- Kram kaki adalah kontraksi otot tidak disengaja yang terasa nyeri, sering terjadi di betis atau paha saat lari intensitas tinggi.
- Menurut Dokter Tirta, kram disebabkan kelelahan otot, penumpukan asam laktat, dan ketidakseimbangan elektrolit secara simultan.
- Cara mengatasi kram adalah melalui peregangan otot, sebab cooling spray hanya meredakan nyeri, bukan menghilangkan kramnya.
Suara.com - Banyak orang mungkin pernah mengalami kaki kram saat berolahraga, termasuk kram kaki saat lari. Lantas, apa sebenarnya penyebab kaki kram saat lari?
Kram kaki merupakan kontraksi otot yang terjadi secara tiba-tiba, tidak disengaja, dan terasa sangat nyeri.
Kondisi ini umumnya muncul pada betis, paha, atau telapak kaki, yang sering menjadi area rentan ketika seseorang melakukan aktivitas lari jarak jauh atau lari intensitas tinggi.
Meski tergolong tidak berbahaya, kram kaki bisa sangat mengganggu kenyamanan dan performa saat berolahraga, terutama jika terjadi di tengah sesi lari.
Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab kaki kram saat lari dan cara mengatasinya, agar dapat mencegah kondisi ini muncul.
Penyebab dan Cara Mengatasi Kaki Kram
Dalam konten YouTube terbarunya, Dokter Tirta Mandira Hudhi membahas sejumlah mitos dan fakta seputar kesehatan, termasuk persoalan kram kaki.
Seseorang bertanya apakah kram kaki saat berlari disebabkan oleh kelelahan pada saraf. Pertanyaan tersebut kemudian dijawab oleh Dokter Tirta.
Ia menjelaskan bahwa kram kaki tidak hanya disebabkan oleh kelelahan pada saraf, tetapi juga dipicu oleh berbagai faktor lain, terutama kelelahan otot.
Baca Juga: 5 Sepatu Lokal yang Nyaman Dipakai Lari Sekaligus Aktivitas Sehari-hari
Dijelaskan bahwa otot yang sudah bekerja terlalu keras dapat mengalami penumpukan asam laktat dan ketidakseimbangan elektrolit, sehingga memicu timbulnya kram.
"Sebenarnya kelelahan bukan hanya pada syaraf, tapi kelelahan pada ototnya sendiri. Ototnya sudah lelah, asam laktat numpuk, elektrolitnya tidak seimbang, ya akhirnya jadi kram dan load-nya terlalu berlebihan," kata Dokter Tirta dikutip dari kanal YouTube-nya pada Jumat, 12 Desember 2025.
Dokter Tirta juga membeberkan bahwa saraf hanya merespons kondisi otot yang sudah berada dalam tekanan berlebihan.
Respons tersebut bisa membuat otot seperti terkunci dan menimbulkan kram, karena keseluruhan sistem yang terlibat bukan hanya saraf atau otot saja.
"Jadi bukan hanya pada syaraf, lebih tepatnya pada ototnya. Syarafnya memberikan respons buat nge-lock diblokade jadinya kram. Jadi di situ sistemnya bukan hanya syaraf dan otot, namanya sistem neuromusculoskeletal yang kena semua," sambungnya.
Selain itu, Dokter Tirta menyoroti kebiasaan masyarakat menggunakan cooling spray atau pain killer spray ketika mengalami kram.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
-
5 Shio yang Menarik Keberuntungan 3 Juli 2026, Hari Penuh Peluang Baru
-
5 Sheet Mask dengan Kandungan PDRN Agar Kulit Kencang dan Bebas Keriput
-
Pakar Beri Peringatan Soal Tren Sunscreen di Media Sosial
-
5 Zodiak Paling Beruntung pada 3 Juli 2026, Rezeki Datang hingga Peluang Karier Terbuka
-
Tak Hanya Oud, Wewangian Khas Dubai Kini Tawarkan Aroma Manis hingga Floral yang Digemari Anak Muda
-
10 Manfaat Lidah Buaya untuk Wajah Kamu, Atasi Jerawat hingga Eksim
-
Apa Saja Parfum yang Ada di Alfamart? Ini 6 Pilihan dengan Wangi Elegan dan Segar
-
Tak Cuma Ganggu Mental, Stres Kerja Bisa Picu Hipertensi hingga Diabetes
-
6 Moisturizer di Indomaret untuk Kulit Kering, Mulai Rp39 Ribuan