Kalimat lengkapnya berbunyi: "We must secure the existence of our people and a future for white children."
Ungkapan ini berasal dari ideolog ekstremis David Lane dan sering muncul pada insiden kekerasan bermotif rasial di luar negeri.
Tulisan-tulisan lain di senjata tersebut adalah nama-nama seperti Brenton Tarrant, Luca Traini, dan Alexandre Bissonnette.
Ini memperkuat dugaan bahwa pelaku terinspirasi oleh serangan teroris di luar negeri. Ketiganya merupakan pelaku penembakan masjid di Selandia Baru (2019), Italia (2018), dan Kanada (2017) yang menargetkan jamaah Muslim saat beribadah.
Brenton Tarrant, misalnya, adalah pelaku penembakan massal di Christchurch, Selandia Baru, yang menewaskan 51 orang dan melukai 89 lainnya.
Ia dikenal karena menuliskan nama-nama pelaku kekerasan serupa di senjatanya dan menyiarkan aksinya secara langsung di media sosial.
Luca Traini, warga Italia berusia 28 tahun, melakukan penembakan terhadap enam imigran Afrika pada tahun 2018, sedangkan Alexandre Bissonnette membunuh enam jamaah masjid di Quebec pada tahun 2017. Ketiganya dikenal karena menyebarkan ideologi kebencian berbasis ras dan agama.
Konteks Lokal, Ledakan SMA 72 Jakarta
Meski tulisan-tulisan tersebut menunjukkan inspirasi dari gerakan ekstremis internasional, polisi menegaskan bahwa belum ada bukti kuat keterkaitan antara pelaku dan jaringan teror mana pun.
Penyelidikan kini difokuskan pada latar belakang pribadi, kondisi psikologis, serta aktivitas daring pelaku.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Bakal Rilis Tentang Ledakan SMAN 72 Jakarta yang Lukai Puluhan Siswa
Kapolri juga meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi. Masyarakat diminta berhati-hati agar tidak memunculkan narasi yang salah. Saat ini fokus utama kepolisian adalah memastikan keamanan sekolah dan pemulihan para korban.
Sementara itu, area SMA 72 Jakarta masih dalam penjagaan ketat aparat Polri dan TNI. Beberapa saksi menyebut ledakan terdengar dua kali dan menyebabkan kepanikan besar di dalam sekolah.
Pada hari kejadian, para siswa segera dievakuasi ke luar kompleks, sementara orang tua berdatangan untuk menjemput anak-anak mereka.
Demikian itu penjelasan yang dapat diberikan untuk menjawab pertanyaan apa arti "For Agartha", tulisan di "senjata" di TKP ledakan SMA 72 Jakarta.
Tulisan "For Agartha" di "senjata" yang ditemukan menjadi simbol misterius yang kini tengah ditelusuri maknanya oleh penyidik.
Apakah kalimat itu sekadar imitasi dari ideologi ekstremis luar negeri atau pertanda ketertarikan terhadap ajaran konspiratif tertentu, semua masih dalam penyelidikan. Namun satu hal jelas masyarakat harus tetap waspada.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
Terkini
-
Moisturizer Emina untuk Umur Berapa? Ini Tips Pemakaian di Setiap Usia
-
Contoh Susunan Acara Halalbihalal RT/RW Lengkap, Sederhana tapi Bermakna
-
5 Rekomendasi Moisturizer 'Combo Maut' Atasi Kulit Berminyak dan Berjerawat
-
Promo Alfamart Paling Murah Sejagat 24-31 Maret 2026: Belanja Hemat Akhir Bulan
-
Masuk Sekolah Setelah Lebaran 2026 Kapan? Ini Jadwal Resminya
-
Contoh Ikrar Syawalan Singkat, Bisa untuk Acara di Sekolah hingga Lingkungan Rumah
-
Jadwal Ganjil Genap Jakarta, One Way dan Contraflow Pascalebaran 2026
-
Bank Buka Mulai Kapan Setelah Lebaran 2026? Ini Jadwal Lengkapnya
-
6 Sepatu Skechers Diskon di Sports Station, Sepatu Anak Mulai Rp200 Ribuan
-
6 Shio yang Diprediksi Hoki dan Mendapat Keberuntungan Finansial pada 24 Maret 2026