Suara.com - Pulau Komodo selama ini dikenal dunia karena pesona alamnya yang luar biasa. Namun di balik keindahan itu, tersimpan tantangan yang masih membayangi, khususnya di sektor pendidikan.
Banyak anak harus berjalan jauh melewati jalur sulit hanya untuk bisa sampai di sekolah. Setibanya di ruang kelas, mereka kerap dihadapkan pada keterbatasan fasilitas belajar, mulai dari ruang sederhana hingga alat tulis yang serba minim.
Kondisi tersebut membuat semangat belajar sering kali terhambat, meski keinginan mereka untuk terus menimba ilmu tetap besar.
Berangkat dari kondisi ini, Deli Indonesia menunjukkan langkah nyata untuk mendukung pendidikan di daerah terpencil. Sepanjang September 2025, sekitar 6.000 paket bantuan alat tulis senilai Rp1,2 miliar kepada 14 sekolah di Labuan Bajo dan Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur disalurkan.
Bantuan tersebut mencakup kebutuhan dasar siswa seperti buku tulis, pensil, pulpen gel yang bisa dihapus, hingga perlengkapan penunjang lain. Barang-barang yang tampak sederhana ini justru menjadi sarana penting agar anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman.
“Pendidikan adalah fondasi penting untuk masa depan anak-anak Indonesia. Kami ingin memastikan semangat belajar tetap terjaga meski mereka berada jauh dari pusat kota,” ujar Ronny Rachmadani, Brand Manager Deli Indonesia.
Kepala Sekolah SMKN 2 Komodo, Felixius Farjono, menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi ini. Ia menuturkan bagaimana murid-muridnya tampak sangat gembira saat menerima paket alat tulis.
Menurutnya, perhatian seperti ini bukan hanya mendukung kegiatan belajar, tetapi juga memberikan dorongan moral yang membuat anak-anak merasa tidak berjalan sendiri dalam perjuangannya.
“Bantuan ini bukan sekadar alat tulis, tetapi juga simbol perhatian yang membuat mereka merasa diperhatikan. Anak-anak jadi lebih bersemangat belajar,” katanya.
Baca Juga: Jadi DPR Minimal Lulusan Apa? Ada 211 Wakil Rakyat Tak Cantumkan Pendidikan
Program donasi ini merupakan bagian dari kampanye #DeliPowerGanda, yang melibatkan masyarakat melalui mekanisme “Beli 1 Pulpen, Donasikan 1 Pulpen”.
Dengan cara sederhana tersebut, siapa pun yang membeli produk Deli otomatis ikut berkontribusi memberikan alat tulis bagi anak-anak yang membutuhkan.
Apa yang dilakukan Deli Indonesia di Pulau Komodo menjadi bukti bahwa mendukung pendidikan tidak selalu membutuhkan langkah besar.
Sebuah buku, sebuah pulpen, bisa menjadi simbol harapan yang menyalakan semangat anak-anak untuk terus belajar. Dari goresan sederhana di atas kertas, mereka sedang menulis jalan menuju masa depan yang lebih baik.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Luncurkan Motor Listrik Nasional, Presiden Prabowo Ancam Batasi Penggunaan Motor Bensin
-
Bertambah, Total 4 Orang Jadi Tersangka Kasus Hafalan Alquran Berhadiah Miras
-
Indonesia Tak Mau Cuma Jadi Pengguna AI, Wamen Nezar Ungkap Strategi Kuasai 5 Lapisan Teknologi AI
-
DPR Setuju Prabowo Evaluasi Buku Sekolah, Tapi Beri Syarat: Harus Gratis dan Tanpa Bisnis
-
Kanker Payudara dan Serviks Bisa Diam-Diam Berkembang, Jangan Tunggu Sampai Muncul Gejala!
-
Status dan Latar Belakang Tak Boleh Halangi Hak Korban Kekerasan Mendapat Keadilan
-
3 BB Cream Lokal Murah tapi Bagus Mulai Rp30 Ribuan, Cek Pilihannya
-
4 Tone Up Sunscreen Korea Vitamin C, Rahasia Punya Wajah Cerah Seharian!
-
UPH Festival 2026 Bekali Ribuan Mahasiswa Baru Temukan Jati Diri untuk Jadi Pemimpin Berdampak
-
Kemarau 3 Bulan, Warga Grobogan Gali Belik di Dasar Sungai