- Panduan ini menyediakan metode mengukur kaki anak di rumah menggunakan alat sederhana untuk mendapatkan panjang akurat.
- Artikel ini menyajikan tabel konversi ukuran sepatu anak usia 1 hingga 10 tahun pada standar EU, UK, dan US.
- Sepatu yang tidak sesuai ukuran berpotensi menghambat pertumbuhan kaki, menyebabkan deformitas, serta meningkatkan risiko cedera anak.
Suara.com - Bagi para bunda, memilih sepatu untuk si kecil seringkali menjadi momen antara gemas dan cemas. Gemas melihat model sepatu mungil yang lucu, tapi cemas kalau ukurannya salah.
Alhasil, sepatu lucu untuk si kecil hanya berakhir di pojok lemari karena tidak nyaman dipakai, atau lebih parahnya, bisa mengganggu pertumbuhan kaki anak.
Membeli sepatu anak, baik secara online maupun offline, memang punya tantangannya sendiri. Ukuran kaki anak berubah sangat cepat, dan mereka belum tentu bisa mengungkapkan dengan jelas apakah sepatu yang dicoba terasa pas atau sempit.
Namun, jangan khawatir, Bunda. Artikel ini akan menjadi panduan lengkap agar tidak ada lagi drama salah ukuran.
Kami telah merangkum cara mengukur yang akurat, tabel ukuran sepatu anak yang mudah dibaca, serta tips-tips cerdas untuk memastikan si kecil mendapatkan sepatu yang sempurna.
Cara Mengukur Kaki Si Kecil di Rumah Tanpa Rewel
Lupakan pusing menebak-nebak ukuran. Dengan metode sederhana ini, Bunda bisa mendapatkan ukuran kaki anak yang akurat hanya dengan pensil, kertas, dan penggaris.
1. Ambil selembar kertas HVS, sebuah pensil atau pulpen, dan penggaris atau meteran.
2. Jiplak telapak kaki, mintalah dia berdiri tegak di atas kertas. Pastikan berat badannya terdistribusi merata di kedua kaki. Kemudian, jiplak bentuk telapak kakinya dengan posisi pensil tegak lurus. Lakukan ini untuk kedua kaki, karena ukuran kanan dan kiri bisa sedikit berbeda.
3. Setelah gambar telapak kaki selesai, gunakan penggaris untuk mengukur jarak dari titik terluar tumit hingga ujung jari terpanjang (biasanya jempol atau jari telunjuk kaki).
Baca Juga: Bebas Nyeri Lutut, Ini 5 Sepatu Jalan Jauh Paling Nyaman untuk Usia 40-an ke Atas
4. Tambahkan sekitar 0,8 cm hingga 1,5 cm dari hasil pengukuran panjang kaki tadi. Ruang ekstra ini memastikan sepatu tidak akan langsung sempit dalam beberapa bulan.
5. Jika ada selisih antara kaki kanan dan kiri, selalu gunakan ukuran kaki yang lebih panjang sebagai patokan.
Lakukan pengukuran pada sore atau malam hari. Aktivitas seharian membuat ukuran kaki sedikit memuai, dan ini adalah ukuran terbesarnya dalam satu hari.
Tabel Lengkap Panduan Ukuran Sepatu Anak (Usia 1-10 Tahun)
Setelah mendapatkan ukuran dalam sentimeter (cm), kini saatnya mencocokkannya dengan standar ukuran yang umum digunakan di Indonesia, yaitu EU (Eropa), US (Amerika), dan UK (Inggris). Gunakan tabel di bawah ini sebagai acuan utama Anda.
Tabel Ukuran Sepatu Bayi & Toddler (Usia 1-3 Tahun)
| Usia | Panjang Kaki (cm) | EU | UK | US |
| 1 Tahun | 12.7 - 13.3 cm | 21 - 22 | 4.5 - 5.5 | 5.5 - 6.5 |
| 2 Tahun | 14.0 - 14.6 cm | 23 - 24 | 6.0 - 7.0 | 7.0 - 8.0 |
| 3 Tahun | 15.2 - 16.8 cm | 25 - 27 | 7.5 - 9.5 | 8.5 - 10.5 |
Tabel Ukuran Sepatu Anak Prasekolah (Usia 4-6 Tahun)
| Usia | Panjang Kaki (cm) | EU | UK | US |
| 4 Tahun | 15.8 - 16.7 cm | 26 - 27 | 8.5 - 9.5 | 9.5 - 10.5 |
| 5 Tahun | 17.0 - 18.1 cm | 27.5 - 28.5 | 10.0 - 11.0 | 11.0 - 12.0 |
| 6 Tahun | 18.4 - 19.4 cm | 29 - 31 | 11.5 - 12.5 | 12.5 - 13.5 |
Tabel Ukuran Sepatu Anak Usia Sekolah (Usia 7-10 Tahun)
| Usia | Panjang Kaki (cm) | EU | UK | US |
| 7 Tahun | 19.7 - 20.3 cm | 31 - 33 | 12.5 - 13.5 | 13.5 - 1.5 |
| 8 Tahun | 20.6 - 21.3 cm | 33 - 34 | 13.5 - 1.5 | 1.5 - 2.5 |
| 9 Tahun | 21.6 - 22.0 cm | 34 - 35 | 1.5 - 2.0 | 2.5 - 3.0 |
| 10 Tahun | 22.3 - 23.3 cm | 35.5 - 36.5 | 2.5 - 3.5 | 3.5 - 4.5 |
Tabel ini adalah panduan umum. Setiap merek terkadang memiliki standar ukuran yang sedikit berbeda. Jika memungkinkan, selalu cek panduan ukuran spesifik dari merek yang ingin dibeli.
Mengapa Ukuran Sepatu yang Tepat Sangat Penting?
Sebelum masuk ke panduan teknis, penting untuk memahami mengapa memilih ukuran yang pas bukan sekadar urusan kenyamanan. M
engutip dari berbagai sumber ahli kesehatan anak, sepatu yang terlalu kecil atau terlalu besar dapat membawa dampak serius.
1. Menghambat Pertumbuhan: Sepatu yang sempit akan menekan dan membatasi ruang gerak jari, yang berisiko menghambat perkembangan struktur kaki yang sehat.
2. Menyebabkan Deformitas: Tekanan berlebih pada kaki yang sedang tumbuh dapat memicu masalah seperti jari kaki bengkok (hammertoe) atau kuku yang tumbuh ke dalam (ingrown toenail).
3. Risiko Cedera: Sepatu yang kebesaran bisa membuat langkah anak tidak stabil, meningkatkan risiko terpeleset, tersandung, dan jatuh.
4. Menimbulkan Lecet dan Infeksi: Gesekan terus-menerus dari sepatu yang tidak pas bisa menyebabkan lecet. Area kaki yang lembab karena sepatu terlalu ketat juga menjadi tempat ideal bagi jamur dan bakteri untuk berkembang.
Tips Cerdas Tambahan Saat Membeli Sepatu Anak
Ukuran memang nomor satu, tapi ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan agar sepatu pilihan Bunda benar-benar sempurna.
- Pilih sepatu dari bahan yang fleksibel dan memiliki sirkulasi udara baik, seperti kanvas atau kulit sintetis berkualitas. Ini membantu kaki tidak mudah berkeringat dan lembab.
- Pastikan sol sepatu lentur, tidak kaku, namun tetap kuat dan antiselip untuk menunjang aktivitas anak yang tinggi dan mencegahnya terpeleset.
- Untuk anak balita, sepatu dengan perekat (velcro) jauh lebih praktis dan aman dibandingkan sepatu bertali.
- Saat membeli di toko, mintalah anak untuk berjalan atau melompat-lompat kecil. Perhatikan ekspresinya dan tanyakan apakah ia merasa nyaman.
Memilih sepatu yang tepat adalah investasi untuk kesehatan dan kenyamanan langkah si kecil setiap hari. Dengan panduan ini, semoga Bunda bisa lebih percaya diri dalam menentukan pilihan terbaik tanpa perlu khawatir salah ukuran lagi.
Punya pengalaman atau tips lain saat berburu sepatu untuk si kecil? Bagikan cerita Bunda di kolom komentar, yuk! Kita bisa saling berbagi informasi bermanfaat.
Berita Terkait
-
Bebas Nyeri Lutut, Ini 5 Sepatu Jalan Jauh Paling Nyaman untuk Usia 40-an ke Atas
-
5 Sepatu Sekolah Hitam Putih Brand Lokal Harga Rp100 Ribuan yang Awet
-
5 Sepatu Olahraga untuk Usia 50-an dari Brand Lokal, Harga Ekonomis Kualitas Premium
-
3 Rekomendasi Sepatu Nike Air Max Kolaborasi One Piece, Desain Mempesona!
-
5 Sepatu ASICS Diskon Sampai 50 Persen di Foot Locker, Harga Mulai Rp500 Ribuan
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Waktu Sahur Sampai Jam Berapa? Ini Batas Akhirnya Menurut Ulama
-
Jadwal Imsak dan Adzan Subuh Hari Ini 24 Februari 2026, Panduan Akurat dari Kemenag RI
-
3 Cara Menghasilkan Uang dari HP Tanpa Modal untuk THR Lebaran, Terbukti Cuan Maksimal
-
7 Serum Alpha Arbutin dan Niacinamide Ampuh Hempas Noda Hitam, Siap Glowing saat Lebaran
-
Promo Kue Kaleng Indomaret Alfamart 2026 Terbaru, Potongan Harga Gede-gedean untuk Lebaran
-
3 Resep Kue Kering Lebaran Tanpa Oven, Anti Ribet Cuma Pakai Teflon
-
Apakah STNK Bisa Digadai? Tak Cuma BPKB, Cek Syarat Lengkapnya
-
Cap Go Meh 2026 Libur atau Tidak? Cek Daftar Tanggal Merah Bulan Maret
-
Rahasia Puasa Nyaman: Pentingnya Sirkulasi Udara di Rumah
-
5 Kepribadian Unik Orang yang Suka Bangun Pagi Menurut Penelitian