Tak dapat dipungkiri bahwa lapangan kerja baik dalam skala global maupun nasional sedang mengalami perlambatan signifikan.
Pertumbuhan lowongan kerja melambat dan persaingan untuk mendapatkan pekerjaan baru semakin ketat.
Kondisi yang demikian membuat pekerja enggan mengambil risiko untuk resign tanpa kepastian pekerjaan baru.
Beberapa ahli ketenagakerjaan juga melihat bahwa keengganan pekerja untuk pindah kerja adalah karena takut mendapat PHK atau dipecat.
Pekerja merasa lebih aman bertahan di posisi yang sudah mereka kenal daripada menjadi karyawan baru yang berisiko menjadi target PHK pertama.
Alasan lain yang tak kalah besar yakni perkembangan AI atau kecerdasan buatan.
Para pekerja memilih bertahan di pekerjaan yang dianggap "stabil" daripada beralih ke peran yang mungkin lebih rentan digantikan oleh AI di masa depan.
Terakhir, ada alasan paling besar yakni keadaan ekonomi yang makin tak menentu. Pekerja, terutama generasi muda, merasa tertekan oleh kenaikan harga kebutuhan sehari-hari.
Mereka akhirnya memilih untuk bertahan dengan gaji tetap dan tunjangan dari pekerjaan saat ini yang menjadi jaring pengaman finansial.
Baca Juga: Di Tengah Ekonomi Sulit, Begini Solusi UMKM dan Pekerja Tradisional dapat Bertahan dan Tumbuh
Berkaca dari beberapa alasan tersebut, bisa dipastikan bahwa job hugger tak serta merta menunjukkan bahwa job hugging adalah hal yang mutlak positif.
Job hugging membawa segudang dampak negatif
Beberapa pakar sumber daya manusia setuju bahwa job hugger justru membawa dampak negatif.
Laura Ullrich, Direktur Riset Ekonomi di Indeed Hiring Lab menilai bahwa job hugging membuat karier seseorang mandeg.
Ketika seorang pekerja merasa pekerjaannya jenuh tapi enggan resign adalah mimpi buruk bagi dirinya.
Ia menjadi merasa terjebak dan tak bisa berkembang.
Dr. Diane Hamilton melalui artikel yang ia tulis juga menekankan bahwa ada dampak psikologis dari job hugging.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
Terkini
-
Ramalan Zodiak Cinta 25 Maret 2026: Aries hingga Pisces Harus Jujur
-
6 Sepatu Jalan Kaki Tanpa Tali Alternatif Skechers Versi Brand Lokal
-
7 Parfum Indomaret Pria Tahan Lama dengan Wangi Semerbak
-
10 Ayat Al-Quran yang Cocok Dibacakan saat Acara Halal Bihalal Lebaran
-
Bolehkah Swasta Ikut WFA Saat Arus Balik Lebaran 2026? Simak SE Menteri Terbaru
-
WFH Hemat BBM Setelah Lebaran Mulai Kapan? Ini Aturan Lengkapnya
-
7 Rekomendasi Tinted Sunscreen Non Comedogenic, Aman untuk Kulit Berjerawat
-
Kekayaan Yaqut Cholil Qoumas yang Jadi Tahanan Rumah hingga Tak Diborgol
-
Kembali Ditahan di Rutan, Yaqut Cholil Qoumas Korupsi Berapa?
-
5 Contoh Teks Sambutan Halalbihalal Wali Kelas 2026 yang Singkat Namun Bermakna