Suara.com - Bagi sebagian orang, lari adalah olahraga paling simpel. Cukup pakai sepatu, lalu melangkah keluar. Namun, bagi mereka yang mulai serius dan menjadikan lari sebagai rutinitas harian (daily run), pemilihan sepatu adalah sebuah keputusan krusial yang bisa menentukan antara sesi lari yang menyenangkan atau justru berujung cedera.
Banyak pelari pemula terjebak mitos, mengira sepatu lari termahal dengan plat karbon adalah yang terbaik. Padahal, sepatu balap (racing shoes) dirancang untuk kecepatan, bukan untuk menelan kilometer demi kilometer setiap hari.
Untuk rutinitas harian, Anda memerlukan tipe sepatu yang berbeda, yang di kalangan para pelari dikenal sebagai 'daily trainer' atau sepatu 'kuda beban' (workhorse).
Karakteristik utama sepatu daily trainer adalah keseimbangan sempurna antara bantalan (cushioning) yang nyaman untuk melindungi sendi, daya tahan (durability) yang mumpuni untuk dipakai berulang kali, dan responsivitas yang cukup agar lari tidak terasa berat. Sepatu inilah yang akan menjadi sahabat setia Anda dalam membangun fondasi lari yang kuat.
Bingung memilih dari lautan merek dan model yang ada? Tenang, kami telah merangkum 5 rekomendasi sepatu lari 'workhorse' terbaik yang cocok untuk menemani daily run Anda, dari pemula hingga pelari berpengalaman.
1. Nike Pegasus Series (z.B. Pegasus 41)
Jika ada satu sepatu yang pantas menyandang gelar "sang legenda", inilah dia. Nike Pegasus adalah definisi sesungguhnya dari daily trainer. Sudah eksis lebih dari 40 edisi, Pegasus terus berevolusi namun tetap setia pada DNA-nya: sepatu serbaguna yang bisa diandalkan untuk segala jenis lari.
Dengan kombinasi busa ReactX yang empuk namun tetap responsif, sepatu ini memberikan kenyamanan yang pas tanpa terasa lembek, ideal untuk lari santai, tempo run ringan, hingga long run.
2. Hoka Clifton Series (z.B. Clifton 9)
Baca Juga: NB 550 Mulai Ditinggalkan? Adidas Forum Low Siap Rebut Takhta Sneaker Retro
Ingin merasakan sensasi lari di atas awan? Cobalah Hoka Clifton. Merek ini adalah pelopor tren sepatu dengan bantalan maksimalis (maximalist cushioning), dan Clifton adalah bintang utamanya.
Bantalannya yang tebal namun sangat ringan dirancang untuk memberikan perlindungan maksimal bagi sendi lutut dan pergelangan kaki. Setiap langkah terasa empuk dan nyaman, membuatnya menjadi pilihan favorit untuk lari pemulihan (recovery run) atau lari jarak jauh dengan tempo santai.
3. Brooks Ghost Series (z.B. Ghost 16)
Brooks mungkin tidak sepopuler Nike di kalangan umum, tetapi di komunitas lari, merek ini sangat dihormati. Brooks Ghost adalah jawaban bagi mereka yang mencari pengalaman lari yang super mulus dan konsisten.
Ditenagai oleh busa DNA LOFT v3 yang diinjeksi nitrogen, Ghost menawarkan transisi dari tumit ke ujung kaki yang sangat halus dan seimbang. Tidak terlalu empuk, tidak terlalu keras, sepatu ini memberikan pengalaman lari yang "aman" dan dapat diprediksi, membuatnya disukai oleh banyak pelari dari berbagai level.
4. Asics Gel-Cumulus Series (z.B. Gel-Cumulus 26)
Asics telah lama identik dengan kenyamanan berkat teknologi GEL™ ikoniknya. Gel-Cumulus adalah perwujudan sempurna dari filosofi ini dalam paket daily trainer. Sepatu ini dirancang untuk menyerap benturan secara efektif, memberikan rasa empuk yang mewah di setiap pendaratan.
Kombinasi teknologi PureGEL™ dan busa FF BLAST™ PLUS Eco menciptakan bantalan yang sangat nyaman, menjadikannya teman ideal untuk lari santai di akhir pekan atau saat kaki terasa lelah.
5. New Balance Fresh Foam X 880 Series (z.B. 880v14)
New Balance 880 adalah pekerja keras yang seringkali luput dari radar, namun sangat dicintai oleh mereka yang sudah mencobanya.
Sepatu ini adalah master keseimbangan. Busa Fresh Foam X-nya dirancang untuk memberikan keseimbangan ideal antara kelembutan untuk kenyamanan dan sedikit kekerasan untuk stabilitas dan responsivitas.
Bagian atasnya (upper) juga dikenal sangat nyaman dan pas di kaki. Ini adalah sepatu yang tidak neko-neko, namun mengerjakan tugasnya dengan sangat baik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Doa agar Tidak Haus saat Puasa Ramadan, Amalkan agar Ibadah Lebih Khusyuk
-
Siapa Zodiak Paling Beruntung 27 Februari 2026? Siap-Siap Hoki di Akhir Bulan
-
Link Resmi Simulasi TKA SD dan SMP 2026, Gratis untuk Persiapan Ujian
-
PPPK Paruh Waktu Apakah Dapat THR 2026? Simak Penjelasan dan Aturannya
-
Sambut Momen Lebaran dengan Parfum Berteknologi Adaptif Unik, Aroma Manisnya Bikin Nyaman Seharian
-
17 Ide Caption Instagram Estetik untuk Bukber, Singkat tapi Bikin Postingan Makin Cantik
-
Menelusuri Ruang Kreasi dan Uji Coba di Balik Lahirnya Inovasi F&B Modern
-
Pekerja Lepas dan Freelancer Berhak Dapat THR, Begini Cara Hitungnya agar Tak Tertipu
-
Mudik Gratis PLN 2026 Dibuka: Cek Syarat, Jadwal, Rute, dan Lokasi Keberangkatan
-
7 Rekomendasi Sepeda Ringan Berkualitas di Bawah Rp1 Juta, Budget UMR Friendly