Betapa terkejutnya si pelayan dan rekan-rekannya kala menemukan GK dan CDN dalam keadaan tragis.
"Pelayan sempat mengantarkan sarapan namun tidak ada yang menyahut. Lalu mereka menemukan kedua pasutri sedang tergeletak di lantai kamar mandi," beber Kapolsek Lembah Gumanti, AKP Barata Rahmat Sukarsih dalam keterangannya.
Sang suami kritis dan istri meninggal dunia
Kedua pasutri tersebut akhirnya dibawa ke puskemas terdekat untuk mendapatkan penanganan darurat.
Namun takdir berkata lain, CDN, yakni sang istri dinyatakan meninggal dunia.
Sementara GK masih dirujuk ke RSUD Arosuka dengan kondisi kritis dan berada di penanganan tim medis.
Tak ditemukan tanda-tanda kekerasan
Polisi akhirnya melakukan ulah TKP usai CDN dan sang suami ditemukan tergeletak di lantai kamar mandi.
Tak ditemukan satupun tanda-tanda kekerasan maupun tanda bahwa ada orang yang mengakses kamar kedua pasutri tersebut.
Baca Juga: Dari Musik hingga Pacuan Kuda: Festival SARGA Siap Meriahkan Payakumbuh di IHR Cup II 2025!
Polisi memperoleh temuan bahwa CDN meninggal dunia dalam perjalanan ke puskemas usai dirinya ditemukan kritis.
"Visum luar tidak ada ditemukan tanda kekerasan. Kondisinya sudah meninggal dunia saat dibawa ke puskesmas," lanjut AKP Barata Rahmat.
Diduga keracunan gas water heater
Muncul dugaan di tengah publik bahwa kedua pasangan suami istri tersebut keracunan gas pemanas air atau water heater dan tak mendapat oksigen yang cukup.
Dugaan tersebut hingga kini belum bisa dipastikan lantaran polisi masih menunggu hasil visum secara lengkap.
"Kami belum bisa menyimpulkan. Kalau untuk kemungkinan-kemungkinan bisa semua. Tapi belum bisa dipastikan," jelas Barata.
Tidak diautopsi
Barata mengungkap bahwa pihaknya sempat mengalami kendala saat hendak melakukan autopsi terhadap CDN.
Awalnya, keluarga CDN menyetujui agar putri mereka diautopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya.
Namun, keluarga akhirnya memilih untuk segera mengantarkan CDN untuk dimakamkan hingga polisi tak bisa melanjutkan autopsi.
Barata mengaku tak tahu menahu kenapa keluarga korban tiba-tiba ingin CDN segera dimakamkan dan tak diotopsi.
"Keluarga sudah ditawarkan, awalnya disetujui, sudah membuat laporan polisi dan permohonan autopsi, namun tidak jadi. Kami tidak tahu apa alasan keluarga," terang Barata.
Suami hadiri pemakaman istri
Suasana duka menyelimuti pemakaman CDN pada Jumat (10/10). GK yang belum sepenuhnya pulih turut hadir.
Ia yang masih terpukul mengantarkan istri ke tempat peristirahatan terakhir. Kondisinya masih dengan menggunakan selang infus, dibantu dibopong kerabat.
Kontributor : Armand Ilham
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Ulang Tahun ke-85, Mien R. Uno Luncurkan Buku Cermin Diri: Berisi Pesan untuk Generasi Muda
-
Belajar Bahasa Inggris Bukan Sekadar Hafal Kosa Kata, Ini Tantangan yang Harus Disadari Orang Tua
-
Jangan Asal Pakai Skincare, Kulit Berjerawat Butuh Formula yang Tetap Jaga Lapisan Pelindung Kulit
-
4 Sunscreen Paling Murah untuk Mencerahkan Wajah dan Hempaskan Flek Hitam
-
31 Mei dan 1 Juni 2026 Libur Apa? Ini Bedanya agar Tak Salah Momen
-
Terpopuler: Sepatu Tanpa Tali dari New Balance hingga Adidas Buat Jalan Kaki Anti Pegal
-
Apa Makna Hari Raya Waisak bagi Umat Buddha?
-
5 Matras Yoga Anti Slip yang Nyaman Dipakai Olahraga, Banyak Dipuji Tidak Gampang Geser
-
Jadwal dan Susunan Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 di Jakarta, Ini Dresscode-nya
-
Kenapa Pancasila Lahir pada Tanggal 1 Juni 1945? Ini Sejarah Perjuangannya