Suara.com - Penderita kaki datar atau flat foot tentu kerap galau karena kesulitan menemukan sepatu yang cocok untuk kaki mereka.
Masalah utamanya bukan sekadar pada ukuran panjang atau lebar, melainkan pada bagaimana sepatu tersebut merespons struktur mekanik kaki yang tidak memiliki "pegas" alami (lengkungan).
Adapun pada penderita flat foot, kaki mereka mengalami overpronation, yaitu kondisi di mana kaki cenderung miring atau "ambles" ke arah dalam saat menyentuh tanah.
Untungnya, ada beberapa sepatu yang didesain untuk mengatasi masalah tersebut, yakni sepatu 'stabilitas' dan sepatu ortopedi.
Sepatu stabilitas punya desain dan gaya sporty layaknya sepatu olahraga pada umumnya, namun fiturnya memberikan dukungan keseimbangan bagi mereka yang kakinya overpronate.
Ada juga sepatu ortopedi yang memang didesain untuk kesehatan dan mengatasi permasalahan kaki flat foot.
Tulisan ini memberikan ulasan terhadap sepatu stabilitas dan sepatu ortopedi yang masing-masing memberikan kenyamanan bagi para penderita kaki datar.
Dr. Comfort Seri Winner (Sepatu ortopedi)
Dr. Comfort adalah brand spesialis alas kaki medis yang sering diresepkan oleh dokter untuk penderita kaki datar tingkat lanjut atau penderita diabetes.
Kelebihan dan fitur klinis
Baca Juga: 5 Rekomendasi Sepatu Mirip Puma Speedcat Ballet Versi Lebih Murah Rp100 Ribuan
- Seri Winner dirancang dengan Extra Depth, memberikan ruang yang sangat luas bagi pengguna yang perlu menyisipkan orthotic insole kustom tanpa membuat kaki terasa sempit.
- Fitur utamanya adalah sol luar yang sangat kaku di bagian tengah namun fleksibel di bagian depan, memastikan tekanan tidak terpusat pada lengkungan kaki yang rata.
- Material interiornya sangat halus tanpa jahitan menonjol untuk mencegah iritasi kulit pada kaki yang memiliki bentuk tidak standar.
Harga dan bisa dibeli di mana
- Estimasi Harga: Rp2.300.000 – Rp2.700.000
- Beberapa rumah sakit besar dengan unit rehabilitasi medik atau klinik mandiri sering kali memiliki akses ke distributor alat kesehatan luar negeri atau menyediakan jasa pemesanan sepatu medis kelas klinis.
Orthofeet Coral Stretch Walker (Sepatu ortopedi)
Orthofeet dikenal menggabungkan biomekanika medis dengan kenyamanan maksimal.
Produk mereka sering mendapatkan sertifikasi dari asosiasi medis karena efektivitasnya dalam meredakan nyeri.
Kelebihan dan fitur klinis
- Sepatu ini memiliki Orthotic Insole Premium bawaan yang dilengkapi dengan penyangga lengkungan anatomi berlapis-lapis.
- Keunggulan klinisnya terletak pada sistem pengencang yang memudahkan pemakaian serta desain upper yang elastis, sangat cocok jika kaki datar disertai dengan pembengkakan atau bunion.
Harga dan bisa dibeli di mana
- Estimasi Harga: Rp2.100.000 – Rp2.500.000
- Beberapa toko alat kesehatan (medical supply) di marketplace lokal menyediakan stok terbatas untuk sepatu ortopedi impor. Pastikan mencari dengan kata kunci "Sepatu Ortopedi Orthofeet" dan periksa ulasan pembeli untuk memastikan keaslian produk.
Vionic Walker Classic (Sepatu ortopedi)
Vionic dikembangkan oleh podiatrist ternama, Phillip Vasyli.
Berita Terkait
-
5 Ciri Sepatu Lari yang Sebenarnya Tidak Boleh Dipakai untuk Jalan Kaki Lansia, Jangan Asal Pilih
-
4 Sepatu Lari 910 Nineten Terbaru untuk Lari Jarak Pendek hingga Trail Running
-
5 Rekomendasi Sepatu Mirip Puma Speedcat Ballet Versi Lebih Murah Rp100 Ribuan
-
CERPEN: Elvis Presley di Bak Sampah
-
Apa Perbedaan Sepatu Lari dan Sepatu Jalan Kaki? Ini 6 Rekomendasi Terbaiknya
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung