Semuanya dimulai pada tahun 1997 ketika Caroline Scheufele bertemu Pierre Viot, yang saat itu menjadi direktur Cannes Film Festival. Caroline Scheufele diminta untuk mendesain ulang interpretasi baru dari trofi legendaris tersebut.
Sebagai pencinta film sejati, permintaan itu menjadi tantangan baru bagi Caroline Scheufele. Dengan penuh kreativitas, ia akhirnya memperkenalkan piala Palme d'Or hasil rancangannya pada dunia di Cannes Film Festival 1998.
Dengan lambang daun palma emas, Palme d'Or menjadi simbol cinta Chopard dengan Cannes Film Festival. Bagian daun palma terbuat dari 118 gram emas kuning dengan kadar 18 karat.
Pengrajin Chopard juga melengkapi piala Palme d'Or dengan bantal kristal batu mungil, bentuknya seperti berlian potongan zamrud. Fungsi batu kristal ini sebagai alas daun palem emas berdiri.
Pada Juli 2014, Chopard mengumumkan bahwa mereka memakai 100 persen ethical gold untuk membuat Palme d'Or. Ini menjadi sejarah baru Chopard untuk melakukan tanggungjawab ekologi. Mereka berharap gaya hidup mewah bisa tetap berlanjut dengan menghargai manusia dan alam.
Berita Terkait
-
Syahrini Pamer Lagi Privat Shopping Berlian, Netizen Julid ke Jempolnya
-
Dianggap Terlalu Vulgar, 7 Potret Busana Zhao Yingzi yang Membuatnya Diusir dari Cannes 2025
-
Aisyahrani Buktikan Syahrini Tak Pernah Pakai Filter di Instagram
-
Beda Banget! 3 Alasan Penampilan Syahrini di Cannes 2025 Jadi Sorotan Dunia Maya
-
Ditraktir Reino Barack, Syahrini Pamer Belanja Cincin Berlian 'Segede Rumah' di Cannes
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana
-
Ibu Makin Cermat Memilih Produk Perawatan Anak, Bukan Lagi Sekadar Soal Harga
-
Perkuat Keamanan Ruang Udara Obvitnas, Kilang Plaju Jalani Assessment AIP dan Supervisi SMP