Suara.com - Kerusakan skin barrier dapat dialami siapa saja, baik remaja maupun orang dewasa. Ketika lapisan pelindung kulit ini terganggu, berbagai masalah dapat muncul, mulai dari iritasi, kemerahan, kulit kering, hingga jerawat yang sulit hilang.
Untuk memulihkan kondisinya, perawatan yang tepat terutama pemilihan moisturizer memegang peran penting.
Skin barrier adalah lapisan terluar kulit yang disebut dengan stratum corneum, tersusun dari sel-sel mati bernama corneocytes. Sel-sel ini disatukan oleh zat lipid berupa ceramide, kolesterol, dan fatty acid yang bekerja layaknya tembok bata.
Fungsinya sangat vital yaitu menahan kelembaban agar tidak menguap sekaligus melindungi kulit dari bakteri dan iritan yang berpotensi menyebabkan infeksi.
Namun, fungsi perisai ini dapat melemah karena beberapa kebiasaan dan faktor tertentu, seperti terlalu sering mencuci muka memakai sabun dengan kandungan SLS tinggi.
Selain itu, skin barrier juga bisa rusak karena over exfoliating atau penggunaan eksfoliator yang berlebihan. Termasuk ketika tidak memakai pelembab dan sunscreen secara rutin.
Penuaan, kondisi medis tertentu seperti dermatitis atopik, atau peradangan kronis juga bisa menjadi salah satu faktor kerusakan skin barrier.
Ketika skin barrier rusak, kulit akan terasa jauh lebih sensitif. Gejalanya bisa berupa rasa kencang, kasar, pecah-pecah, gatal, kemerahan, bahkan muncul jerawat.
Pada sebagian orang, kerusakan skin barrier justru membuat produksi sebum meningkat sebagai bentuk kompensasi kulit untuk mengganti kelembaban yang hilang.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Moisturizer Mengandung Ceramide untuk Kulit Kering di Usia 40 Tahun
Cara Memperbaiki Skin Barrier
Pemulihan skin barrier memerlukan waktu. Skincare memang dapat membantu mempercepat perbaikan, namun hasilnya tidak bisa instan.
Anda perlu memilih produk dengan komposisi yang mendukung regenerasi lipid alami kulit, seperti ceramide, cholesterol, fatty acid, serta bahan humektan dan emolien untuk menjaga kelembapan.
Gunakan skincare secara konsisten minimal selama satu minggu untuk merasakan perubahan.
Jika gejala belum mereda, lanjutkan sampai skin barrier kembali stabil. Selama masa pemulihan, fokuskan perawatan pada basic skincare, yaitu:
1. Face wash yang lembut.
2. Moisturizer sebagai pengunci hidrasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
Pilihan
-
Dirumorkan Latih Indonesia, Giovanni van Bronckhorst Tak Direstui Orang Tua?
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
Terkini
-
7 Sepatu Nike dengan Diskon hingga 69% di Foot Locker, Harga Mulai Rp300 Ribuan
-
7 Rekomendasi Sepatu Badminton Terbaik, Performa Oke Bebas Cedera
-
5 Sunscreen dengan Kandungan Panthenol, Perlindungan Maksimal Skin Barrier
-
Berapa Biaya Masuk Taman Nasional Tesso Nilo? Rumah Gajah Sumatera yang Digusur Kebun Sawit
-
Kebangkitan Rempah Nusantara: Inilah Para Jawara Muda yang Mengubah Wajah Kuliner Indonesia!
-
Kompor Kaca Jadi Primadona Dapur Modern, Apa yang Membuatnya Semakin Diminati?
-
Apa Itu Status Darurat Bencana Nasional? Pengertian, Indikator, dan Prosedurnya
-
Daftar Zodiak Paling Beruntung di Bulan Desember 2025, Apakah Kamu Termasuk?
-
Si Paling Hoki, Ini 3 Shio yang Diprediksi Bakal Beruntung Banget pada Desember 2025
-
Maybank Indonesia Dorong Sport Tourism Ramah Lingkungan Lewat Il Festino 2025