Suara.com - Fintech tak lagi soal aplikasi rumit dan istilah keuangan yang mengawang. Di tangan yang tepat, teknologi finansial justru bisa menjadi alat bantu yang sederhana namun berdampak besar dalam mengatur keuangan, menjalankan usaha, dan membuka akses bagi masyarakat yang selama ini tertinggal.
Banyak orang kini mulai menyadari pentingnya mengelola uang dengan lebih bijak. Tapi kenyataannya, tak semua orang punya akses atau pemahaman untuk memulai. Di sinilah teknologi keuangan—atau fintech—berperan. Dengan pendekatan yang inklusif dan bertanggung jawab, fintech bisa menjadi jembatan antara kebutuhan hidup sehari-hari dan solusi keuangan modern.
Mulai dari koperasi desa hingga pelaku usaha kecil, semakin banyak pihak yang mendapat manfaat langsung dari layanan keuangan digital. Tak hanya soal kemudahan transaksi, tapi juga pembiayaan yang lebih terjangkau, penilaian kredit alternatif, bahkan perlindungan asuransi mikro. Fintech bukan sekadar transformasi digital, melainkan tentang bagaimana teknologi bisa menghadirkan keadilan ekonomi yang lebih merata.
Prinsip inilah yang menjadi fokus dalam Forum Ekonomi & Keuangan Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas bersama Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), Jumat (4/7), di Jakarta. Mengusung tema “Dari Strategi ke Eksekusi: Transformasi Digital Nasional dan Sinergi Ekosistem Usaha Menuju Pertumbuhan Ekonomi 8%”, forum ini menjadi ruang kolaborasi antara pelaku industri, regulator, dan asosiasi untuk memastikan digitalisasi tak hanya berkembang secara teknologi, tapi juga berdampak nyata bagi kehidupan masyarakat.
“Transformasi digital merupakan salah satu strategi utama mendorong pertumbuhan ekonomi 8 persen. Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang besar dan terus berkembang. Digitalisasi sektor keuangan juga memainkan peran penting sebagai enabler dalam mendukung berbagai program prioritas pembangunan,” ujar Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy.
Forum ini juga menandai bagian dari pelaksanaan RPJMN 2025–2029, di mana transformasi digital menjadi salah satu dari delapan prioritas pembangunan nasional. Fokus utamanya antara lain pada digitalisasi belanja negara, urbanisasi yang produktif, dan pertumbuhan ekonomi hijau yang berbasis data.
Menurut Ketua Umum AFTECH Pandu Sjahrir, forum ini memperkuat pemahaman pelaku industri terhadap peran strategis digitalisasi yang bertanggung jawab.
“Meningkatkan kepercayaan terhadap ekosistem merupakan kunci mendorong dan memperkuat iklim investasi dalam ekosistem ekonomi dan keuangan digital. AFTECH menyambut baik kolaborasi dengan Kementerian PPN/Bappenas, yang diharapkan dapat memperkuat sinergi lintas asosiasi dalam mendukung transformasi digital nasional,” ujar Pandu.
Salah satu langkah nyata yang diluncurkan adalah program Digital × Real Sector Launchpad, yang bertujuan menjembatani ekosistem digital dengan kebutuhan sektor riil, terutama UMKM dan koperasi. Program ini dirancang berbasis prinsip co-creation, mulai dari identifikasi masalah, desain solusi, hingga uji coba dan evaluasi berbasis data.
Baca Juga: Agar Tak Terjebak Doom Spending, Ini Tips Mengelola Keuangan untuk Gen Z
Salah satu proyek percontohannya saat ini diterapkan di koperasi susu sapi perah di Malang, yang melibatkan berbagai penyelenggara fintech dari sektor pembiayaan, penilaian kredit, asuransi, hingga perencana keuangan.
“AFTECH mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui kolaborasi berbasis problem-solving. Bukan sekadar wacana, tapi program kerja nyata yang menjawab tantangan sektor riil, dengan menjunjung tinggi inovasi yang bertanggung jawab, tata kelola yang baik, dan prinsip etis,” jelas Pandu.
Ketua Dewan Pengawas AFTECH Arsjad Rasjid menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi hanya dapat dicapai dengan kerja sama erat antara pemerintah dan sektor usaha sebagai mesin ganda pembangunan.
“Keempat langkah tersebut, fondasi agar digitalisasi benar-benar menyentuh sektor riil dan berdampak langsung bagi masyarakat. Di tengah tekanan global, digitalisasi adalah peluang besar untuk mengejar pertumbuhan ekonomi target pertumbuhan ekonomi, dan diperlukan sinergi yang selaras antara seluruh pemangku kepentingan,” tegas Arsjad.
Langkah strategis yang ia maksud mencakup: memperkuat infrastruktur digital, membangun interoperabilitas data, mempersiapkan talenta digital, dan menjaga integritas lewat regulasi serta perlindungan konsumen.
Dalam penutupan, Menteri Rachmat Pambudy kembali menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci.
“Kami menyambut baik kolaborasi Kementerian PPN/Bappenas dan AFTECH melalui program Digital × Real Sector Launchpad sebagai langkah konkret yang mendukung RPJMN 2025-2029 dengan pendekatan inovatif dan berbasis dampak,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia
-
Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS
-
3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli
-
Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil
-
Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan
-
Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu
-
Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras
-
Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin
-
Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan