- Kemenkop RI membuka lowongan untuk 8.000 posisi Asisten Bisnis (Business Assistant) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
- Posisi ini menawarkan honorarium sebesar Rp7.250.000 per bulan selama masa kontrak tiga bulan dan terbuka untuk profesional hingga usia 55 tahun.
- Tugas utama Asisten Bisnis adalah mendampingi KDKMP dalam operasional, menyusun rencana bisnis, dan mengakses pembiayaan.
Suara.com - Kementerian Koperasi Republik Indonesia (Kemenkop) kembali membuka peluang karier yang menarik bagi para profesional di seluruh Tanah Air melalui rekrutmen Asisten Bisnis (Business Assistant) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Lowongan ini merupakan bagian dari kelanjutan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang kini memasuki tahap operasional.
Peran Asisten Bisnis sangat vital untuk memberikan pendampingan intensif kepada KDKMP, membantu mereka dalam operasional, menyusun rencana bisnis, dan mengakses pembiayaan.
Dalam pengumuman resmi melalui Surat Edaran Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Nomor 1 Tahun 2025, Kemenkop, rekrutmen ini bekerja sama dengan Lembaga Psikologi Terapan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
Jumlah kebutuhan yang dibutuhkan dalam posisi ini sebanyak 8.000 orang dengan syarat terdaftar sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).
Lowongan ini menjadi sangat relevan, terutama dengan adanya daya tarik dari segi honorarium, batasan usia yang luas, serta manfaat signifikan yang ditawarkan bagi para profesional yang ingin berkontribusi langsung pada sektor perekonomian nasional.
Gaji dan Rincian Kontrak Kerja
Salah satu aspek yang paling menarik dari rekrutmen Asisten Bisnis ini adalah honorarium yang ditawarkan.
Kemenkop menetapkan honorarium sebesar Rp7.250.000 per bulan untuk setiap Asisten Bisnis yang lolos seleksi. Honorarium ini akan diberikan selama masa kontrak kerja yang berlangsung selama tiga bulan.
Baca Juga: Apa Itu PMO Koperasi Merah Putih? Ini Tugas dan Besaran Gajinya
Jumlah tersebut lebih dari tiga kali UMR Yogyakarta yang diperkirakan mencapai Rp 2.250.000. Cukup menarik bukan?
Selain honorarium, program ini juga menegaskan bahwa rekrutmen tidak dipungut biaya sepeser pun.
Seluruh rangkaian proses seleksi akan dilakukan secara daring atau online, sehingga memudahkan para peserta dari berbagai daerah untuk mengikutinya, asalkan mereka memastikan memiliki akses internet yang stabil.
Batas Usia yang Fleksibel dan Kualifikasi yang Inklusif
Kemenkop menetapkan kualifikasi yang terbilang inklusif, terutama dalam hal batasan usia. Calon pelamar harus berusia minimal 25 tahun dan maksimal 55 tahun pada tahun 2025.
Kriteria usia ini membuka kesempatan yang lebih luas tidak hanya bagi para lulusan baru, tetapi juga bagi para profesional yang sudah memiliki pengalaman matang di bidang terkait. Selain usia, terdapat beberapa persyaratan kualifikasi lainnya:
Berita Terkait
-
Zulhas Dorong Pesantren Dirikan Koperasi Desa, Jadikan Pusat Ekonomi Umat
-
Bebas Pajak Bagi Pekerja Rp10 Juta ke Bawah: Kado Manis atau Ilusi?
-
Pengumuman Hasil Akhir PMO Koperasi Kapan? Ini Jadwal Terbarunya
-
Yu Menglong Diduga Bunuh Diri, Berapa Gaji Aktor China?
-
Berapa Gaji Guru Sekolah Rakyat? Simak Rinciannya
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset
-
John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura
-
Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi
-
Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG
-
Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini
-
Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR
-
Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih
-
Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan
-
Norman Joesoef Jadi Wamenhan? Pakar: Rawan Konflik Kepentingan dan Pengalaman Birokrasi Nol
-
Misteri Penusukan di 16 Ilir Palembang, Pria Banyuasin Alami Luka di Kepala hingga Bahu