- Abdul Kadir Karding dicopot dari jabatan Menteri P2MI, digantikan Mukhtarudin pada 8 September 2025.
- Karding sempat kontroversial karena bermain domino bersama pejabat dan dianggap kurang pantas.
- Ia juga dikritik usai menganjurkan WNI bekerja di luar negeri, meski kemudian memberi klarifikasi.
Suara.com - Abdul Kadir Karding resmi dicopot dari jabatan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) di Kabinet Merah Putih periode 2024–2029.
Posisinya kini digantikan oleh Mukhtarudin yang dilantik sekaligus mengucapkan sumpah jabatan di Istana Negara pada Senin, 8 September 2025.
Selain Abdul Kadir Karding, sejumlah menteri lain yang diberhentikan antara lain Sri Mulyani, Dito Ario Tedjo, Budi Arie, dan Budi Gunawan.
Sebagai salah satu menteri yang diberhentikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, berikut rekam jejak kontroversi Abdul Kadir Karding.
Kontroversi Abdul Kadir Karding
Belum lama ini, Abdul Kadir Karding menjadi sorotan publik usai kedapatan bermain domino bersama Raja Juli Antoni dan Azis Wellang.
Menanggapi hal tersebut, Karding menegaskan bahwa pertemuan itu merupakan ajang silaturahmi rutin KKSS yang kebetulan diisi dengan permainan domino.
"Biasanya, dalam pertemuan KKSS juga diisi dengan aktivitas bermain domino sebagai bagian dari budaya Sulawesi Selatan," kata Karding dalam keterangannya.
Ia menuturkan apabila pertemuan itu berlangsung pada Senin, 1 September 2025, dengan dihadiri seluruh pengurus KKSS.
Baca Juga: Siapa Mukhtarudin? Menteri P2MI Pengganti Abdul Kadir Karding yang Dicopot Prabowo!
Karding juga mengungkapkan bahwa dirinya awalnya berencana menemui Menteri Raja Juli, tapi akhirnya pertemuan berlangsung di Posko KKSS.
Menurutnya, ia dan Raja Juli berbincang di bagian belakang posko, terpisah dari anggota KKSS lainnya.
Obrolan tersebut berlanjut hingga malam sekitar pukul 23.30 WIB. Saat Raja Juli hendak pamit, anggota KKSS masih terlihat bermain domino.
Kontroversi lain yang pernah menyeret Karding adalah pernyataannya yang menganjurkan WNI untuk mencari pekerjaan di luar negeri.
Pernyataan tersebut menuai kritik karena dinilai mencerminkan ketidakmampuan pemerintah menyediakan lapangan kerja di dalam negeri.
Ucapan itu ia sampaikan dalam sebuah talkshow sekaligus peresmian Migrant Center di Universitas Diponegoro pada 26 Juni 2025.
Menanggapi polemik tersebut, Karding memberikan klarifikasi saat membuka Rakornas Pengendalian Program Kementerian P2MI di Jakarta.
Ia menegaskan adanya kesalahpahaman. Menurutnya, penempatan tenaga kerja di luar negeri adalah peluang tambahan, bukan bentuk paksaan.
Itulah rangkaian kontroversi Abdul Kadir Karding yang akhirnya dicopot dari kursi menteri. Semoga informasi ini bermanfaat!
Berita Terkait
-
Siapa Mukhtarudin? Menteri P2MI Pengganti Abdul Kadir Karding yang Dicopot Prabowo!
-
Cak Imin Angkat Tangan Soal Karding Dicopot Prabowo dari Menteri P2MI: Gara-gara Main Domino?
-
3 Blunder Dito Ariotedjo, Kini Dicopot Prabowo Subianto
-
Budi Gunawan hingga Sri Mulyani Diberhentikan, Ini Menteri Baru yang Dilantik Prabowo
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Siapkah Indonesia Terapkan E-Voting di Pemilu 2029? Ini Syarat Mutlak dari Komisi II DPR RI
-
Sayembara Tangkap Begal Disorot, Kini Dedi Mulyadi Ajak Warga Buru Penjual Tramadol
-
Ekspor Komoditas Mengandung Logam Tanah Jarang Diizinkan Kembali, Aturan Masih Disusun
-
Komisi II: Relaksasi Belanja Pegawai Lebih 30 Persen Masih Diperbolehkan
-
Daya Beli Masyarakat Rontok, RI Alami Deflasi 0,14 Persen
-
Ibu Hamil Tewas Dibom Israel di Gaza, Nyawa Satu Keluarganya Juga Melayang
-
Polda Metro Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Saat PM Thailand Melintas, Ini Daftar Jalannya
-
Istri Polisi di Medan Diduga Bunuh Diri Pakai Senpi Suami
-
Soal Proyek LRT City, Iwan Aras Tegaskan ADCP Harus Tanggung Jawab Atas Konsumen
-
Malan Ini Lawan Indonesia, Pelatih Vietnam Geram dengan Wartawan: Jangan Bongkar Kelemahan Kami