Suara.com - Ada sebuah fase baru yang indah setelah usia 40, di mana kepercayaan diri dan pemahaman akan diri sendiri berada di puncaknya.
Namun, di dunia makeup, fase ini juga datang dengan tantangan baru. Lipstik matte merah andalan yang dulu membuat Anda merasa tak terkalahkan, kini mungkin terasa kering dan justru mempertegas garis-garis halus di sekitar bibir.
Warna nude favorit Anda tiba-tiba membuat wajah terlihat lelah.
Jika Anda merasakan ini, Anda tidak sendirian.
Ini bukan berarti Anda harus berhenti memakai lipstik.
Ini hanya berarti kanvas Anda telah berubah, dan kini saatnya untuk meng-upgrade teknik dan pilihan produk Anda.
Lupakan aturan-aturan lama.
Ini adalah panduan modern dan mendalam untuk memilih warna dan tekstur lipstik yang tepat, serta trik aplikasi anti-'cracking' yang akan membuat Anda tampil segar, elegan, dan percaya diri di setiap kesempatan.
Mengapa Aturan Lama Tak Lagi Berlaku? Memahami Kanvas Barumu
Baca Juga: Takut Kelihatan Tua dan Menor? Ini 5 Warna Lipstik Wajib Coba untuk Pemula
Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen alami menurun. Bagi bibir, ini berarti dua hal bibir mungkin tampak sedikit lebih tipis dari sebelumnya dan muncul garis-garis halus di bibir dan sekitarnya (garis perioral) menjadi lebih jelas.
Bibir juga cenderung menjadi lebih kering.
Inilah mengapa formula dan warna yang dulu cocok, kini membutuhkan penyesuaian.
1: Tekstur Adalah Segalanya
Ini adalah perubahan paling krusial yang harus Anda buat.
Hindari menggunakan lipstik Matte Kering.
Formula ini tidak memiliki kelembapan dan akan langsung "mengendap" di setiap garis halus, membuatnya terlihat seperti retakan. Mereka juga bisa membuat bibir yang sudah tipis tampak lebih kecil.
Pilihlah lipstik satin yang akan lebih menjadi sahabat baru Anda.
Formulanya memberikan pigmentasi warna yang kuat seperti matte, tetapi dengan sentuhan kilau sehat yang sangat halus.
Teksturnya creamy dan nyaman, memberikan ilusi bibir yang lebih halus dan lembap.
2: Pilih Warna yang 'Menghidupkan', Bukan 'Mematikan'
Warna memiliki kekuatan untuk mencerahkan seluruh wajah atau sebaliknya, membuatnya terlihat lelah.
Hindari warna-warna yang sangat gelap (merah marun gelap, ungu tua) atau sangat pucat (nude beige pucat).
Warna gelap bisa membuat bibir tampak lebih kecil, sementara warna pucat bisa membuat wajah kusam.
Pilih lah rosy pink & soft coral yakni warna-warna ini memiliki kecerahan yang cukup untuk "membangunkan" kulit dan memberikan rona sehat yang awet muda.
Merah dengan dasar oranye atau bata lebih bersahabat daripada merah dengan dasar biru yang dingin.
Rosewood & Dusty Rose merupakan kategori nude terbaik untuk usia 40+. Warnanya memiliki kedalaman yang cukup tanpa terlihat gelap, memberikan definisi yang elegan pada bibir.
Senjata Rahasia Anti 'Cracking': Teknik Aplikasi dari MUA Profesional
Produk yang tepat adalah separuh pertempuran; teknik yang benar adalah separuh lainnya.
Mulailah dengan bibir yang halus. Gunakan lip scrub lembut seminggu sekali. Sebelum aplikasi, oleskan lip balm yang menghidrasi dan biarkan meresap.
Ini adalah langkah paling penting untuk mencegah lipstik "berdarah" atau masuk ke garis halus. Gunakan lip liner berwarna nude (sesuai warna bibir) atau transparan. Bingkai garis bibir alami Anda dengan lembut.
Ini menciptakan penghalang yang akan menahan lipstik tetap di tempatnya.
Jangan aplikasikan lipstik langsung dari tabungnya. Ambil produk dengan kuas bibir dan pulaskan secara merata. Ini memberikan Anda kontrol penuh, lapisan yang lebih tipis, dan hasil yang jauh lebih rapi.
Setelah lapisan pertama, katupkan bibir pada selembar tisu (blot). Ini menghilangkan kelebihan minyak.
Untuk daya tahan ekstra, letakkan tisu tipis di atas bibir dan sapukan translucent powder dengan kuas di atasnya sebelum mengaplikasikan lapisan kedua.
Kesimpulan:
Makeup di usia 40+ bukanlah tentang menutupi, melainkan tentang merayakan dan menyempurnakan.
Dengan memilih formula yang melembapkan, warna yang mencerahkan, dan teknik aplikasi yang cerdas,
Anda bisa memakai lipstik dengan penuh percaya diri. Lupakan 'retakan' dan sambut kembali bibir yang terlihat sehat, penuh, dan elegan.
Tag
Berita Terkait
-
Takut Kelihatan Tua dan Menor? Ini 5 Warna Lipstik Wajib Coba untuk Pemula
-
9 Lipstik untuk Bibir Kering, Makin Percaya Diri Tampil Seharian
-
Jujur-jujuran Lip Serum: Solusi Instan Bibir Gelap atau Cuma Gimmick Mahal?
-
Bukan Salah Lipstiknya! 5 Kesalahan Pakai Lipstik yang Bikin Bibir Jadi Kering
-
4 Lip Serum di Bawah 50 Ribu untuk Atasi Bibir Kering dan Pecah-Pecah
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
5 Cushion Anti Keringat untuk Pekerja Kantoran, Makeup Tetap Fresh dan Tak Luntur
-
Rekam Jejak Roby Tremonti, Aktor yang Terseret Isu Child Grooming di Buku Aurelie Moeremans
-
Daftar Wilayah DIY yang Berpotensi Diguyur Hujan Petir hingga Pukul 15.00 WIB Hari Ini
-
5 Hair Tonic untuk Menumbuhkan Rambut, Ampuh Atasi Kerontokan dan Kebotakan
-
4 Sepatu Sneakers Wanita Mulai Rp100 Ribuan, Empuk dan Anti Lecet Dipakai Jalan
-
Kenapa Korban Grooming Seperti Aurelie Moeremans Cenderung Diam? Waspadai Ciri-cirinya!
-
5 Moisturizer Terbaik Harga Pelajar untuk Mencerahkan Wajah, Mulai Rp20 Ribuan
-
Alasan Aurelie Moeremans Terbitkan Buku Broken Strings secara Gratis
-
5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
-
Belajar dari Kisah Aurelie Moeremans, Apa Itu Child Grooming dan Bahayanya Pada Anak?