Suara.com - Feng Shui dikenal sebagai seni menata ruang dari Tiongkok yang digunakan untuk menciptakan keseimbangan dengan alam. Praktik ini biasanya mengatur tata letak tempat tidur, pintu, toilet, dan beragam hal di rumah atau kantor.
Tapi selain itu, Feng Shui juga mengatur perihal warna berbagai benda dalam kehidupan, mulai dari dompet hingga cat rumah. Ternyata menurut Feng Shui, ada beberapa warna cat rumah yang dianggap tidak baik.
Informasi itu disampaikan oleh Victor Cheung selaku praktisi Feng Shui tradisional sekaligus pendiri Feng Shui Nexus, Linda Berry selaku kosultan Feng Shui ternama dan astrologer, serta Matthias Dettmann selaku ahli Feng Shui.
Keduanya mengungkapkan ada beberapa warna yang dinilai membawa energi negatif ke dalam rumah. Di mana penggunaan warna-warna itu diyakini bisa membuat rezeki serta jodoh atau kehidupan rumah tangga jadi terganggu.
Lantas, apa saja warna cat rumah yang dianggap tidak baik menurut dua ahli Feng Shui tersebut? Merangkum laman Best Life, berikut penjelasan lengkapnya.
Warna yang Dianggap Tidak Baik Menurut Ahli Feng Shui
Menurut Victor Cheung, Linda Berry, dan Matthias Dettmann, berikut adalah warna cat rumah yang dianggap tidak baik beserta masing-masing alasannya. Yuk, simak agar tidak salah memilih cat rumah ke depannya.
1. Merah
Merah sering dianggap sebagai warna pembawa keberuntungan dalam berbagai hal. Tapi kalau berkaitan dengan cat rumah, Victor Cheung mengatakan bahwa sebaiknya warna ini dihindari karena dipercaya bisa merusak hubungan dan jodoh.
"Merah melambangkan 'api' dalam Lima Elemen Feng Shui. Walaupun itu bisa memunculkan cinta dan kasih sayang, tapi terlalu banyak warna merah bisa membuat kita kesal dan memicu pertengkaran dan efek negatif dalam hubungan dan jodoh," kata Victor Cheung, dilansir dari Best Life pada Minggu, 22 Juni 2025.
Baca Juga: 8 Varian Warna Honda Scoopy yang Stylish: Berkendara Makin Kece dan Jadi Pusat Perhatian
2. Hitam
Warna berikutnya yang sebaiknya dihindari adalah hitam. Menurut Victor Cheung, cat rumah warna hitam cenderung menguras energi penghuninya. Yang mana ini bisa mempengaruhi karier dan kekayaan.
"Hitam menyerap cahaya dan membuat ruangan tampak gelap, ini bisa menguras energi. Terlalu banyak warna ini akan menurunkan motivasi dan menguras energi seseorang, yang pada akhirnya bisa merusak karier dan kekayaa," tutur Victor Cheung.
3. Kuning Cerah
Matthias Dettmann menyebutkan bahwa penggunaan warna kuning yang berlebihan bisa menciptakan energi yang kuat tapi kacau dalam sebuah rumah. Hal ini berpotensi menyebabkan kegelisahan, perasaan jengkel, serta suasana tidak harmonis.
4. Merah Muda
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana