- Definisi cantik bergeser fokus menjadi kesehatan sirkulasi darah, yang mendorong tren perawatan holistik seperti Terapi Ozon.
- Terapi Ozon menggunakan Ozonova untuk oksigenasi, detoksifikasi, dan stimulasi kolagen, memperbaiki kulit dan vitalitas.
- Perawatan ini bersifat fleksibel; untuk estetika, metode infus atau ozon darah durasi 30 menit tanpa *downtime*.
Suara.com - Definisi cantik bagi masyarakat modern kini tidak lagi sekadar soal tampilan luar. Kulit yang tampak segar, lembut, serta tubuh yang terasa ringan kini dipahami sebagai indikator utama bahwa sirkulasi darah dan kesehatan seseorang berada dalam kondisi optimal.
Kesadaran ini mendorong pergeseran tren perawatan kecantikan, dari yang sekadar topikal (oles) menjadi perawatan holistik yang memperbaiki kualitas tubuh dari dalam.
Salah satu metode yang belakangan semakin populer untuk menjawab kebutuhan tersebut adalah Terapi Ozon. Perawatan ini menarik perhatian karena menawarkan pendekatan ganda: meremajakan kulit sekaligus meningkatkan vitalitas tubuh dengan memanfaatkan kekuatan oksigen murni.
Di tengah maraknya berbagai inovasi estetika, Terapi Ozon hadir dengan alat canggih bernama Ozonova yang telah terdaftar di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Metode ini bekerja melalui tiga langkah strategis, yakni oksigenasi kulit untuk regenerasi sel, detoksifikasi tubuh untuk membersihkan darah dari racun, serta stimulasi kolagen dan elastin.
Hasil akhirnya tidak hanya dirasakan pada stamina tubuh, tetapi juga pada visual kulit yang lebih cerah, kencang, dan halus, bahkan tanpa pulasan riasan.
Kepala Dokter BeautyXpert Clinic, dr. Cynthia Jayanto, M.Biomed (AAM), (AIFO) K, menjelaskan bahwa perawatan ini menitikberatkan pada penggunaan ozon (O), yakni bentuk oksigen aktif dengan tiga atom.
“Tujuannya untuk membantu meningkatkan sirkulasi darah, memperbaiki metabolisme sel, dan menstimulasi sistem imun tubuh,” jelas dr. Cynthia, yang juga tergabung dalam Perhimpunan Dokter Estetika Indonesia.
Metode yang Fleksibel dan Minim Risiko
Dalam praktiknya, terapi ozon memiliki variasi metode yang luas, mulai dari infus ozon, sauna ozon, ozon darah, rektal ozon, vagina ozon, bagging ozon, hingga air ozon. Fleksibilitas ini memungkinkan dokter menyesuaikan tindakan dengan kebutuhan spesifik pasien.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Serum Vegan untuk Wajah Glowing Alami, Minim Risiko Iritasi!
Namun, untuk kebutuhan estetika dan kecantikan, dr. Cynthia menyarankan metode yang lebih spesifik dan efisien bagi kaum urban yang sibuk.
“Untuk terapi kecantikan, metodenya bisa berupa infus ozon maupun ozon darah, dengan durasi sekitar 30 menit dan tanpa downtime,” ungkapnya.
Secara medis, peningkatan suplai oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh melalui terapi ini membawa dampak signifikan pada masalah kulit. Dr. Cynthia menyebut terapi ini bermanfaat untuk membantu mengatasi jerawat, kulit kusam, pigmentasi, hingga mempercepat penyembuhan luka bekas jerawat.
Kualitas Tidur dan Gaya Hidup
Efektivitas terapi ini juga mulai dirasakan oleh masyarakat di Bekasi, Jawa Barat, melalui sesi perkenalan yang digelar BeautyXpert Clinic baru-baru ini. Selain konsultasi medis, sejumlah pelanggan melaporkan dampak positif yang bersifat sistemik setelah menjalani sesi terapi. Beberapa di antaranya mengaku mendapatkan kualitas tidur yang lebih nyenyak dan energi yang meningkat.
Menurut dr. Cynthia, efek tersebut muncul sebagai respons alami tubuh yang menjadi lebih seimbang dan bersih dari toksin. Hal ini menegaskan bahwa kecantikan kulit sangat berkaitan erat dengan kesehatan organ dalam.
Sebagai penutup, dr. Cynthia menekankan bahwa teknologi medis seperti terapi ozon adalah penunjang yang efektif untuk menjaga kecantikan jangka panjang, asalkan dibarengi dengan kebiasaan baik.
“Dengan kombinasi gaya hidup sehat dan perawatan rutin, sangat mungkin seseorang memiliki kulit yang tetap muda, sehat, dan glowing dari dalam,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Bukan Lagi Jerawatan, Remaja Kini Datang ke Klinik Agar Wajah Lebih Tirus
-
Stop ke Korea Dulu! Ternyata, Klinik Estetika Indonesia Ini Sudah 'Dilirik' Dunia Internasional
-
Skin Booster Bakal Jadi Tren Perawatan Kulit Natural yang Paling Dicari
-
Tren Kecantikan 2026: Kulit Sehat, Regeneratif, dan Minim Downtime Jadi Standar Baru
-
8 Perawatan Kecantikan untuk Calon Pengantin, Biar Makin Glowing di Hari H
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Prananda Surya Paloh: Saya Kecewa Jika Garda Pemuda NasDem Hanya Dianggap Tukang Parkir!
-
Terungkap Fakta Baru, Bayi T. Rex Langsung Langsung Jadi Predator Setelah Menetas
-
Mau Benahi Tata Kelola, BGN Minta Anggaran MBG 2027 Sebanyak Rp 270 Triliun
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper