Suara.com - Adidas Adizero EVO SL merupakan salah satu sepatu lari premium yang banyak digemari pelari profesional maupun pemula.
Desainnya ringan, materialnya nyaman, dan teknologi midsole-nya dirancang untuk mendukung performa saat berlari jarak jauh. Tidak heran jika sepatu ini menjadi incaran banyak orang.
Namun, popularitasnya membuat Adizero EVO SL juga banyak dipalsukan. Bahkan, sekilas versi tiruan terlihat mirip dengan yang asli sehingga tidak sedikit orang yang tanpa sadar memakainya.
Akun TikTok @senikersku pernah membongkar detail perbedaan sepatu KW dan palsu, mulai dari box hingga bagian insole. Berikut penjelasannya.
Ciri Adidas Adizero Evo SL Palsu
1. Box dan Label Font
Perbedaan pertama yang bisa dilihat ada pada box. Sepatu asli memiliki label dengan font rapat, padat, dan jelas. Sementara itu, versi palsu menggunakan font lebih tipis dan jarang-jarang, sehingga tampak kurang presisi. Meski sepele, hal ini menjadi tanda awal yang bisa diamati.
2. RFID Tag
Adidas sudah membekali sepatu original dengan RFID tag yang bisa discan melalui barcode. Pada produk asli, tulisan Adidas pada RFID tag terlihat jelas dan rapi. Sebaliknya, pada versi palsu, memang ada tag serupa, tetapi tulisannya samar dan tidak detail.
Baca Juga: 5 Sepatu Adidas Terbaik untuk Jalan Kaki Seharian: Bantalan Sol Empuk, Desain Stylish
3. Tongue atau Lidah Sepatu
Jika diperhatikan, bagian tongue sepatu asli terdapat tulisan “Adizero” dengan warna agak kecokelatan. Sementara itu, pada sepatu palsu, tulisan tersebut berwarna hitam pekat dan terlihat kasar. Perbedaan warna ini sering jadi pembeda paling mudah bagi pembeli yang jeli.
4. Size Label di Dalam
Sepatu original memiliki size label yang posisinya presisi dan tercetak dengan baik. Pada produk palsu, label ini sering ditempel miring atau offside. Selain itu, font-nya juga kurang rapi dibandingkan yang asli.
5. Heel atau Bagian Belakang
Bagian heel pada Adizero EVO SL asli berwarna hitam pekat, memberi kesan solid dan elegan. Sedangkan pada versi palsu, warnanya cenderung keabu-abuan, sehingga terlihat lebih pudar dan tidak sekuat sepatu original.
Tag
Berita Terkait
-
9 Sepatu Adidas dan New Balance Diskon Besar pada Promo 9.9: Mulai Rp 200 Ribuan!
-
Sepatu Adidas Terrex Cocok untuk Apa? Viral Dipakai Terduga Provokator Demo
-
Berapa Harga Sepatu Adidas Terrex Ori? Cek 5 Toko Resminya agar Tak Tertipu Produk KW
-
5 Sepatu Adidas Terbaik untuk Jalan Kaki Seharian: Bantalan Sol Empuk, Desain Stylish
-
Benar-benar Peduli Lingkungan? Ini Rekomendasi Sepatu Lari yang Eco Friendly
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
Terkini
-
Detik-Detik Mencekam di Sydney! Airbus A320 Nyaris Tabrakan dengan Boeing 777
-
Dukung Green Movement, PMII dan Nusa Jaya Perluas Ruang Hijau di Tengah Kota Jakarta
-
Menyamar Jadi Polisi, Pria Ini Curi Susu di 6 Minimarket Palembang, Gunakan KTA Polri Palsu
-
Novel Kisah Pi: Perjuangan Bertahan Hidup Bersama Harimau di Tengah Laut
-
Anti-Geser! 4 Chemical Sunscreen Lokal yang Nyaman Dipakai di Bawah Makeup
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Filosofi STY Bertemu Transformasi Bank Jakarta, Persija Bidik Juara Liga 1
-
Jalur Kematian Orang Indo! Belanda Didesak Sejarah Gelap Kolonial Masuk Kurikulum
-
Detik-detik Kebakaran Mobil Merambat ke Tempat Pengisian BBM di Bogor
-
Riau Sumbang 198 Hotspot, Karhutla di 3 Wilayah Capai 124 Hektare