- Hawker Street Pluit Village hadir dengan konsep baru yang memadukan cita rasa nusantara, Asia, dan Western dalam suasana modern dengan harga mulai Rp25.000.
- Rekonsep ini mengikuti tren kuliner autentik, menghadirkan 80% tenant halal dan 20% non-halal untuk beragam pilihan rasa.
- Mingtoro Budiman menyebut pembaruan ini untuk menghadirkan pengalaman kuliner yang membanggakan dan menjadi destinasi favorit keluarga di Jakarta Utara.
Suara.com - Dunia kuliner Jakarta kembali ramai dengan hadirnya wajah baru Hawker Street Pluit Village, destinasi kuliner legendaris yang kini tampil lebih segar dan berkarakter.
Terletak di lantai satu Pluit Village, area ini bukan sekadar foodcourt biasa, melainkan casual dining area yang memadukan kelezatan rasa, kehangatan budaya, dan kenyamanan suasana dalam satu tempat.
Melalui proses rekonsep besar-besaran, Hawker Street kini menawarkan variasi kuliner yang lebih kaya dan beragam, menghadirkan perpaduan antara hidangan khas nusantara, Chinese, fusion Asia, hingga Western.
Lebih dari 30 pilihan makanan utama dan camilan ringan tersedia untuk memanjakan pengunjung, dengan komposisi tenant yang mencerminkan inklusivitas kuliner Indonesia: 80 persen menyajikan hidangan halal, sementara 20 persen lainnya menawarkan menu non-halal berupa jajanan otentik khas daerah.
Selain menyuguhkan ragam cita rasa, Hawker Street juga memperhatikan aspek kenyamanan dan aksesibilitas. Dengan harga terjangkau mulai Rp25.000 hingga Rp100.000, pengunjung dapat menikmati kuliner lezat tanpa khawatir soal anggaran.
Area makan yang berkapasitas lebih dari 500 kursi ini mengusung nuansa heritage Chinatown, menciptakan suasana hangat dan estetik yang cocok untuk bersantap bersama keluarga, teman, maupun kolega.
Langkah ini merupakan bentuk adaptasi Pluit Village terhadap dinamika tren kuliner masa kini. Dalam beberapa tahun terakhir, selera masyarakat menunjukkan pergeseran menuju kuliner lokal yang lebih autentik dan pengalaman bersantap yang lebih modern dan bersih.
Melihat perubahan itu, Pluit Village mengembangkan Hawker Street menjadi tempat yang bukan hanya menyajikan makanan lezat, tetapi juga menghadirkan suasana makan yang menonjolkan budaya dan kebersamaan.
“Kami melihat tren kuliner saat ini bergerak sangat cepat. Masyarakat semakin tertarik untuk mengeksplorasi kuliner yang autentik, namun tetap mencari suasana yang modern dan nyaman,” jelas Mingtoro Budiman, Mall Direktur Pluit Village.
Baca Juga: Lebih dari Sekadar Makanan: Bagaimana Kuliner Indonesia Membentuk Pengalaman Wisatawan?
Ia menambahkan, langkah rekonsep ini lahir dari keinginan untuk memberi pengalaman bersantap yang lebih bermakna.
“Melalui rekonsep Hawker Street ini, kami ingin menghadirkan pengalaman kuliner yang tidak hanya menggugah selera, tetapi juga menghadirkan rasa bangga terhadap kekayaan kuliner Indonesia,” ujarnya.
Lebih lanjut, Mingtoro berharap Hawker Street dapat menjadi tempat favorit bagi keluarga dan komunitas di kawasan Jakarta Utara.
“Kami berharap Hawker Street Pluit Village dapat menjadi destinasi pilihan bagi keluarga dan komunitas juga melengkapi pilihan makanan yang sudah ada di Pluit sebelumnya untuk menikmati beragam sajian nusantara dengan harga terjangkau dan suasana yang menyenangkan,” tambahnya.
Dengan wajah barunya, Hawker Street Pluit Village siap menjadi ikon kuliner keluarga dan komunitas yang tidak hanya menawarkan kelezatan, tetapi juga menghidupkan kembali semangat kuliner Indonesia dalam kemasan modern.
Kawasan ini diharapkan mampu menjadi destinasi kuliner utama di Jakarta Utara sekaligus jembatan antara tradisi dan tren baru dalam dunia kuliner Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Kekayaan Dyastasita Widya Budi Juri LCC 4 Pilar MPR RI Versi LHKPN, Tak Punya Kendaraan?
-
DD Cream untuk Apa? Ini 4 Rekomendasi Mulai Rp30 Ribuan dari Brand Lokal
-
Apa itu Fistula Perianal? Penyakit yang Diderita Nadiem Makarim
-
Apakah Jumat 15 Mei 2026 Libur? Ini Keputusan Resmi Pemerintah Soal Cuti Bersama
-
6 Bedak Tabur Lokal Anti Luntur Kualitas High-End, Makeup No Geser Pori-pori Tersamar Sempurna
-
9 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki untuk Haji, Nyaman Dipakai Tempuh hingga 50 Km
-
Tak Cuma Ortuseight Hyperblast 2.0, Ini 6 Sepatu Lari Lokal 'Max Cushion' yang Super Empuk
-
Festival Raksha Loka, Buktikan Solusi Komunitas Sebagai Kunci Hadapi Krisis Iklim Global
-
Berapa Tarif Kamaruddin Simanjuntak yang Bongkar Kasus Ferdy Sambo?
-
Menyelamatkan yang Terbuang: Perjalanan Dr. Susana Membangun Pejaten Shelter