Suara.com - Belakangan publik menyoroti Ustaz Khalid Basalamah yang ikut diperiksa KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) terkait dugaan korupsi kuota haji tahun 2024.
Dalam pemeriksaan lanjut, Ustaz Khalid Basalamah mengaku awalnya mendaftar jalur Furoda namun akhirnya berangkat ke Tanah Suci menggunakan kuota haji khusus.
Kasus ini memicu pertanyaan warganet, sebenarnya apa itu kuota haji khusus, dan apakah berbeda dengan Furoda?
Untuk menjawab kebingungan tersebut, mari kita bedah definisi, perbedaan mendasar, serta kelebihan dan risikonya.
Dengan begitu, calon jemaah haji dapat memahami opsi yang tersedia sebelum menentukan jalur keberangkatan.
Apa Itu Kuota Haji Khusus?
Kuota haji khusus (sering disebut juga ONH Plus) adalah program haji yang menggunakan kuota resmi dari pemerintah Indonesia.
Pelaksanaannya diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.
- Penyelenggara: Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang berlisensi Kementerian Agama (Kemenag).
- Biaya: Kisaran USD10.000–20.500 (sekitar Rp160 juta hingga Rp336 juta), tergantung paket dan fasilitas.
- Waktu Tunggu: Relatif singkat, sekitar 5-9 tahun, jauh lebih cepat dibanding haji reguler yang bisa belasan hingga puluhan tahun.
- Fasilitas: Akomodasi lebih nyaman, jarak hotel ke Masjidil Haram dekat, transportasi dan pelayanan lebih personal.
Karena melalui kuota resmi, haji khusus memiliki tingkat kepastian keberangkatan dan perlindungan hukum yang lebih jelas.
Beda dengan Haji Furoda
Sementara itu, Haji Furoda atau haji mujamalah adalah jalur haji di luar kuota resmi pemerintah Indonesia. Visa yang digunakan adalah undangan langsung dari Pemerintah Arab Saudi.
Baca Juga: Diperiksa KPK Hari Ini, Apa Kaitan Rektor UIN Semarang Nizar Ali di Kasus Korupsi Kuota Haji?
- Penyelenggara: Perusahaan travel yang mendapat jatah undangan dari Kerajaan Arab Saudi.
- Biaya: Lebih mahal, berkisar USD16.500-45.000 (sekitar Rp270 juta hingga Rp737 juta), bahkan bisa mendekati Rp1 miliar untuk paket premium.
- Waktu Tunggu: Hampir tanpa antre, calon jemaah dapat berangkat di tahun yang sama setelah visa mujamalah disetujui.
- Fasilitas: Umumnya sangat premium, mencakup hotel bintang lima dan layanan eksklusif.
Namun jalur ini memiliki risiko lebih tinggi karena tidak diatur penuh oleh Kemenag Indonesia. Kasus visa yang terlambat atau batal terbit meski sudah dibayar penuh kerap terjadi.
Kasus Ustaz Khalid Basalamah
Diketahui, Ustaz Khalid Basalamah awalnya mendaftar sebagai jamaah Furoda melalui sebuah biro perjalanan.
Namun, ia dan rombongan akhirnya berangkat menggunakan kuota haji khusus yang merupakan kuota resmi Indonesia.
KPK kini menelusuri bagaimana perpindahan jalur ini bisa terjadi, termasuk kemungkinan penyalahgunaan kuota tambahan yang sempat diberikan pemerintah kepada Arab Saudi.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada dugaan pelanggaran hukum yang dipastikan; proses klarifikasi masih berjalan.
Kelebihan dan Kekurangan Masing-Masing Jalur
Haji Khusus
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik
-
Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular
-
Sudaryono Geram MBG Disebut Habiskan Uang Negara: Tanpa Program Ini Sekolah Rusak Tetap Banyak
-
Unai Emery Senang Kembali ke Indonesia, Aston Villa Siap Suguhkan Permainan Terbaik di GBK
-
DPR Sentil OPK BPJS-TK Jalan di Bara Api: Materi Tak Relevan Tak Perlu
-
DPRD DKI Kebut Penyelesaian 220 Ribu Berkas Tanah, Sertifikat Warga Jadi Taruhan
-
Wali Kota Bandung Ngamuk Gegara Penebangan Pohon: Jangan Ketawa Lu, Gue Segel Ini Tempat!
-
Bela Prabowo soal 'Londo Ireng', Hasan Nasbi: Yang Dimaksud Kelompok Pembuat Gaduh