Suara.com - Konflik berkepanjangan di Kolombia membuat kota Mesetas hampir runtuh dan hancur. Namun penduduk sekitar berhasil bangkit dengan memajukan ekowisata yang berkembang pesat.
Terletak di tengah-tengah ekosistem pegunungan Andes dan hutan Amazon, Mesetas memiliki keanekaragaman hayati yang memukau. Sayangnya, penduduk sekitar tidak memahami betapa mengagumkan flora dan fauna yang ada di sekitar mereka.
Mesetas menjadi sasaran runtin operasi militer akibat konflik di Kolombia, yang menewaskan lebih dari 500 ribu orang. Kedamaian tercipta setelah Presiden Gustavo Petro menandatangani perjanjian dengan kelompok pemberontak di tahun 2016.
"Kami tidak mensyukuri keindahan alam di sekitar, bahkan tidak percaya ada yang mau datang berlibur ke sini. Sampai pada akhirnya, kami menyadarai air terjun dan pemandangan memukai yang dicari banya orang," kata William Rodriguez, seorang petani sekaligus pegiat ekowisata Mesetas, dilansir Guardian, Selasa (20/5/2025).
Lembah Sungai Guejar, air terjun Telares, juga air terjun Charco Azul menjadi destinasi favorit wisatawan. Bukan hanya pemandangan memukau, kawasan tersebut juga memiliki populasi hewan endemik seperti Yurumi (pemakan semut raksasa), burung Motmot Amazon, dan kucing hutan Andes (oselot).
Pariwisata Meningkat, Pembalakan Hutan Turun
Salah satu dampak positif meningkatnya minat terhadap ekowisata di Mesetas adalah penurunan jumlah pembalakan hutan liar yang terjadi. Laporan dari Taman Nasional Sierra de la Macarena menyebut hal ini terjadi karena masyarakat lebih menghargai lingkungan yang bisa mendatangkan pemasukan ekonomi.
Salah satu program yang dijalankan adalah penanaman kembali pohon oleh 40 keluarga, dengan satu keluarga bertanggung jawab terhadap penghijauan satu hektar lahan. Tanaman-tanaman yang ditanam merupakan tanaman lokal seperti Caesalpinia pluviosa, Tabebuia rosea, dan Cedrela odorata yang biasa tumbuh di pinggir sungai.
Salah satu warga yang ikut berpartisipasi, Omaira Achury mengatakan inisiatif ini datang dari UNDP. Ia bahkan merelakan sebagian lahan miliknya untuk dikembalikan sebagai hutan. Lahan ini sebelumnya berfungsi sebagai kandang ternak sapi miliknya.
Baca Juga: Pantai Tablolong, Wisata Populer dengan Ciri Khas Lopo Unik di Kupang
"Sekarang kami sudah mulai menyayangi alam. Sebelumnya, orang akan berpikir tentang berapa keuntungan yang didapat setelah memotong pohon dan menjual kayu. Sekarang kami membayar kesalahan itu. Kami mengembalikan hutan ke fungsinya, dan turis-turis menyukai itu," katanya.
Program yang ada pun bukan hanya menanam pohon, tapi juga pelepas liaran burung-burung yang nantinya juga akan dibuat peta sebarannya.
Argenis Buendia dari Catypsa, mengatakan ada lebih dari 800 spesies burung yang kini hidup di hutan sekitar Mesetas. Tak ayal, kegiatan memantau burung menjadi salah satu jenis wisata yang populer.
"Sebelumnya kami tidak tahu pentingnya burung-burung dan binatang. Sekarang, kami mulai menjaganya dan memerhatikan alam," terangnya.
Mengenal Lebih Jauh Ekowisata
Ekowisata adalah cara berlibur yang fokus pada pelestarian alam dan pemberdayaan masyarakat lokal. Jadi bukan cuma soal menikmati pemandangan, tapi juga tentang berkontribusi menjaga lingkungan dan budaya setempat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Mimpi Bertemu Orang yang Sudah Meninggal Pertanda Apa? Ini Artinya
-
Viral Skincare Berlapis Bisa Rusak Skin Barrier, Kasus Kulit Sensitif Meningkat
-
7 Rekomendasi Sepatu Jalan Nyaman untuk Traveling Agar Kaki Tidak Pegal
-
4 Pilihan Sepatu Lari Diadora di Sports Station, Harga Diskon Cuma Rp300 Ribuan
-
Satwa Liar Muncul di Perkotaan, Benarkah Tanda Rusaknya Habitat Alami?
-
Cushion Make Over Tahan Berapa Lama? Ini Varian, Manfaat, dan Harganya
-
4 Doa Buka Puasa Arafah 9 Zulhijah Lengkap Tulisan Arab, Latin, dan Artinya
-
Cuma Sampai Magrib! Baca Zikir Singkat Ini di Hari Arafah, Amalannya Dipakai Para Nabi
-
3 Rekomendasi Pelembap Mengandung Zinc Oxide, Bisa Redakan Kemerahan hingga Kontrol Sebum
-
Bedak Dingin Fungsinya untuk Apa? Ini 3 Rekomendasi Produknya