- Dokter Tirta belum lama ini me-review sepatu lari Desle seri Magnum.
- Ia mengungkap keunggulan dan kekurangan dari sepatu keluaran brand lokal tersebut.
- Tak hanya untuk lari, sepatu tersebut aman dipakai untuk gym.
Suara.com - Dokter Tirta belum lama ini memberikan review mengenai salah satu seri sepatu Desle yang saat ini sedang ramai diperbincangkan oleh banyak orang.
Menurutnya, sepatu Desle khususnya seri Magnum memiliki daya tarik tersendiri, apalagi harganya relatif masih terjangkau.
"Kali ini dia merilis sepatu lari menurut saya cukup eye catching dengan harga sekitar Rp300 sampai Rp400 ribuan," ujar Dokter Tirta dikutip dari kanal YouTube-nya Tirta PengPengPeng pada Selasa, 30 September 2025.
Ia menyebut Desle sudah menunjukkan keseriusannya dalam menghadirkan produk, terbukti dengan desain kemasan yang keren dan kokoh.
"Dari box-nya, box-nya sih keren, warna biru, kokoh, tidak asal. Walaupun brand ini IP-nya dari Depok, Sleman, produksinya dari Jawa Timuran," beber Dokter Tirta dengan detail.
Salah satu keunggulan yang cukup mencolok dari sepatu Desle adalah ukuran yang sangat variatif, di mana mereka menyediakan size yang sangat luas.
"Size-nya gede. Untuk cowok dari 38-47. Untuk cewek 36-41. Jadi range size-nya dari 36 sampai 47 dan menurutku sepatu lokal yang range-nya seluas itu jarang," ungkap Dokter Tirta.
Dokter Tirta sendiri memilih ukuran 45 dengan seri Magnum berwarna hijau-tint/kuning, sebagai salah satu seri yang menarik untuk dicoba.
"Saya jujur-jujuran, belum saya pakai buat lari. Jadi pure kita akan unboxing tanpa ada gimmick apapun," ujarnya secara terbuka.
Baca Juga: Rekomendasi 5 Sepatu Lari Terbaik Tahun 2025, Nyaman dan Stylish
Harga sepatu Desle seri Magnum ini juga cukup terjangkau, yakni dipatok sekitar Rp479.800 yang menurutnya sudah sesuai dengan kualitas yang diberikan.
Lebih lanjut, salah satu aspek yang sangat diapresiasi oleh Dokter Tirta dari Desle seri Magnum adalah penggunaan material outsole yang terbuat dari rubber.
"Yang saya apresiasi adalah penggunaan rubber pada outsole, karena sepatu lokal itu jarang yang menggunakan rubber pada outsole untuk menghemat ongkos produksi. Tapi rubber-nya tidak begitu tebal," jelas Dokter Tirta.
Selain di outsole, rubber juga digunakan pada bagian midsole yang membuat sepatu ini cocok untuk berbagai tipe gaya lari.
"Ini buat kalian yang mid foot. Jadi ini aman buat yang heel strike karena ada rubber-nya. Jadi enggak cepat habis," tambah Dokter Tirta.
Menurutnya, sepatu ini memang cukup fleksibel dan aman dipakai oleh pelari dengan berbagai gaya, seperti heel strike, toe strike, midfoot, maupun pronasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara