Lifestyle / Komunitas
Kamis, 11 Desember 2025 | 17:50 WIB
Ilustrasi ibu dan anak (Freepik/freepik)
Baca 10 detik
  • Mother wound merupakan luka emosional akibat kurangnya kasih sayang ibu, memengaruhi psikologis hingga dewasa.
  • Gejala luka batin ini meliputi rasa tidak nyaman, ragu akan penerimaan, serta kesulitan mengelola emosi.
  • Penyembuhannya meliputi konseling profesional, self-talk, menerima perasaan berlapis, dan penguatan diri.

Tanda-tanda Mother Wound

Masih melansir dari laman yang sama, individu dengan mother wound biasanya merasa tak nyaman bersama ibu, merasa gugup atau takut, dan cenderung menghindari interaksi.

Mereka juga sering ragu dan terus berusaha mendapatkan penerimaan dari ibu, meski usaha itu tidak selalu membuahkan hasil.

Perasaan ditinggalkan, tidak aman, serta kesulitan mengendalikan emosi juga umum muncul pada seseorang yang mengalami mother wound.

Faktor Penyebab Mother Wound

Mother wound dapat muncul akibat pola asuh dan komunikasi yang kurang hangat, ibu yang terlalu kritis, atau adanya kekerasan verbal maupun fisik.

Faktor lain termasuk penelantaran, manipulasi, pendekatan ibu yang tidak empatik terhadap emosi anak, hingga kondisi mental ibu yang tidak stabil atau adiksi.

Dampak Mother Wound pada Kehidupan Dewasa

Luka ini dapat memengaruhi hubungan emosional di masa dewasa. Orang yang mengalami mother wound mungkin kesulitan membangun hubungan hangat, merasa hampa, dan kurang percaya diri.

Baca Juga: Stop! Bilang 'Cuma Bercanda', Lelucon Bisa Menjadi Trauma

Mereka juga cenderung tidak bisa menenangkan diri sendiri atau menyelesaikan konflik emosional dengan sehat.

Cara untuk Mengatasi Mother Wound

Salah satu langkah awal adalah mencari bantuan profesional, misalnya konseling dengan psikolog klinis. Terapi membantu mengekspresikan emosi dan memahami akar luka yang dialami.

1. Self-Talk 

Berbicara pada diri sendiri dengan cara yang lembut, atau self-talk, membantu memenuhi kebutuhan emosional yang dulu tidak terpenuhi. Ini menjadi bagian penting dalam proses penyembuhan dan membangun kepercayaan diri.

2. Menerima Perasaan yang Berlapis

Wajar jika seseorang merasa cinta sekaligus kecewa pada ibu. Menerima perasaan campur aduk ini penting agar proses pemulihan tidak terganggu oleh konflik internal.

3. Mengenali Akar Luka melalui Journaling

Menulis jurnal membantu mengidentifikasi dampak mother wound, memahami perjalanan hidup ibu, serta melihatnya sebagai manusia yang tidak sempurna. Dengan cara ini, individu dapat menerima kenyataan tanpa menekan rasa sakit yang dialami.

4. Melepaskan Emosi Negatif

Perasaan sedih dan kecewa perlu dirasakan dan dilepaskan secara bertahap. Konseling dapat mendukung proses ini agar emosi dikelola dengan sehat dan tidak menumpuk.

5. Memperkuat Diri dan Self-Care

Self-care bukan sekadar memanjakan diri, tetapi memenuhi kebutuhan emosional yang terabaikan. Aktivitas sederhana seperti berjalan sendiri, menulis jurnal, atau melakukan hobi dapat membantu memulihkan keseimbangan emosional.

6. Memaafkan dan Berdamai dengan Ibu

Memaafkan ibu bukan berarti melupakan luka, tetapi memahami bahwa ibu juga manusia yang bisa berbuat salah. Pengakuan ini membuka jalan untuk membangun hubungan yang lebih realistis dan sehat.

7. Rutin Konseling

Penyembuhan mother wound membutuhkan waktu dan konsistensi. Konseling, self-reflection, dan dukungan sosial menjadi bagian penting agar individu bisa memulihkan diri secara perlahan.

Load More