- Ancaman kesehatan siklon tropis memicu penyebaran virus zoonotik dari tikus.
- Penyakit diabetes melitus memperparah risiko ancaman kesehatan siklon tropis tersebut.
- Kebersihan lingkungan pasca-bencana mencegah ancaman kesehatan siklon tropis mematikan.
Suara.com - Cuaca ekstrem akibat siklon tropis tengah membayangi sejumlah wilayah.
Siklon tak hanya soal angin kencang dan banjir, ancaman kesehatan serius kini mengintai di balik genangan air dan tumpukan sampah.
Mulai dari Hantavirus yang dibawa tikus, hingga fakta mengejutkan soal Diabetes Tipe 2 yang kian mengincar generasi muda.
Bagaimana fenomena alam ini berkaitan dengan risiko penyakit mematikan? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Dampak Siklon: Bukan Sekadar Banjir
Siklon tropis memicu curah hujan tinggi dan gelombang pasang yang berujung pada kerusakan infrastruktur.
Namun, masalah sebenarnya muncul pasca-bencana saat kebersihan lingkungan menurun drastis.
Beberapa penyakit yang langganan muncul antara lain:
- ISPA & Influenza: Akibat cuaca dingin dan daya tahan tubuh drop.
- Diare: Karena akses air bersih yang tercemar bakteri E. coli.
- Demam Berdarah (DBD): Genangan air menjadi hotel bintang lima bagi nyamuk Aedes aegypti.
- Leptospirosis: Penyakit dari urine tikus yang masuk lewat luka terbuka saat banjir.
- Penyakit Kulit: Infeksi jamur dan gatal-gatal akibat kontak dengan air kotor.
Hantavirus: "Teror" dari Kotoran Tikus yang Menguap
Baca Juga: Jelajah Kota Piala Dunia 2026 Monterrey: Surga Daging Panggang dan Tacos buat Suporter
Di tengah lingkungan yang kotor pasca-banjir, Hantavirus menjadi ancaman nyata.
Virus zoonotik ini ditularkan dari hewan pengerat (tikus) ke manusia.
Di Indonesia, jenis yang paling sering ditemukan adalah Seoul virus (SEOV).
Tikus rumah bisa membawa virus ini tanpa terlihat sakit. Namun, bagi manusia, dampaknya bisa fatal hingga menyebabkan kematian. Penularannya tergolong unik tapi berbahaya:
- Terhirup (Aerosol): Saat Anda menyapu kotoran atau urine tikus yang sudah kering, partikel virus bisa terbang ke udara dan terhirup masuk ke paru-paru.
- Kontak Langsung: Menyentuh benda yang terkontaminasi lalu memegang hidung atau mulut.
- Gigitan: Meski jarang, gigitan tikus juga bisa menularkan virus ini.
Hantavirus dapat menyebabkan gangguan jantung dan paru-paru (HCPS) atau menyerang ginjal (HFRS).
Kemenkes mencatat bahwa setidaknya 1 dari 10 orang di Indonesia pernah terpapar virus ini tanpa disadari.
Berita Terkait
-
Jakarta Siaga Hantavirus: 4 ABK dari Somalia Masuk RSUD Cengkareng, Begini Kondisinya
-
Dulu Identik dengan Lansia, Mengapa Diabetes Tipe 2 Kini 'Hobi' Menyerang Remaja?
-
Bola Ada di Tangan BPOM: Saatnya Wajibkan Label Peringatan Gula
-
Awas Ancaman Hantavirus! Jangan Asal Bersihkan Kotoran Tikus, Ini Tips Amannya
-
Jakarta Catat 6 Suspek Hantavirus, Aktivitas Bersih-Bersih Rumah Bisa Jadi Pemicu Paparan
Terpopuler
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
- 17 Kode Redeem FF 25 Agustus 2026: Kesempatan Dapat Voucher dan Skin Senjata Terbaru
- Waduk Jatigede Surut, Warga Sumedang Manfaatkan Lahan untuk Bertani
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Gara-gara Ledakan AI, Kabel Laut Yang Dibangun 5 Tahun Habis Dalam Setahun
-
Hindari Macet! Ini Rekayasa Lalu Lintas Jakarta Saat Demo 27 Agustus
-
Bobotoh Bisa Nonton Persija vs Persib di GBK? ILeague Singgung Demo Jakarta
-
17 Tersangka Karhutla Sumsel Diproses, Lalu Bagaimana dengan 545 Hotspot di Konsesi?
-
Proses Hukum Febrie Adriansyah Dinilai Cederai Keadilan Prosedural
-
Inul Daratista Tegas Tolak Tawaran Masuk Politik: Takut Jadi Umpan Politik dan Tumbal Keadaan
-
Koalisi Ojol Nasional Tegaskan Tak Ikut Demo 27 Agustus: Driver Harus Waspadai Hoaks
-
Kaltim Masuk 10 Besar Nasional Provinsi Rawan Karhutla
-
Ratusan Kepala SPPG Dipecat, 455 Dapur MBG Ditutup
-
Makan Malam Berubah Jadi Mimpi Buruk, 8 Anggota Keluarga Tewas dalam Penembakan Montana