- Kompetisi Nasional Spelling Bee ke-18 English 1 di Jakarta mendapat pengakuan resmi pertama dari Puspresnas.
- Pengakuan Puspresnas ini memberikan bobot akademik pada sertifikat pemenang untuk jalur prestasi sekolah.
- English 1 (rebranding dari EF Kids & Teens) sedang memperbarui kurikulum untuk standar kurikulum nasional 2027.
Suara.com - Pendidikan bahasa Inggris untuk anak kini tak lagi berhenti pada kemampuan komunikasi, tetapi mulai diposisikan sebagai modal prestasi akademik yang berdampak langsung pada masa depan pendidikan.
Hal ini tercermin dalam penyelenggaraan Kompetisi Nasional Spelling Bee ke-18 oleh English 1, yang tahun ini untuk pertama kalinya menghadirkan pengakuan resmi dari Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).
Kompetisi yang digelar di Balai Sarbini, Jakarta, Sabtu (10/1) ini juga menjadi penanda babak baru English 1 setelah rebranding dari EF Kids & Teens—lembaga yang telah hadir lebih dari 30 tahun di Indonesia. Sebanyak 1.300 murid SD kelas 1 hingga SMP kelas 3 dari 58 kota lolos ke tingkat nasional, setelah bersaing dengan 19.500 peserta di babak regional.
President Director English 1, Matthew Kenley, menegaskan bahwa Spelling Bee tahun ini bukan sekadar ajang lomba, melainkan bagian dari visi pendidikan jangka panjang.
“Tahun ini bukan sekadar kompetisi. Ini adalah momen penting yang menandai awal era baru English 1. Kami membawa energi dan cara pandang baru untuk mempersiapkan generasi muda Indonesia menghadapi dunia global,” ujar Matthew saat ditemui di Balai Sarbini, Sabtu (10/1/2026).
Menurutnya, kompetisi ini mencerminkan bagaimana pembelajaran bahasa Inggris dapat dikembangkan menjadi keterampilan akademik terukur, bukan hanya aktivitas tambahan di luar sekolah.
Langkah paling signifikan tahun ini adalah pendaftaran sertifikat pemenang Spelling Bee ke Puspresnas, sebuah terobosan yang menempatkan kompetisi bahasa Inggris sejajar dengan ajang prestasi nasional lain, seperti Olimpiade Sains Nasional.
Academic Operations Manager English 1, Chris Patton, menjelaskan bahwa pengakuan ini memberi nilai konkret bagi anak-anak.
“Dengan pengakuan resmi dari Puspresnas, sertifikat Spelling Bee English 1 memiliki bobot akademik yang bisa dimanfaatkan untuk jalur prestasi, seleksi sekolah, hingga peluang beasiswa di masa depan,” jelasnya.
Baca Juga: Japan Youth Summit 2025 Sukses Digelar, Delegasi dari 25 Negara Bawa Pulang Penghargaan
Ia menambahkan, inisiatif ini menjadi bukti bahwa kemampuan bahasa Inggris dapat diakui sebagai prestasi akademik formal, bukan sekadar kemampuan pelengkap.
Dalam sesi wawancara, Matthew juga menekankan bahwa skala dan dampak pendidikan English 1 kini semakin luas.
“Ini adalah Spelling Bee ke-18 yang kami selenggarakan, tetapi yang pertama sebagai English 1. Hari ini tentang hampir 100 ribu pelajar kami di 123 center di seluruh Indonesia. Kami sangat antusias menatap masa depan English 1 di Indonesia,” ungkapnya.
Ia kembali menegaskan bahwa sertifikat pemenang akan terdaftar resmi di Puspresnas dan dapat digunakan untuk mendaftar beasiswa—hal yang selama ini jarang ditemui pada kompetisi bahasa Inggris untuk anak.
Seiring meningkatnya kebutuhan akan pendidikan bahasa Inggris berkualitas, English 1 juga mencatat pertumbuhan murid yang signifikan pascarebranding, dengan kenaikan hampir 20 persen.
Menurut Marketing Director English 1, Rhea Danaparamita, perubahan desain sekolah dan pendekatan pembelajaran dinilai membuat anak lebih nyaman dan termotivasi untuk belajar.
Menjawab tantangan bahasa Inggris yang akan menjadi mata pelajaran wajib pada 2027, English 1 tengah menyiapkan pembaruan kurikulum, termasuk relaunch program High Flyers yang diselaraskan dan bahkan melampaui standar kurikulum nasional.
“Strategi kami bukan hanya menjawab kebutuhan kurikulum, tapi kebutuhan anak Indonesia di masa depan. Kurikulum kami terus diperbarui agar relevan secara global,” jelas Rhea.
Dengan dukungan 123 center, 95 ribu murid aktif, serta kolaborasi dengan berbagai mitra, Spelling Bee ke-18 menegaskan arah baru pendidikan bahasa Inggris: dari sekadar kemampuan berbahasa, menjadi jalur prestasi yang membuka peluang akademik dan masa depan anak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Modal Kecil, Untung Maksimal: 5 Ide Bisnis Kuliner Kekinian yang Lagi Viral!
-
Memilih Pembalut yang Lebih Ramah Lingkungan, Ini yang Perlu Diketahui Perempuan
-
4 Cara Menata Kamar Tidur Biar Hoki Sesuai Feng Shui, Lengkap dengan Rekomendasi Produk dari Azko
-
Foundation Apa yang Bisa Menutupi Flek Hitam? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Makeup Flawless
-
Cushion Apa yang Bisa Menutupi Flek Hitam? Ini 9 Pilihan Terbaik yang Sudah BPOM
-
Spesifikasi dan Keunggulan Pompa Air Shimizu PS-128 BIT untuk Kebutuhan Air Rumah Anda
-
Sunscreen Apa yang Bisa Menghilangkan Bruntusan? Ini 6 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
-
Cek Feng Shui Kamar Tidur Anda, Bisa Jadi Penyebab Rezeki Seret dan Lelah Terus-menerus
-
Cara Pilih Cushion untuk Kulit Berminyak, Lengkap 2 Rekomendasi Terbaik
-
Ketika Ayam Bakar Berpadu Gochujang dan Merica Batak Jadi Juara Kompetisi Masak Korea