- Gas air mata sering digunakan untuk mengendalikan massa ketika demo.
- Berbagai efek bisa muncul jika terkena paparan gas air mata.
- Apakah efek gas air mata bisa sampai menyebabkan kematian?
Suara.com - Gas air mata kerap dipandang sebagai senjata pengendali massa saat terjadi demonstrasi. Gas air mata ini tergolong bersifat aman karena tidak dirancang untuk membunuh.
Namun, anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Senyawa kimia yang terkandung di dalamnya, seperti 2-chlorobenzalmalononitrile (CS), sejatinya adalah partikel bubuk yang disebarkan dalam bentuk aerosol.
Ketika terhirup atau mengenai mata dan kulit, partikel ini memicu rasa terbakar, iritasi hebat, batuk, sesak napas, hingga gangguan penglihatan.
Dalam kondisi tertentu, paparan gas air mata dapat berkembang menjadi ancaman serius.
Faktor seperti lokasi tertutup, intensitas semprotan yang tinggi, jarak yang terlalu dekat, atau kondisi medis tertentu seperti asma dan penyakit jantung dapat memperbesar risiko komplikasi fatal.
Bahkan, ada kasus di mana penggunaan gas air mata mengakibatkan gagal napas, serangan jantung, hingga berujung kematian.
Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana gas air mata bekerja, apa dampaknya bagi tubuh, siapa saja yang paling rentan, serta langkah darurat yang dapat dilakukan bila terpapar.
Lalu, seperti apa fakta dari gas air mata ini? Simak inilah selengkapnya.
Definisi dan Karakteristik Gas Air Mata
Meski disebut gas, zat ini sebenarnya bukanlah gas murni. Gas air mata merupakan bubuk kimia padat yang disemprotkan dalam bentuk kabut atau aerosol.
Baca Juga: Analis Politik Cium Ancaman 'Jawa Spring', Sebut Protes Pati Jadi Pemicunya
Senyawa yang paling sering dipakai adalah CS (2-chlorobenzalmalononitrile). Alat ini banyak digunakan aparat keamanan untuk membubarkan kerumunan karena efek iritasinya yang cepat.
Penggunaannya biasanya diatur agar dilakukan di area terbuka dan tidak diarahkan langsung ke tubuh.
Efek Gas Air Mata pada tubuh
Kontak langsung dengan gas air mata menimbulkan rasa perih, kemerahan, keluarnya air mata berlebihan, dan pandangan kabur pada mata.
Bila terpapar dalam jumlah banyak atau terlalu dekat, risiko kerusakan kornea, katarak, bahkan kehilangan penglihatan dapat terjadi.
Tak hanya itu, paparan dari gas air mata ini dapat mengiritasi hidung, tenggorokan, hingga paru-paru.
Gejala yang muncul antara lain batuk hebat, dada terasa sesak, napas berbunyi, mual, muntah, dan pada kondisi berat bisa berujung gagal napas.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia
-
Industri Film Indonesia Masuki Era Baru dengan Dukungan Blockchain dan AI
-
Dari Anemia hingga Isu Mental, Ketika Generasi Muda Turun Tangan Racik Solusi Kesehatan
-
Tandon Air yang Bagus Merek Apa? Ini 4 Rekomendasinya yang Anti-Lumut dan Tahan Lama
-
The Apurva Kempinski Bali Angkat Isu Regenerasi dan Keberlanjutan
-
Cara Atasi Uap Keluar dari Gagang Panci Presto agar Daging Cepat Empuk
-
Saat Ekonomi Sulit, Mal Andalkan Hiburan Anak untuk Dongkrak Belanja?
-
5 Tips Layering Parfum agar Wanginya Tidak Pasaran, Ini Aroma yang Cocok Dipadukan
-
Jerawat Tak Kunjung Sembuh? 4 Rekomendasi Vitamin dari Dokter Estetika untuk Wajah Berjerawat
-
12 Destinasi Wisata Hits di Jakarta untuk Libur Sekolah, dari Pantai hingga Hutan Mangrove