- YKAN menyelenggarakan kompetisi foto dan video Suara Alam Nusantara, menerima lebih dari dua ribu karya visual.
- Juri lintas profesi menilai karya berdasarkan aspek visual serta kemampuan menyuarakan isu konservasi dan biodiversitas.
- Kompetisi ini menghasilkan delapan foto dan tiga video pemenang, bertujuan menumbuhkan kepedulian publik terhadap alam Indonesia.
Suara.com - Peringatan Hari Konservasi Kehidupan Liar Sedunia tahun ini punya gema yang berbeda. Di tangan para fotografer, videografer, dan pecinta alam dari seluruh penjuru Nusantara, alam Indonesia berbicara lewat ribuan karya visual, sebuah seruan halus namun kuat untuk menjaga kekayaan hayati yang terus terancam.
Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) kembali menggelar kompetisi foto dan video Suara Alam Nusantara, sebuah ruang kreatif yang didedikasikan untuk mengangkat isu konservasi melalui perspektif visual.
Lebih dari dua ribu karya masuk ke meja penjurian, menjadi jumlah terbanyak sepanjang penyelenggaraan kompetisi ini.
Tidak sekadar dokumentasi, karya-karya tersebut menangkap denyut kehidupan: dari bisikan hutan, keheningan laut dalam, hingga interaksi hangat masyarakat adat dengan alam mereka.
Setiap foto dan video membawa pesan yang tak selalu terucap, bahwa alam butuh disayangi, dihargai, dan dilindungi.
YKAN menghadirkan jajaran juri lintas profesi: fotografer profesional Marrysa Tunjung Sari, aktor dan pegiat alam Ramon Tungka, musisi Monita Tahalea, serta fotografer senior alam liar Riza Marlon sebagai kurator. Proses penjurian berlangsung intens dan penuh diskusi.
“Kami tidak hanya menilai aspek visual, tetapi juga bagaimana karya tersebut mampu menyuarakan alam dan biodiversitasnya,” ujar Marrysa.
Baginya, sebuah foto yang baik adalah foto yang hidup, yang bercerita.
Ramon melihat hal serupa.
Baca Juga: 6 HP Murah dengan Kamera Jernih untuk Anak Sekolah, Selfie dan Foto Lebih Jelas
“Kami mencari karya yang bukan hanya indah, tetapi juga menggugah—yang membuat kita berpikir dan mungkin mengubah cara kita memperlakukan lingkungan,” katanya.
Sebuah gambar, baginya, bisa menjadi pengingat paling jujur untuk lebih lembut terhadap bumi.
Monita, yang baru pertama kali duduk sebagai juri, merasakan hubungan emosional antara visual dan bunyi, sebuah tema yang diambil dari album suara alam rilisan YKAN.
“Setiap visual memunculkan imajinasi tentang suara alam yang menyertainya,” tuturnya.
Dari ribuan karya yang masuk, delapan foto terpilih mewakili kategori seperti Lanskap Laut, Satwa Liar, Burung, hingga potret Masyarakat Adat Indonesia.
Untuk kategori video, dua pemenang dipilih, masing-masing untuk kategori Lanskap dan Potret, ditambah satu karya Favorit TikTok yang berhasil mencuri perhatian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Kemenbud Turun Tangan! Pertegas Dukungan untuk Balinale demi Bawa Film Indonesia ke Panggung Dunia
-
Kebakaran Lahan Kepung Sisi Gerbang Tol Kramasan Ogan Ilir
-
Gara-Gara Diomelin Ibu di Dapur, The Sabron Family Sukses Beli Rumah di Usia Belasan!
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta