bantu Atasi Tanda Penuaan
-
Nivea Hijab Run 2026: Ajang Lari Unik yang Mendorong Perempuan Berani Melangkah Penuh Percaya Diri
-
5 Perbedaan Cushion dan Foundation, Mana yang Paling Cocok untuk Kulitmu?
-
Bukan Hanya Akademik! Inilah Cara Sekolah Siapkan Pemimpin Masa Depan Lewat Simulasi Sidang PBB