- Purbaya dukung MBG sebagai pilar Sumitronomics untuk capai target ekonomi 8 persen.
- Menkeu minta implementasi MBG diperbaiki meski ada kendala teknis dan kasus keracunan.
- Anggaran MBG pada APBN 2026 melonjak jadi Rp335 triliun demi pemerataan ekonomi nasional.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan dukungannya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) meskipun pelaksanaannya tengah menjadi sorotan publik.
Purbaya menyatakan bahwa dirinya tidak pernah mengkritik program tersebut karena MBG merupakan pilar krusial dari konsep ekonomi Sumitronomics.
Menurut Purbaya, MBG bukan sekadar program sosial, melainkan mesin pemerataan ekonomi nasional yang diadopsi dari gagasan ekonom besar Indonesia, Sumitro Djojohadikusumo. Program ini dipandang sebagai instrumen vital untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% di era Presiden Prabowo Subianto.
"Mungkin masyarakat belum mengerti, kenapa MBG? Itu salah satu pilar dari Sumitronomics. Pemerataan. Jadi saya enggak pernah kritik program itu," ujar Purbaya di Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Meski diterpa isu miring terkait kasus keracunan massal di berbagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta rendahnya penyerapan anggaran, Purbaya menilai masalahnya terletak pada teknis lapangan, bukan pada esensi programnya.
Ia meminta agar kendala implementasi terus diperbaiki demi menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Sebagai informasi, komitmen pemerintah terhadap program ini tetap tinggi. Hal ini terlihat dari lonjakan anggaran MBG dalam APBN 2026 yang mencapai Rp335 triliun, naik signifikan dari anggaran tahun 2025 yang sebesar Rp71 triliun.
Purbaya optimistis bahwa dengan perbaikan tata kelola, MBG akan menjadi sumber utama pemerataan yang mampu menggerakkan industrialisasi dan memperkuat nasionalisme ekonomi sesuai prinsip Sumitronomics.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
Rupiah Kian Terpuruk ke Level Rp 17.143/USD
-
Utang Rp 1 Juta Tak Masuk SLIK, Solusi Akses KPR atau Ancaman Kredit Macet?
-
Dear Pak Prabowo! Utang RI Tembus Rp7.509 Triliun, Bayi Baru Lahir Langsung Menanggung Rp26 Juta
-
Kapal Tanker China Gagal Tembus Blokade AS di Teluk Persia
-
Kursi Panas Bos Astra: Sinyal Kuat Rudy Gantikan Djony Bunarto, Saham ASII Langsung Gaspol!
-
Punya Utang Pinjol di Bawah Rp1 Juta Bisa Ajukan KPR, Apa Dampaknya ke Perbankan?
-
Apa Itu Nafta? Yang Bikin Harga Plastik Makin Mahal
-
Permintaan Melemah, Harga Konsentrat Tembaga dan Emas RI Anjlok
-
Minyakita Sulit Didapat dan Mahal, Pedagang Kritik Distribusi Bulog
-
IHSG Masih di Zona Hijau Pada Sesi I, 447 Saham Melesat