- Persiapan & Primer Penting – Bersihkan karat, amplas halus, lalu aplikasikan primer anti karat sebelum cat utama agar hasil lebih awet dan tidak mudah mengelupas.
- Teknik & Cuaca – Gunakan lapisan tipis bertahap (lebih baik 3 tipis daripada 1 tebal), ikuti waktu kering antar lapisan, dan hindari pengecatan saat cuaca terlalu panas atau lembap.
- Produk & Perhitungan – Pilih cat besi berkualitas seperti Propan, Avian, Dulux, Nippon, atau Puffin, dan hitung kebutuhan cat sesuai luas pagar (sekitar 1 kg untuk 8–10 meter persegi per lapisan).
Suara.com - Pagar besi sering jadi elemen penting di rumah, bukan hanya sebagai pelindung, tapi juga penunjang estetika. Sayangnya, banyak orang mengeluh cat pagar besi cepat kusam atau mengelupas, padahal baru beberapa bulan dicat.
Kuncinya bukan hanya pada jenis cat yang dipakai, tapi juga persiapan permukaan dan teknik pengecatan.
Persiapan Permukaan: Fondasi yang Sering Diabaikan
Sebelum bicara soal cat, hal pertama yang wajib dilakukan adalah memastikan permukaan besi benar-benar siap.
Bersihkan karat dan kotoran dengan sikat kawat atau amplas. Setelah itu, cuci dengan sabun dan air untuk menghilangkan minyak. Pastikan kering sempurna.
Amplas halus (grit 180–220) agar tercipta tekstur mikro yang membantu cat menempel lebih kuat. Langkah ini sering disepelekan, padahal justru menentukan daya tahan cat.
Primer: Lapisan Dasar yang Wajib
Setelah permukaan siap, jangan langsung cat warna. Aplikasikan dulu primer anti karat.
Primer berfungsi sebagai perekat cat utama sekaligus pelindung dari korosi.
Baca Juga: Bosan dengan Warna Rambut Itu Saja? Ini 5 Rekomendasi Cat Rambut yang Bagus dan Tahan Lama
Biarkan kering sesuai petunjuk sebelum lanjut ke cat utama.
Teknik Pengecatan yang Benar
- Aduk cat hingga rata sebelum digunakan.
- Aplikasikan tipis dan merata. Lebih baik tiga lapis tipis daripada satu lapis tebal yang mudah retak.
- Ikuti petunjuk produk soal pengenceran dan waktu kering antar lapisan.
Kondisi Cuaca Saat Mengecat
Hindari mengecat saat cuaca terlalu panas atau lembap. Cat bisa cepat kering di luar tapi belum menempel sempurna di dalam. Setelah selesai, lindungi pagar dari hujan dan debu sampai benar-benar kering.
Rekomendasi Cat Besi untuk Pagar
Berikut beberapa pilihan cat besi yang populer di pasaran dengan harga terjangkau:
- Propan Primtop PT-88 (Rp 70–90 ribu/kg): berbasis alkyd, anti karat, tahan cuaca tropis, hasil akhir mengilap.
- Avian High Gloss Enamel (Rp 65–85 ribu/kg): warna tajam, daya rekat kuat, tahan panas dan hujan.
- Dulux V-Gloss (Rp 80–100 ribu/kg): cat enamel premium dengan hasil halus dan perlindungan ekstra terhadap karat.
- Nippon Bodelac 2-in-1 (Rp 75–95 ribu/kg): bisa langsung diaplikasikan tanpa primer, hemat waktu.
- Puffin Alkyd Synthetic Enamel (Rp 60–80 ribu/kg): cepat kering, daya sebar luas, cocok untuk pagar outdoor.
Cara Hitung Kebutuhan Cat
Rata-rata, 1 kg cat besi bisa menutup sekitar 8–10 m² permukaan untuk satu lapisan. Jika pagar rumah Anda panjangnya 10 meter dengan tinggi 1,5 meter, luas totalnya sekitar 15 m². Dengan asumsi butuh dua lapisan cat, maka diperlukan sekitar 3–4 kg cat.
Agar cat pagar besi awet dan tidak cepat mengelupas, jangan hanya fokus pada merek cat. Persiapan permukaan, penggunaan primer, teknik pengecatan, hingga kondisi cuaca saat aplikasi sama pentingnya. Dengan kombinasi langkah yang tepat dan pemilihan cat berkualitas, pagar rumah bisa tampil rapi, tahan lama, dan bebas karat bertahun-tahun.
Investasi kecil di awal akan menghemat biaya perawatan di kemudian hari. Jadi, sebelum membeli cat, pastikan Anda juga menyiapkan waktu untuk persiapan yang matang.
Berita Terkait
-
Bosan dengan Warna Rambut Itu Saja? Ini 5 Rekomendasi Cat Rambut yang Bagus dan Tahan Lama
-
10 Cat Interior Anti Jamur dan Anti Lembap untuk Mempercantik Rumah, Mulai Rp90 Ribuan
-
5 Cat Pelapis Besi Terbaik Awet Puluhan Tahun: Tahan Karat, Panas, dan Hujan
-
7 Rekomendasi Cat Kamar agar Terlihat Luas Lengkap dengan Langkah Ngecat Sendiri
-
6 Cat Tembok 5 Kg Murah dengan Kualitas Terbaik, Harga Mulai Rp50 Ribuan
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
5 Shio Paling Beruntung dan Makmur di 27 Februari 2026, Kamu Termasuk?
-
Profil Bunga Sartika, Host 'Halo Qha Qha Permisi' Mendadak Resign, Gara-gara Rahasia Terbongkar?
-
Niat Bayar Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri, Jangan Sampai Salah Bacaan
-
Apakah Sepeda Listrik Boleh Dicuci? Ini Caranya Supaya Tidak Tersetrum
-
7 Sepeda Push Bike Anak Kokoh selain London Taxi, Rangka Kuat Tahan Banting
-
10 Karakter Orang yang Suka Musik Jazz dan Fakta Menarik di Baliknya
-
Apakah Karyawan Kontrak Resign Sebelum Lebaran dapat THR? Ini Ketentuannya
-
Kapan THR Karyawan Swasta 2026 Cair? Intip Bocoran Tanggal dan Aturan Mainnya
-
Kronologi Irawati Puteri Eks SPG Nugget Lulus S2 Stanford Pakai Beasiswa LPDP
-
Jadwal Imsak Yogyakarta 27 Februari 2026, Cek Tips Sahur agar Kuat Puasa