Sedangkan gerakan ondel-ondel yang menari mengikuti irama tanji atau gambang kromong melambangkan kegembiraan dan rasa syukur atas kehidupan.
Pada masa kolonial Belanda, ondel-ondel sering tampil di acara rakyat, terutama dalam pesta panen, sunatan, atau penyambutan tamu penting.
Kala itu, masyarakat Betawi menampilkan ondel-ondel sebagai hiburan rakyat sekaligus bentuk kebanggaan terhadap budaya lokal mereka di tengah tekanan penjajahan.
Namun memasuki era modern, fungsi ondel-ondel mulai bergeser. Ondel-ondel tak lagi dianggap memiliki kekuatan magis, melainkan menjadi simbol kebudayaan yang merepresentasikan identitas Jakarta.
Tahun 1970-an, ondel-ondel resmi diangkat sebagai ikon budaya Betawi oleh pemerintah DKI Jakarta. Sejak saat itu, boneka raksasa ini selalu hadir dalam berbagai festival, seperti Pekan Raya Jakarta, parade budaya, hingga acara kenegaraan.
Sayangnya, seiring perkembangan zaman, muncul pula fenomena ondel-ondel ngamen di jalanan. Para pengamen membawa ondel-ondel keliling sambil menabuh musik dari kaleng dan meminta uang dari warga.
Banyak pihak menilai praktik ini menurunkan nilai sakral dan estetika budaya Betawi. Pemerintah pun berupaya mengatur agar ondel-ondel kembali ditampilkan dengan cara yang layak, seperti dalam pertunjukan budaya atau kegiatan pariwisata.
Kini, berbagai komunitas Betawi dan lembaga budaya gencar melakukan pelestarian ondel-ondel melalui workshop, festival, hingga pelatihan membuat boneka tradisional ini. Sekolah-sekolah di Jakarta pun kerap mengajarkan kesenian ondel-ondel kepada siswa, agar generasi muda memahami nilai sejarah dan filosofi di baliknya.
Kontributor : Dea Nabila
Baca Juga: Erina Gudono Unggah Momen Tedhak Siten Bebingah, Berapa Usia Ideal Bayi saat Melakukannya?
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda