Lifestyle / Komunitas
Rabu, 04 Maret 2026 | 12:38 WIB
ilustrasi Lailatul Qadar (freepik/prostooleh)

Suara.com - Ramadan selalu menjadi bulan yang paling dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Selain menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah puasa, Ramadan juga menyimpan berbagai keutamaan yang tidak ditemukan di bulan lainnya. Salah satu keistimewaan terbesar dalam bulan suci ini adalah hadirnya Malam Lailatul Qadar, sebuah malam yang disebut dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Bagi umat Islam, malam ini memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi. Banyak orang berlomba-lomba memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan dengan harapan dapat meraih keberkahan Lailatul Qadar. Malam ini diyakini sebagai waktu ketika doa-doa lebih mudah dikabulkan, pahala ibadah dilipatgandakan, serta menjadi kesempatan bagi manusia untuk memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu.

Keistimewaan Lailatul Qadar juga dijelaskan secara langsung dalam Al-Qur’an melalui Surah Al-Qadar. Dalam surah tersebut disebutkan bahwa pada malam ini para malaikat turun ke bumi membawa ketentuan dan rahmat dari Allah SWT hingga terbitnya fajar. Hal ini membuat Lailatul Qadar menjadi malam yang penuh kedamaian dan keberkahan.

Karena keutamaannya yang begitu besar, umat Islam dianjurkan untuk tidak melewatkan kesempatan beribadah pada malam-malam terakhir Ramadan. Dengan memperbanyak salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa, umat Muslim berharap dapat meraih kemuliaan Lailatul Qadar yang hanya datang sekali dalam setahun.

Sejarah Turunnya Malam Lailatul Qadar

Secara sejarah, Lailatul Qadar memiliki kaitan yang sangat erat dengan turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa pada malam inilah wahyu pertama Al-Qur’an diturunkan kepada Rasulullah melalui Malaikat Jibril di Gua Hira.

Peristiwa ini menjadi titik awal dari masa kenabian Nabi Muhammad SAW sekaligus menjadi momen penting dalam sejarah Islam. Al-Qur’an kemudian diturunkan secara bertahap selama kurang lebih 23 tahun sebagai petunjuk bagi umat manusia.

Karena itulah, Lailatul Qadar sering disebut sebagai malam turunnya Al-Qur’an atau malam ditetapkannya berbagai ketentuan oleh Allah SWT bagi makhluk-Nya. Malam ini menjadi simbol dimulainya cahaya petunjuk bagi umat manusia melalui kitab suci Al-Qur’an.

Kapan Terjadinya Lailatul Qadar

Baca Juga: Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri, Istri, dan Anak

Meskipun memiliki keutamaan yang sangat besar, waktu pasti terjadinya Lailatul Qadar tidak disebutkan secara jelas. Hal ini bertujuan agar umat Islam bersungguh-sungguh dalam beribadah pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.

Namun, dalam berbagai hadis Nabi Muhammad SAW disebutkan bahwa Lailatul Qadar kemungkinan besar terjadi pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan, seperti malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29.

Salah satu hadis yang terkenal menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda agar umat Islam mencari Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan. Oleh karena itu, banyak umat Muslim yang meningkatkan ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, dan beriktikaf di masjid pada periode tersebut.

Di beberapa negara Muslim, malam ke-27 Ramadan sering dianggap sebagai malam yang paling berpeluang menjadi Lailatul Qadar. Namun demikian, tidak ada kepastian mutlak mengenai hal ini.

Makna Lailatul Qadar bagi Umat Islam

Secara bahasa, kata Lailatul Qadar memiliki beberapa makna. “Lailah” berarti malam, sementara “Qadar” dapat diartikan sebagai kemuliaan, ketetapan, atau ukuran. Dengan demikian, Lailatul Qadar dapat dimaknai sebagai malam yang penuh kemuliaan dan malam ketika Allah menetapkan berbagai ketentuan bagi kehidupan manusia.

Load More