Bisnis / Makro
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:35 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN KiTa edisi Januari 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (8/1/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Baca 10 detik
  • Purbaya dukung MBG sebagai pilar Sumitronomics untuk capai target ekonomi 8 persen.
  • Menkeu minta implementasi MBG diperbaiki meski ada kendala teknis dan kasus keracunan.
  • Anggaran MBG pada APBN 2026 melonjak jadi Rp335 triliun demi pemerataan ekonomi nasional.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan dukungannya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) meskipun pelaksanaannya tengah menjadi sorotan publik.

Purbaya menyatakan bahwa dirinya tidak pernah mengkritik program tersebut karena MBG merupakan pilar krusial dari konsep ekonomi Sumitronomics.

Menurut Purbaya, MBG bukan sekadar program sosial, melainkan mesin pemerataan ekonomi nasional yang diadopsi dari gagasan ekonom besar Indonesia, Sumitro Djojohadikusumo. Program ini dipandang sebagai instrumen vital untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% di era Presiden Prabowo Subianto.

"Mungkin masyarakat belum mengerti, kenapa MBG? Itu salah satu pilar dari Sumitronomics. Pemerataan. Jadi saya enggak pernah kritik program itu," ujar Purbaya di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Meski diterpa isu miring terkait kasus keracunan massal di berbagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta rendahnya penyerapan anggaran, Purbaya menilai masalahnya terletak pada teknis lapangan, bukan pada esensi programnya.

Ia meminta agar kendala implementasi terus diperbaiki demi menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Sebagai informasi, komitmen pemerintah terhadap program ini tetap tinggi. Hal ini terlihat dari lonjakan anggaran MBG dalam APBN 2026 yang mencapai Rp335 triliun, naik signifikan dari anggaran tahun 2025 yang sebesar Rp71 triliun.

Purbaya optimistis bahwa dengan perbaikan tata kelola, MBG akan menjadi sumber utama pemerataan yang mampu menggerakkan industrialisasi dan memperkuat nasionalisme ekonomi sesuai prinsip Sumitronomics.

Load More