- Profesi pengelola gedung makin diminati seiring pertumbuhan properti.
- Peran pentingnya meliputi kenyamanan, keamanan, & efisiensi.
- Sertifikasi diperlukan untuk menyiapkan SDM kompeten.
Suara.com - Di tengah pesatnya pembangunan hunian modern, pusat bisnis, hingga ruang publik, kebutuhan akan tenaga profesional di bidang pengelolaan gedung semakin nyata. Jika dulu profesi ini jarang terdengar, kini posisinya makin dilirik sebagai peluang karier baru yang menjanjikan.
Perannya bukan hanya menjaga gedung tetap berdiri kokoh, tetapi juga memastikan kenyamanan, keamanan, dan efisiensi bagi para penggunanya.
1. Profesi dengan Permintaan Tinggi
Pertumbuhan kota-kota besar di Indonesia memunculkan ratusan proyek properti baru setiap tahunnya. Hotel, apartemen, mal, hingga perkantoran membutuhkan pengelola gedung yang paham sistem teknis sekaligus siap menjawab tantangan modern.
Itulah mengapa profesi ini dipandang punya masa depan cerah bagi pencari kerja yang ingin menapaki jalur berbeda.
2. Keterampilan yang Tak Lagi Sekadar Teknis
Seorang pengelola gedung dituntut bukan hanya memahami perawatan infrastruktur, tetapi juga memiliki kecakapan manajerial. Mulai dari mengelola anggaran, mengatur penyewa, hingga memastikan standar layanan berjalan sesuai kebutuhan penghuni.
Menurut Widya Kusuma Alkarana, Business Development Manager GMT Institute, program pelatihan di bidang ini “tidak hanya membekali pengetahuan teknis, tetapi juga keterampilan manajerial yang akan mendukung profesionalisme dalam jangka panjang.”
3. Dampaknya Nyata bagi Banyak Pihak
Baca Juga: Debat Panas di X Soal Personal Branding, Sebenarnya Kita Perlu Gak Sih?
Keberadaan pengelola gedung yang kompeten bukan sekadar soal administrasi. Frans, salah satu narasumber program pelatihan, menegaskan bahwa “ketika pengelola gedung memiliki kompetensi yang baik, dampaknya akan terasa pada efisiensi operasional, kepuasan penyewa, hingga nilai tambah bagi pemilik properti.”
Dengan kata lain, profesi ini memberikan kontribusi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
4. Jalan Masuk Lewat Sertifikasi
Untuk menyiapkan SDM yang siap pakai, GMT Institute menghadirkan Property Management Certification (PMC), sebuah program intensif yang menggabungkan teori dan praktik. Dari building management system, manajemen keuangan, hingga pelayanan pelanggan, peserta mendapat materi yang dirancang langsung oleh praktisi berpengalaman di industri.
Tujuannya jelas: melahirkan pengelola gedung yang tidak hanya paham teori, tetapi mampu terjun dan berkontribusi di lapangan.
Menyongsong Karier Masa Depan
Profesi pengelola gedung mungkin belum seterkenal bidang lain, namun potensinya kian besar seiring berkembangnya industri properti Indonesia.
Bagi mereka yang mencari jalur karier baru dengan prospek jangka panjang, bidang ini bisa menjadi pilihan yang tepat. Dengan keterampilan yang relevan dan sertifikasi yang mendukung, peluang untuk tumbuh bersama industri properti terbuka lebar.
Berita Terkait
-
Gen Z Ogah Jadi Akuntan, Masa Depan Profesi di Ujung Tanduk
-
Ceraikan Azizah Salsha, Karier Pratama Arhan Diprediksi Kembali Melesat?
-
Tren Fesyen Wanita Karier 2025: Ini 5 Item Wajib Ada di Lemari
-
Viral! DPRD Gorontalo Mau Rampok Uang Negara? Cek LHKPN-nya, Bikin Melongo
-
PA PK TNI 2025: Jadwal, Syarat, Link Pendaftaran, Jenjang Karier dan Gaji
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Mydervia Gandeng BTL Aesthetics Hadirkan Exion: Solusi Estetika Berbasis AI Pertama di Yogyakarta
-
Cara Daftar Mudik Gratis PLN 2026, Ada 12.500 Kuota Buat Pulang Kampung
-
Resep Nastar Wisman, Tekstur Empuk dan Lembut untuk Sajian Lebaran
-
7 Lokasi Tukar Uang Baru Selain via Aplikasi Pintar BI, Lengkap Syarat dan Caranya
-
5 Merek Parfum Pria yang Wanginya Tahan Lama di Alfamart
-
Bedak Apa yang Awet Seharian untuk Lebaran? Ini 5 Pilihan Terbaik Mulai Rp40 Ribuan
-
Jangan Terlewat, Sisterhood Modest Bazaar 2026 Hadirkan Koleksi Lebaran Eksklusif dari Brand Ternama
-
Daftar Lokasi Penukaran Uang Baru BI di Jawa Tengah untuk Lebaran 2026
-
Mark, Badut di Sirkus Kooza yang Bikin Ketawa Sekeluarga Lewat Humor Hangatnya
-
Jadwal Imsak dan Subuh Surabaya Hari Ini 26 Februari 2026, Cek Panduan Resmi Kemenag