Fakta-Fakta Randoseru, Tas Sekolah Khas Jepang
Selanjutnya, berikut ini adalah beberapa fakta tas Randoseru:
1. Tas Randoseru Punya Kelebihan untuk Keselamatan Siswa
Merangkum Living in Japan, tas randoseru ternyata bukan hanya sekadar tas yang jadi bagian dari perlengkapan sekolah para siswa saja. Lebih dari itu, tas yang memiliki desain khas ini ternyata memiliki kelebihan untuk keselamatan siswa.
Bentuk tas randoseru kotak dengan bagian atas sedikit melengkung ternyata memiliki fungsi penting. Bentuk tersebut memungkinkan tas randoseru berfungsi sebagai bantalan jika anak terjatuh dan mendarat dari belakang.
2. Penggunaan Tas Randoseru Sebenarnya Tidak Wajib di Jepang
Tas randoseru memang mempunyao sejarah yang panjang dalam budaya Jepamg. Namun penerapan penggunaan tas randoseru ternyata tidak pernah diberlakukan dalam kapasitas resmi apa pun. Itu artinya, orang-orang tidak wajib mengenakan dan membeli tas itu secara sukarela.
3. Tiga bahan utama
Randoseru dikenal terbuat dari kulit tahan air yang mudah dirawat dan dibersihkan. Adapun tiga bahan utama dari produk ini antara lain yaitu kulit sapi, yang membuat permukaannya cukup tahan lama terhadap kerusakan atau benturan. Kemudian ada Kordovan, kulit berkualitas tinggi yang berasal dari kulit pantat kuda. Dan yang terakhir adalah Clarino, kulit sintetis premium yang dikembangkan secara khusus agar tahan lama sekaligus memiliki tekstur lembut dan fleksibel.
Baca Juga: Remaja 18 Tahun Ini Bagi-bagi 6000 Tas Sekolah Gratis, Total Barang Donasi Rp21 Miliar
Rekomendasi Merek Tas Randoseru
Berikut ini beberapa merek tas Randoseru dengan harga yang lebih terjangkau, ada di kisaran 1-2 jutaan:
1. Tas Randoseru by CoConutCrab: Rp1.872.200
2. GPS Bag Randoseru Dioorso Orthopedic Japan: Rp1.369.880
3. Japan Randoseru Coulomb: Rp2.473.880
4. Nobita Bag Randoseru Orthopedic Japan: Rp1.185.880
Itulah tadi ulasan mengenai harga Randoseru, tas sekolah Jepang. Apakah tertarik dengan tas sekolah khas Jepang untuk anak Anda?
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
5 Rekomendasi Bedak Ringan untuk Remaja Sekolah yang Hasilnya Natural dan Tidak Dempul sesuai Review
-
Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster
-
Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla
-
KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban
-
Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah
-
DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project
-
Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!
-
Luas Karhutla Riau Capai 15 Ribu Hektare Selama Januari-Juli 2026
-
Proyek LRT City Masih Belum Jelas, Dony Oskaria Turun Tangan
-
Petani Tebu Tetap Raih Cuan, Hasil Panennya Diserap Pabrik Gula