Suara.com - Band rock asal Inggris, Coldplay, kembali menunjukkan komitmennya terhadap keberlanjutan dengan merilis ulang sembilan album mereka dalam format EcoRecord—piringan hitam inovatif yang dibuat dari plastik daur ulang.
Langkah ini menjadi bagian dari gerakan yang lebih luas untuk mengurangi dampak lingkungan dari industri musik, yang selama ini kerap mengandalkan material vinil konvensional dan proses produksi intensif energi.
Album dari Botol Plastik
EcoRecord merupakan piringan bening seberat 140 gram yang terbuat dari 100% polietilena tereftalat daur ulang (rPET). Setiap cakram mengandung material setara dengan sembilan botol plastik PET. Dibandingkan dengan vinil tradisional, teknologi injection-moulding ini mampu mengurangi emisi karbon hingga 85 persen.
“Peralihan ke EcoRecord LP untuk rilis mereka adalah bukti dari apa yang mungkin dicapai ketika inovasi bertemu dengan niat,” ujar Jen Ivory, Direktur Pelaksana Parlophone, label rekaman Coldplay, melansir ESG News, Sabtu (21/6/2025).
“Ini bukan hanya tentang produk baru, tetapi tentang merintis manufaktur yang secara signifikan mengurangi dampak lingkungan,” paparnya lagi.
Coldplay sebelumnya juga merilis album Moon Music (2024) dalam format ini, menjadikannya album pertama di dunia yang menggunakan EcoRecord rPET. Rilisan ulang ini menjadi kelanjutan dari komitmen jangka panjang band terhadap isu iklim.
Dari Tur Berkelanjutan hingga Format Ramah Lingkungan
Coldplay telah menempatkan isu keberlanjutan sebagai inti dari aktivitas panggung mereka. Tur dunia Music of the Spheres yang berlangsung selama dua tahun diklaim berhasil mengurangi emisi CO hingga 59 persen, melampaui target awal pengurangan 50 persen.
Baca Juga: Sabrina Carpenter Bersiap Rilis Album Baru 'Man's Best Friend' 9 Agustus
Langkah-langkah konkret tersebut antara lain penggunaan energi terbarukan selama konser, pembangkit tenaga sepeda di lokasi acara, dan skema penanaman pohon sebagai kompensasi karbon.
Coldplay bergabung dengan musisi lain seperti Massive Attack dan Billie Eilish, yang juga mulai mengeksplorasi format distribusi musik dan merchandise yang lebih ramah lingkungan.
Langkah Menuju Produksi Musik yang Lebih Berkelanjutan
Di balik lagu-lagu populer, industri musik menyisakan jejak karbon yang tak kecil. Namun, kabar baiknya, ada banyak cara agar musisi dan produser bisa membuat keputusan yang lebih ramah lingkungan. Melansir Unsustainable Magazine, berikut tujuh langkah yang bisa diterapkan oleh siapa pun, dari studio rumah hingga panggung dunia:
1. Gunakan Peralatan yang Ramah Lingkungan
Pilih peralatan audio yang menggunakan bahan daur ulang atau bersumber secara bertanggung jawab. Membeli alat musik bekas juga membantu mengurangi limbah dan memperpanjang umur barang elektronik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement