- Lokakarya PearWorkshop x MTN Lab mempertemukan 14 penulis muda dari 10 kota untuk refleksi diri dan identitas kreatif.
- Acara ini mendukung penulis untuk berani menyuarakan suara mereka dan membangun citra diri di ranah publik.
- Peserta mendapat masukan langsung dari editor mengenai naskah, premis kuat, dan strategi industri penerbitan.
Suara.com - Di tengah riuh industri kreatif dan derasnya arus konten digital, menjadi penulis hari ini bukan cuma soal menulis dengan baik, tapi juga soal menemukan suara—dan berani memperdengarkannya.
Inilah semangat yang terasa kuat di PearWorkshop x MTN Lab: Name Your Book, Shape Your Voice, salah satu sesi unggulan PearFest 2025 yang digelar di Melting Pop, MBloc Space, Jakarta Selatan.
Sebanyak 14 penulis muda dari 10 kota di Indonesia duduk melingkar, bukan untuk sekadar belajar teknik menulis, tetapi membicarakan hal yang lebih personal: siapa mereka sebagai penulis, cerita apa yang ingin dibawa, dan bagaimana karya itu bisa hidup di luar halaman buku.
Lokakarya ini menjadi ruang aman sekaligus ruang tumbuh, tempat menulis bertemu refleksi diri.
Diselenggarakan oleh Pear Press dan didukung Kementerian Kebudayaan RI melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya, sesi ini menempatkan proses kreatif sebagai bagian dari gaya hidup.
Menulis tak lagi dilihat sebagai aktivitas sunyi semata, melainkan praktik yang berkaitan erat dengan keberanian mengambil posisi, membangun citra, dan merawat konsistensi.
“Di era sekarang, cerita yang kuat saja tidak cukup. Penulis juga perlu membangun identitas—bukan hanya untuk bukunya, tapi juga dirinya,” ujar General Manager Pear Press, Namira Daufina.
Di tengah pilihan bacaan yang nyaris tak terbatas, kehadiran penulis di ruang publik, termasuk media sosial, menjadi bagian dari perjalanan kreatif itu sendiri.
Lokakarya ini juga mempertemukan peserta dengan dunia penerbitan dari jarak dekat. Pemateri seperti Christina M. Udiani (KPG) dan Felix K. Nesi berbagi perspektif tentang bagaimana naskah dilihat dari meja redaksi, pentingnya premis yang kuat, serta strategi memperkenalkan diri dan karya tanpa kehilangan kejujuran artistik.
Baca Juga: Sophie Kinsella, Penulis Novel Confessions of a Shopaholic Meninggal Dunia
Yang membuat sesi ini terasa istimewa adalah kesempatan peserta untuk mendapatkan umpan balik langsung dari para editor.
Bukan untuk menghakimi, melainkan membuka kemungkinan: apakah cerita ini sudah menemukan bentuknya? Apakah suara ini sudah terdengar jelas?
Bagi para peserta, pengalaman ini terasa seperti jeda penting di tengah perjalanan menulis yang panjang.
“Ketika tahu apa yang dicari penerbit, proses berkarya jadi lebih terarah. Jarak antara penulis dan penerbit juga terasa lebih dekat,” kata Alghifahri Jasin, salah satu peserta asal Ujung Pandang.
PearFest 2025 sendiri mengusung tema The Age of Unlearning—sebuah ajakan untuk berhenti sejenak, melepaskan asumsi lama, dan memberi ruang bagi ketidakpastian sebagai awal perubahan.
Di sinilah menulis menjadi praktik hidup: tentang berani meragukan, belajar ulang, dan terus bertumbuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 5 Bedak Wardah High Coverage untuk Flek Hitam Membandel Usia 55 Tahun
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 3 Pilihan HP Infinix 5G dengan Performa Tinggi dan Layar AMOLED
Pilihan
-
Siapkan Uang Rp100 Miliar! Orang Terkaya RI Ini Serok 84 Juta Lembar Saham saat IHSG Anjlok
-
5 HP Memori 512 GB Paling Murah, Terbaik untuk Gamer dan Kreator Konten Budget Terbatas
-
7 HP RAM 8 GB Rp2 Jutaan Terbaik dengan Baterai Jumbo, Cocok buat Multitasking dan Gaming Harian
-
IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Saya Menteri Keuangan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
Terkini
-
Nisfu Syaban Baca Yasin 3 Kali Setelah Maghrib untuk Apa? Ini Penjelasannya
-
5 Rekomendasi Sunscreen untuk Kulit Berminyak Paling Murah di Indomaret
-
Apa Warna Lipstik untuk Bibir Tipis? Ini 5 Rekomendasi Produknya
-
5 Sunscreen Wardah untuk Cegah Kerutan dan Flek Hitam di Usia 55 Tahun ke Atas
-
7 Rekomendasi Lipstik untuk Bibir Gelap agar Terlihat Muda dan Fresh
-
5 Rekomendasi Sunscreen yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam
-
5 Serum Wardah Paling Laris untuk Hempas Flek Hitam dan Kerutan di Usia 50-an
-
KUIS: Tes Keterampilan Berpolitik ala Tokoh Sejarah, Kamu Titisan Genghis Khan atau Figur Lain?
-
Tak Sekadar Juara, Ini Cerita Inspiratif di Balik Kompetisi Robotik Siswa Indonesia
-
3 Cushion Pixy untuk Tutupi Garis Halus pada Lansia Usia 50 Tahun ke Atas