Suara.com - Istilah mabuk agama menjadi sorotan usai Yudo Sadewa, Putra Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengkritik cara sebagian masyarakat Indonesia dalam memahami dan menerapkan agama di kehidupan.
Ia menyebut, banyak orang yang mabuk agama, namun di sisi lain tak sedikit pula yang justru tidak beragama sama sekali.
Pernyataan ini memicu perdebatan luas karena menyentuh isu sensitif yakni bagaimana agama dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Yudo, akar dari berbagai masalah sosial seperti korupsi dan kejahatan di Indonesia justru berasal dari pemahaman agama yang keliru yakni ketika seseorang menghubungkan segala sesuatu dengan agama tanpa dasar ilmu pengetahuan.
"Padahal gini guys, untuk memperkuat keimanan kita harus belajar yang namanya ilmu pengetahuan," katanya, dikutip dari TikTok @yudosadewa, Kamis (6/11/2025).
Arti Istilah Mabuk Agama
Bicara soal arti istilah mabuk agama, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata "mabuk" berarti berbuat di luar kesadaran.
Maka, mabuk agama dapat dimaknai sebagai keadaan di mana seseorang mengamalkan ajaran agama secara berlebihan hingga mengabaikan akal sehat, logika, bahkan kemanusiaan.
Mengutip situs Jateng.nu.id, KH Ahmad Mustofa Bisri sering mengingatkan bahwa semangat beragama harus selalu diimbangi dengan pemahaman beragama.
Fenomena ini dapat dianalisis sebagai proses psikologis yang bertahap. Tahap awal muncul dari keinginan kuat beragama, kemudian berubah menjadi ambisi, lalu mabuk, dan akhirnya bisa menuju fanatisme atau bahkan kegilaan.
Baca Juga: Aktivis Serukan Pimpinan Pusat HKBP Jaga Netralitas dari Kepentingan Politik
Dalam tahap mabuk agama, seseorang meyakini bahwa semua tindakannya sah atas nama Tuhan, tanpa mau mempertimbangkan baik-buruk atau benar-salah.
Secara sosiologis, mabuk agama dapat melahirkan berbagai bentuk perilaku menyimpang.
Konsekuensi Mabuk Agama
Setidaknya ada tiga konsekuensi besar yang bisa diamati. Pertama, munculnya komodifikasi agama yakni penggunaan simbol-simbol religius untuk tujuan ekonomi atau politik.
Labelisasi syariah dalam berbagai produk dan jasa seperti koperasi, rumah sakit, hotel, hingga perumahan sering kali dimanfaatkan untuk kepentingan bisnis.
Tak jarang, hal ini berujung pada penipuan, seperti kasus First Travel, 212 Mart, hingga Kanjeng Dimas yang mengaku menggandakan uang. Fenomena ini menunjukkan bahwa spiritualitas sering kali disulap menjadi komoditas.
Kedua, lahirnya gerakan takfiri, yakni kecenderungan untuk mengkafirkan pihak lain di luar kelompoknya. Gerakan ini muncul dari rasa superioritas spiritual merasa paling benar, paling suci, dan paling dekat dengan Tuhan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
4 Rekomendasi Parfum Woody Lokal, Wangi Mewah Elegan dan Tahan Lama
-
Bingung Pilih Physical Sunscreen? Ini 5 Produk Minimal SPF 30 yang Nyaman di Kulit
-
Tren Traveling Bergeser, Wisatawan Kini Utamakan Kemudahan Ubah Jadwal Penerbangan
-
6 Sunscreen Anti White Cast agar Makeup Tidak Geser dan Mudah Crack
-
3 Zodiak yang Bakal Raih Keberuntungan dan Cuan Hari Ini 14 Mei 2026
-
Mengapa Ibu Kota Negara Indonesia Tetap Jakarta Bukan IKN?
-
Terpopuler: Fasilitas Pendopo Tulungo Milik Soimah, Compact Powder Bagus untuk Usia 40-an
-
Ketua MPR Ahmad Muzani dari Partai Apa? Jadi Sorotan di Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar
-
Profil Dede Sunandar yang KDRT hingga Selingkuhi Karen Hertatum
-
Siap-Siap! Bekasi Bakal Punya Pusat Lifestyle Baru dengan Vibes Alfresco yang Estetik