- Tren perawatan remaja bergeser dari masalah jerawat menjadi fokus meniruskan wajah serta menghilangkan lemak pipi.
- Dokter kecantikan mencatat remaja memilih prosedur penirusan wajah karena masalah percaya diri.
- Mayoritas remaja yang datang ke klinik kecantikan untuk membuat pipi dan dagu lebih tirus, cenderung ingin membuang lemak di area tertentu.
Suara.com - Dokter kecantikan mengakui semakin banyak remaja yang pilih meniruskan wajah alias contouring, karena tidak percaya diri hingga alami bullying saat di sekolah.
Kondisi ini sangat berbeda dibanding tren perawatan kecantikan sebelumnya, di mana remaja usia di bawah 20 tahun datang ke klinik karena alami wajah berjerawat.
“Jadi biasanya kalau untuk usia di bawah, yang masih remaja di bawah 20 tahun, itu kadang mereka bermasalah baru mereka datang. Jadi kayak yang itu jerawatan,” ujar Pakar Biomedik, dr. Sherla Wijoyo, M. Biomed (AAM).
“Tapi bisa juga sih dari beberapa, misalnya ada yang datang untuk contouring, misalnya dia nggak pede di sekolah, karena mungkin dia dibully dibilang chubby,” sambung dokter yang juga Pendiri Solace Everglow Clinic di Makassar ini.
Remaja yang ingin melakukan contouring untuk membuat pipi dan dagu lebih tirus ini cenderung ingin membuang lemak di area tertentu. Menurut dr. Sherla, beberapa remaja tersebut mengaku sudah menjalani diet namun lemak di pipi ternyata sulit dikurangi atau dihilangkan.
“Nah itu biasanya ada beberapa pasien remaja pengen hilangin lemaknya. Dia udah berusaha diet, tapi ternyata cabinya tetap ada. Nah itu biasanya harus ditreatment,” papar dr. Sherla.
Meski terjadi pergeseran tren perawatan kecantikan pada remaja, dr. Sherla memastikan klien yang datang melakukan perawatan ke kliniknya mayoritas berusia 30 hingga 50 tahunan. Mereka yang datang umumnya mengeluhkan masalah aging atau penuaan.
“Nah itu yang pasti merasa sudah konsen sama aging-nya, dengan penuaannya dia, karena sudah mulai ada tanda-tanda penuaan pada saat di atas umur 30 tahun. Nah di situ baru pasiennya mulai konsen. Oh ini udah ada garis-garis nih, udah mulai ada bintik-bintik hitam,” papar dr. Sherla.
Berbeda dibanding contouring yang mulai diperhatikan remaja yang ingin meniruskan wajah. Maka untuk menghilangkan garis halus dan bintik-bintik hitam atau melasma membutuhkan pico laser seperti Pico Biaxis.
Baca Juga: 7 Pilihan Lip Tint Warna Natural untuk Remaja, Glow Up Alami Modal Rp15 Ribuan
“Nah itu baru biasanya, makanya kita menghadirkan treatment pico laser, karena kita pikir, emang ini yang dibutuhkan pasien kebanyakan saat ini,” paparnya.
Ia menjelaskan pico laser bisa mengatasi masalah hiperpigmentasi atau kulit cenderung lebih gelap dari warna aslinya. Teknologi ini bekerja dengan cara menghilangkan pigmen di dalam kulit tanpa merusak kulit bagian luar. Hasil dari perawatan pico laser umumnya dapat terlihat setelah 4 hingga 5 kali melakukan perawatan.
Apalagi saat ini di atas usia 30 tahun, cenderung kerap lebih sulit menghilangkan bintik hitam bekas jerawat atau efek paparan sinar matahari.
“Jadi bisa jadi pigmentasinya itu bisa karena jerawat, karena kena matahari, gosong, kayak gitu. Nah itu bisa, tapi yang namanya bintik hitam, itu harus dikombinasi dengan treatment lain,” ungkap dr. Sherla yang baru menghadirkan Pico Biaxis dan OxyGeneo (Geneo+) di kliniknya.
Ia menambahkan, setelah melakukan perawatan tidak lantas menjadikan pasien tersebut terbebas dari perawatan. Ini karena bintik hitam bisa kembali muncul jika tidak didampingi dengan pemakaian skincare yang tepat hingga terlindung dari sinar matahari.
“Dan itu harus di-maintenance. Biasanya maintenance-nya itu dengan skincare,” pungkas dr. Sherla.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
Pilihan
-
Dirumorkan Latih Indonesia, Giovanni van Bronckhorst Tak Direstui Orang Tua?
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
Terkini
-
5 Shio Paling Beruntung Hari Ini Minggu 30 November 2025, Banjir Hoki di Akhir Bulan!
-
Bye-Bye Kerutan! Cek Teknologi Hyalupeptide dan Exosome dari Somethinc yang Bikin Kulit Auto Plumpy
-
MAGMA Entertainment Umumkan 3 Film Horor Terbaru di JAFF Market 2025
-
Promo Superindo Hari Ini 30 November 2025: Telur Murah Rp27.900 hingga Deterjen!
-
7 Sepatu Nike dengan Diskon hingga 69% di Foot Locker, Harga Mulai Rp300 Ribuan
-
7 Rekomendasi Sepatu Badminton Terbaik, Performa Oke Bebas Cedera
-
5 Sunscreen dengan Kandungan Panthenol, Perlindungan Maksimal Skin Barrier
-
Berapa Biaya Masuk Taman Nasional Tesso Nilo? Rumah Gajah Sumatera yang Digusur Kebun Sawit
-
Kebangkitan Rempah Nusantara: Inilah Para Jawara Muda yang Mengubah Wajah Kuliner Indonesia!
-
Kompor Kaca Jadi Primadona Dapur Modern, Apa yang Membuatnya Semakin Diminati?