- Tren "Bapmericano" tengah viral di Korea.
- Tren ini melibatkan pencampuran nasi ke dalam kopi Americano.
- Meski tampak aneh, banyak yang mencoba justru memberikan ulasan positif.
Suara.com - Korea Selatan dengan budayanya yang dinamis sering kali memunculkan tren-tren viral yang unik, terutama di dunia kuliner. Yang terbaru, adalah tren nasi campur americano.
Fenomena tersebut dikenal sebagai "Bapmericano", gabungan dari "bap" (nasi) dan "Americano."
Tren ini tidak merujuk pada kebiasaan minum kopi setelah makan, melainkan tindakan kontroversial mencampur nasi langsung dengan segelas es Americano.
Dilansir dari laman The Chosun Daily, tren ini bermula dari sebuah video Instagram yang memperlihatkan nasi instan hangat, es, dan Americano disatukan dalam sebuah mangkuk.
Video tersebut diliputi keterangan, "Saya makan ini saat saya mengantuk atau tidak punya nafsu makan."
Sontak saja video tersebut berhasil menarik perhatian jutaan pasang mata. Video-video serupa juga dengan cepat menyusul, masing-masing mengumpulkan jutaan views, menunjukkan betapa cepatnya tren ini menyebar di platform media sosial.
Apa Itu Bapmericano dan Mengapa Ini Viral?
Pada intinya, Bapmericano adalah perpaduan yang tidak konvensional antara nasi putih dengan kopi hitam dingin.
Ide di balik kombinasi ini muncul dari keinginan untuk menyatukan dua elemen penting dalam diet banyak orang Korea: nasi sebagai makanan pokok dan Americano sebagai minuman kafein pendorong energi.
Bagi sebagian orang, ini adalah solusi praktis ketika mereka merasa lelah tetapi perlu makan, atau saat nafsu makan mereka rendah.
Baca Juga: Petualangan Rasa di Kota Kembang: Jelajahi Sarapan, Camilan, dan Makan Malam Ikonik Bandung
Reaksi terhadap tren ini sangat terbagi. Bagi mereka yang belum pernah mencoba, gagasan ini sering kali memicu respons "mengejutkan" dan rasa skeptis.
Namun, anehnya, banyak yang sudah mencoba justru memberikan ulasan yang "lebih baik dari perkiraan."
Mereka berpendapat bahwa rasa pahit dan roasted dari kopi Americano justru menyerupai rasa teh jelai, mengurangi kesan aneh dari perpaduan tersebut.
Bahkan ada yang menikmati Bapmericano dengan lauk pendamping seperti kimchi, kimchi lobak, atau ikan teri bumbu.
Beberapa bahkan membandingkannya dengan ochazuke dari Jepang, hidangan di mana nasi dicampur dengan teh hijau dan diberi topping.
Akar Budaya dan Eksperimen Kuliner
Tren Bapmericano ini, meski tampak aneh, sebenarnya memiliki akar yang dalam dalam budaya makan Korea yang sangat rice-centric atau berpusat pada nasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci