Lifestyle / Komunitas
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:39 WIB
Contoh Cerita Pendek Liburan Sekolah di Rumah (Freepik)

Suara.com - Liburan sekolah yang bersamaan dengan libur natal dan tahun baru, menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu di akhir tahun lantaran durasinya yang cukup panjang.

Beragam cara bisa dilakukan untuk mengisi liburan, mulai dari berkunjung ke tempat wisata, pulang kampung ke rumah nenek dan lainnya. Namun mengisi liburan dengan berkegiatan di rumah bersama keluarga juga tak kalah seru.

Biasanya, saat masuk sekolah nanti, para siswa akan diberi tugas oleh guru untuk mengarang atau menbuat teks cerita yang menceritakan pengalaman waktu liburan mereka. Nah, bisa jadi, kamu juga termasuk yang akan menerima tugas itu, nih!

Tapi tenang, karena di dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa contoh cerita pendek liburan aekolah di rumah dengan berbagai tema, yang dapat kamu jadikan referensi dalam menulis karangan cerita liburanmu sendiri.

Kira-kira di dalam contoh cerita liburan, hal-hal apa saja sih yang wajib diceritakan? Langsung aja yuk, simak contohnya di bawah ini!

1. Cerita Liburan Berkesan bersama Keluarga di Rumah

Liburan sekolah yang dinanti-nanti akhirnya tiba juga! Selama liburan aku memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama keluargaku di rumah. Setelah hari-hari yang dihabiskan dengan beragam kegiatan di sekolah, aku merasa bahwa liburan menjadi momen yang tepat untuk  menguatkan hubungan keluarga.

Pada hari pertama liburan, aku dan keluargaku memghabiskan waktu di rumah. Kami mengawali hari dengan bersih-bersih halaman rumah. Ayah, ibu, aku dan kakak memiliki tugas yang berbeda-beda.

Di mana ayah bertanggung jawab membersihkan pagar rumah. Sementara ibu menyapu halaman yang dipenuhi daun kering dan ranting kecil. Sementara kakak, mencabuti rumput dan aku bertugas untuk membuang limbah di tempat sampah belakang rumah.

Selesai membersihkan halaman rumah, kami pun melanjutkan untuk menata ulang perabot di dalam rumah. Meskipun capek, kami semua sangat menikmati momen bersih-bersih rumah di hari libur ini.

Baca Juga: Sekolah di Tiga Provinsi Sumatra Kembali Normal Mulai 5 Januari, Siswa Boleh Tidak Pakai Seragam

Setelah semua tugas selesai, kini saatnya kita makan bersama. Aku dan ibu menyiapkan makanan untuk kami makan bersama kakak dan ayah di tempat makan. Sembari makan, kami pum bertukar cerita, tertawa bersama, dan menikmati waktu berkualitas yang tak tergantikan.

Di hari-hari terakhir liburan, aku dan keluarga menghabiskan waktu bersantai di rumah. Kami menonton film, membaca buku bersama, serta bermain permainan kartu atau paoan. Aku merasakan kehadiran dan kasih sayang ayah, ibu dan kakak dengan lebih kuat dari sebelumnya.

Liburan bersama keluarga kali ini memberikanku waktu untuk benar-benar terhubung dengan orang tersayang, menghilangkan kejenuhan dan stres. Dari waktu yang telah kuhabiskan bersama, aku menyadari bahwa keluarga adalah tempat ia merasa dicintai, diterima, dan dihargai sepenuh hati. Liburan kali ini lantas memberikan pelajaran tentang pentingnya menghabiskan waktu bersama orang yang dicintai serta menghargai setiap momen yang ada.

2. Liburan di Rumah Bersama, Kakek Nenek dan Orang Tua

Aku mengisi waktu liburan sekolah di rumah saja, karena nenek dan kakekku berkunjung ke rumah. Meskipun hanya di rumah saja, aku merasa sangat senang karena bisa menghabiskan waktu bersama keluarga, bahkan ada nenek dan kakek yang menemani.

Rutinitasku harian yang kulakukan selama liburan biasanya dimulai dengan membantu membersihkan lantai atau mencuci piring saat Ibu sedang memasak di pagi hari. Setelah ibu selesai memasak, aku dan keluargaku biasanya meluangkan waktu untuk sarapan bersama sebelum ibu dan ayah pergi bekerja.

Jika biasanya aku merasa sangat kesepian di rumah sendiri karena kedua orang tuaku harus bekerja. Namun, di libur kenaikan kelas kemarin aku sangat senang karena ada nenek dan kakekku di rumah.

Aku pun  menghabiskan waktu bersama kakek dan nenek dengan mengobrol atau bernostalgiakarena kita jarang bertemu. Untuk mengisi waktu luang di siang hari,  nenek mengajariku merajut benang untuk dijadikan sweeter atau topi. Begitu pula dengan kakek, ia juga terkadang memanjakan aku dengan berbagai cerita leluconnya yang selalu aku nantikan.

Di sore harinya, aku bersama nenek dan kakek berjalan-jalan di sekitar kompleks perumahan sambil menunggu Ayah dan Ibuku pulang. Nah, saat kedua orang tuaku pulang, biasanya mereka membeli makan malam yang lezat untuk kita santap bersama-sama. Aku tentu sangat senang dan menikmati liburanku di rumah bersama keluargaku.

3. Libur yang Kuisi dengan Membantu Ibu

Liburan kenaikan kelas kali ini sangat berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Di mana aku menghabiskan seluruh waktu liburanku di rumah saja karena adikku baru saja lahir dua minggu lalu dan ayahku bekerja di luar kota. Aku mengisi liburanku dengan membantu Ibu mengerjakan pekerjaan rumah dan menjaga adikku.

Biasanya di pagi hari, aku akan membantu Ibu mengemas pakaian kotor dan mengantarnya ke depan rumah untuk menyerahkan ke tukang antar jemput laundry. Setelah itu, aku mandi lalu sarapan. Selesai sarapan, aku bergegas membereskan kamar tidur dan ruang keluarga.

Selain itu, masih banyak pekerjaan rumah lainnya yang aku kerjakan bersama-sama dengan Ibu. Sering kali aku juga hanya disuruh untuk menjaga adik saat Ibu sedang menyelesaikan pekerjaan rumah.

Sebagai seorang anak dan kakak, tentu aku tidak merasa keberatan atau jengkel lantaran menghabiskan liburan hanya di rumah saja. Karena aku merasa senang dapat membantu Ibu dan melihat tumbuh kembang adikku yang semakin menggemaskan.

4. Liburan dengan Berpetualangan di Halaman Belakang Rumah

Liburan sekolah kali ini aku menemukan harta karun di gudang ayah. Bersama dengan kedua adikku, kami menjelajahi halaman belakang serta menyusun teka-teki. Di tengah keseruan saat kami menjelajah halaman belakang tumah  kami pun menemukan kotak tua berisi koin-koin kuno.

Setelah kami bongkar, koin itu ternyata peninggalan kakek. Kami tahu lantaran ada tulisan di bagian depan kotak nama kakek kami. Wah, ternyata barang peninggalan yang sudah berusia puluhan tahun itu masih tersimpan rapi di gudang ayah. Langsung saja kami hitung koin yang ada di dalam kotak.

Setelah beberapa saat menghitung, ternyata ada sekitar 100 lebih koin kecil dan 54 koin besar. Saat koin di kotak sudah berhasil kami keluarkan semua, ternyata ada secarik kertas di bagian bawahnya. Dijelaskan jika kakek sengaja menyembunyikan kotak itu untuk kami temukan. Ia ingin kami tahu dan belajar mengenai kehidupan masa lampau melalui koin-koin tersebut.

Petualangan ini tentu menjadi momen yang sangat berkesan dan membuat kami merasa lebih dekat dengan kakek. Itulah cerita singkatku selama liburan kemarin.

5. Bermain Tenda Bersama Adik di Rumah

Libur akhir semester kali ini, aku dan adik tidak mengunjungi tempat wisata. Akan tetapi itu bukan alasan kami untuk tidak menikmati momen liburan yang seru dan berkesan. Untuk mengisi waktu libur, kami memutuskan untuk membuat tenda dari selimut di ruang tamu.

Ibu tampak terheran-heran semua selimut di lemari kami ambil. Ia tidak marah, hanya menggelengkan kepala dan berpesan kepada kami untik membereskannya setelah selesai bermain. Kami pun melanjutkan permainan seru ini.

Aku mulai memasang selimut dengan mengaitkan ke paku yang ada di dinding rumah membentuk tenda. Bagian ujung selimut aku tindih dengan batal supaya terbentuk ruangan di dalamnya. Tenda milikku pun sudah jadi.

Tak lupa aku hiasi tenda itu dengan selendang warna-warni dan boneka agar lebih elok dipandang. Sementara adik memakai kursi sebagai penyangga selimut. Ia taruh selimut di atas kursi lalu ditimpa ujungnya dengan bantal dan guling.

Setelah selesai membangun tenda dari selimut, kami pun membawa senter dan camilan ke dalam tenda. Meski hanya di dalam rumah, namun rasanya seperti sedang berkemah di hutan. Tanpa disadari, kami tertidur hingga malam pagi hari. Demikian cerita seruku selama liburan di rumah.

Itu tadi contoh cerita pendek liburan sekolah di rumah yang dapat dijadikan referensi. Semoga membantu ya!

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Load More