Suara.com - Di tengah ritme hidup yang kian cepat, wellness bukan lagi sekadar tren, ia telah menjadi kebutuhan. Masyarakat modern kini semakin sadar bahwa kesehatan sejati tak hanya soal tubuh yang bugar, tetapi juga pikiran yang tenang dan jiwa yang seimbang.
Dari yoga di puncak gunung, digital detox di tengah alam, hingga wisata spa dan kuliner sehat, wellness tourism sedang naik daun di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
Melihat geliat tren ini, The Westin Surabaya menghadirkan terobosan baru lewat program Wellness Oasis, yang resmi diluncurkan pada Sabtu, 9 Agustus 2025.
Dirancang sebagai ruang untuk beristirahat dari hiruk pikuk, program ini menawarkan pengalaman menyeluruh yang menggabungkan kesehatan fisik, mental, dan emosional dalam satu rangkaian kegiatan.
Selaras dengan Arah Tren Nasional
Mengikuti kajian Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, wellness tourism di Indonesia memiliki delapan dimensi utama, mulai dari kebugaran, makan sehat, spa dan kecantikan, hingga keseimbangan pikiran dan tubuh.
The Westin Surabaya merespons visi ini melalui tiga pilar brand-nya, Move Well, Feel Well, dan Play Well, memastikan setiap tamu dapat menemukan bentuk wellness yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Enam Zona untuk Menyentuh Semua Indra
Wellness Oasis dirancang dengan enam zona yang mengajak tamu untuk merawat diri secara holistik:
Baca Juga: Dari Diary Rahasia ke Journaling Aesthetic: Evolusi Curhat Manusia
1. Sensory Walk – Berjalan tanpa alas kaki di atas pasir, batu, dan rumput untuk merangsang indera sekaligus menghadirkan kesadaran penuh pada setiap langkah.
2. Meditation Corner – Ruang hening untuk refleksi dan kembali terhubung dengan diri sendiri.
3. Postcard Painting – Terapi seni yang membebaskan ekspresi dan menjadi kenang-kenangan personal.
4. Detox Box – Digital detox area yang memfasilitasi interaksi nyata lewat permainan dan percakapan.
5. Mindful Photography – Mengabadikan momen kecil yang membangkitkan kebahagiaan sederhana.
6. Gratitude Nest – Mengubah rasa syukur menjadi karya seni yang dapat dipamerkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi