Suara.com - Industri kecantikan kini memasuki fase baru. Bukan lagi soal mengejar kulit tanpa cela, tetapi bagaimana produk perawatan bisa membantu konsumen merawat kulit sesuai realitasnya.
Dorongan terbesar datang dari konsumen sendiri, yang makin sadar bahwa kulit sehat tidak harus selalu mulus atau putih.
Tren ini ditandai dengan bergesernya standar kecantikan. Gerakan “kulit sehat lebih penting dari kulit sempurna” mendapat tempat luas di kalangan pengguna skincare.
Mereka mulai menerima tekstur kulit, jerawat, flek, bahkan bekas luka sebagai bagian alami dari tubuh manusia.
“Banyak konsumen yang lebih tertarik pada kejujuran,” kata Chania, Chief Marketing Officer JGLOW.
“Kami ingin setiap perempuan merasa nyaman dengan kondisi kulitnya sendiri, apa adanya.”
Mereka menuntut keterbukaan dari brand, mulai dari komposisi produk hingga cara pemasarannya. Kampanye yang terlalu muluk atau hasil yang disajikan dengan filter digital justru mulai kehilangan tempat.
Media sosial turut memainkan peran penting. Di TikTok dan Instagram, konten-konten sebelum-dan-sesudah tanpa filter kini lebih mendapat kepercayaan.
Generasi muda lebih tertarik pada cerita nyata dari pengguna lain dibanding testimoni glamor yang terasa dibuat-buat.
Baca Juga: 7 Rangkaian Skincare Penghilang Flek Hitam: Aman Terdaftar BPOM, Terbukti Efektif
Perubahan ini tak bisa dihindari oleh para brand. Mereka perlu merespons dengan pendekatan yang lebih personal dan transparan. Brand yang tetap menggunakan narasi kecantikan lama berisiko ditinggalkan konsumen yang makin cerdas dan kritis.
Chania, yang kini memimpin arah komunikasi JGLOW, dikenal dekat dengan komunitas skincare. Dalam kampanye “Skin Goals VS Skin Reality”, ia menjadi wajah dari perubahan ini.
Kampanye tersebut menyoroti realita penggunaan skincare secara wajar, bukan hasil instan.
“Perempuan muda punya kekuatan besar untuk membangun narasi positif dalam industri kecantikan,” ujar Chania. Ia juga menyadari tantangan di era digital, termasuk bagaimana merespons kritik terbuka dari konsumen yang lebih teredukasi.
JGLOW menjadi salah satu brand yang mencoba menyesuaikan diri. Tanpa terlalu menggembar-gemborkan produknya, mereka fokus pada membangun koneksi yang jujur dan membumi. Langkah ini juga dianggap penting untuk menciptakan ruang yang lebih inklusif dalam dunia kecantikan, di mana semua jenis kulit punya tempat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
6 Shio Paling Cuan Minggu 19 April 2026, Waspadai Hari Bahaya Babi Air
-
4 Zodiak Paling Beruntung 19 April 2026, Rahasia Capricorn dan Scorpio Raih Kesuksesan
-
Harga Plastik Es Cekek Mahal? Ini Rekomendasi Tumbler Kece Harga Ciamik
-
Apa Merk Pensil Alis yang Bagus dan Tahan Air? Ini 5 Pilihan Produknya Agar Alis On Fleek Seharian
-
Kulkas Inverter vs Biasa Lebih Bagus Mana? Ini 5 Rekomendasi yang Paling Awet
-
5 Sepatu Lari Lokal Murah dengan Fitur Mewah, Tak Kalah Keren dari Asics
-
Sepatu On Cloud Seri Apa yang Paling Murah? Ini 5 Terbaik untuk Jalan Jauh dan Daily Run
-
Air Fryer Butuh Berapa Watt? Ini 5 Pilihan Paling Hemat Listrik untuk Dapur
-
Eyeliner yang Bagus dan Tahan Lama Merk Apa? Ini 5 Pilihan Produknya yang Anti Luntur
-
Kronologi Terbongkarnya Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry, Santri Jadi Korban