-
Aurelie Moeremans menulis buku Broken Strings atas saran terapis untuk memulihkan trauma.
-
Psikolog menilai menuliskan pengalaman traumatis adalah proses medis untuk menutup luka lama.
-
Keberanian bersuara membantu penyintas mengambil kendali hidup dan mengedukasi masyarakat luas.
Suara.com - Buku Broken Strings Aurelie Moeremans tengah menjadi perbincangan, karena mengungkap pengalaman kelam masa lalunya terkait child grooming dan hubungan abusif yang dialaminya 16 tahun silam.
Di tengah banyaknyaa dukungan publik untuk Aurelie Moeremans yang membagikan kisah hidupnya, ada pula segelintir orang yang menilai artis cantik itu hanya membuka kembali luka lamanya.
Sedangkan, mereka menilai Aurelie Moeremans dan sosok pelaku grooming yang diceritakannya dalam buku sudah memiliki kehidupan masing-masing.
Aurelie Moeremans lewat konten Youtube-nya pada Desember 2025 lalu sempat mengungkapkan alasannya menuangkan semua kisah masa lalunya dalam buku Broken Strings tersebut.
Artis cantik itu mengaku disarankan oleh terapisnya menuliskan seluruh pengalaman traumatisnya dulu, karena traumanya mengalami child grooming masih berbekas setelah 16 tahun berlalu.
"Awalnya aku ke hipnoterapis. Kalau aku sedih itu, kadang-kadang aku suka mukulin diri sendiri dan aku merasa pantas. Akhirnya terapis aku suruh aku nulis diary saja," ungkap Aurelie melalui kanal YouTube-nya.
Pandangan Psikolog soal Penyintas Menulis Pengalaman Traumatiss
Psikolog Anak dan Remaja, Anas Satriyo pun beranggapan bahwa langkah Aurelie Moeremans menuliskan pengalaman traumatisnya dalam sebuah buku bukanlah membuka luka lama, melainkan langkah medis untuk memulihkan kesehatan mentalnya.
Menurut Anas Satriyo, menulis ulang pengalaman hidup merupakan proses terapeutik yang sangat disarankan oleh ahli untuk membantu penyintas mengambil kembali kendali atas hidup mereka.
Baca Juga: Terpopuler: Vivo Kenalkan V70 Series, Rekomendasi HP Tahan Banting untuk Ojol
Melalui akun Threads-nya, Anas Satriyo membeberkan beberapa poin penting mengapa publikasi pengalaman traumatis seperti yang dilakukan Aurelie sangat krusial:
1. Bukan Membuka Luka, tapi Menutupnya dengan Sehat
Bagi banyak orang, bercerita mungkin terlihat seperti mengulik luka lama.
Namun bagi penyintas, ini adalah cara untuk memproses emosi yang tersumbat.
"Bercerita tidak sama dengan membuka luka. Sering kali, itu justru cara menutup luka dengan sehat," tegas Anas dalam akun Thread-nya pada Selasa 13 Januari 2026.
2. Mengambil Kembali Kendali Hidup
Dalam kasus grooming, korban biasanya kehilangan kendali karena dimanipulasi oleh pelaku.
Dengan menuliskan kisahnya, penyintas sedang merebut kembali narasi hidupnya yang dulu sempat dirusak.
3. Edukasi Publik dan Pencegahan
Anas menekankan bahwa memoir soal kekerasan atau relasi abusif adalah hal umum di luar negeri.
Tujuannya bukan untuk mencari sensasi, melainkan agar masyarakat bisa mengenali tanda bahaya lebih awal sehingga tidak ada korban baru.
4. Bahaya Menyuruh Penyintas Diam
Psikolog ini juga mengkritik pandangan publik yang meminta penyintas seperti Aurelie diam demi etika.
"Kalau kita meminta penyintas 'diam demi etika', tanpa sadar kita sedang meminta mereka menanggung dampak sendirian. Sementara, masyarakat tidak belajar apa-apa," jelasnya.
Bahkan, Anas menilai langkah Aurelie Moeremans justru bisa membawa dampak besar bagi para orang tua zaman sekarang.
Berkat keberaniannya bersuara, banyak orang tua yang kini menjadi lebih sadar akan bahaya child grooming yang mengintai anak-anak mereka.
Dengan mengenali pola-pola manipulasi yang dialami Aurelie, diharapkan orang tua bisa mendampingi dan melindungi anak-anak mereka dengan lebih baik daripada generasi sebelumnya.
Berita Terkait
-
Berapa Harga Buku Broken Strings Versi Cetak? Segera Rilis usai Ebook-nya Viral
-
5 Film Aurel Moeremans yang Wajib Masuk Wishlist Tontonanmu
-
Dikaitkan dengan Buku Aurelie, Roby Tremonti Nangis-Nangis Minta Diundang ke Podcast Denny Sumargo
-
Banyak Rumah Produksi Mau Angkat Buku Broken Strings ke Layar Lebar, Aurelie Moeremans Kaget
-
Biodata dan Agama Edo Borne, Suami Hesti Purwadinata Dapat Ancaman Usai Dukung Aurelie Moeremans
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Serangan Kilat AS-Israel di Hari Pertama Gagal Total! 200 Tentara Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Sering Impulsif Saat Ramadan? Psikolog Sarankan Jeda Sebelum Bereaksi
-
Tren Beauty TikTok 2026: Dari Produk Viral ke Brand yang Bertahan
-
Dari Kajian Sampai Bazaar UMKM, Hijrahfest Ramadan 2026 "Comeback Stronger" Hadir di Jakarta
-
7 Hal yang Membatalkan Puasa, Bukan Hanya Makan dan Minum
-
Sampai Kapan Batas Penukaran Uang Baru 2026? Ini Cara dan Aturannya
-
10 Menu Buka Puasa Ibu Hamil, Baik untuk Kesehatan dan Perkembangan Janin
-
Anti-Mainstream! Fuji dan Erika Carlina Bocorkan Tempat Ngabuburit Kece di Tepi Laut Jakarta
-
Doa Apa yang Perlu Dibaca saat Zakat Fitrah?
-
4 Niat Zakat Fitrah, untuk Diri Sendiri hingga untuk Keluarga
-
Apa Hukum Meminta THR dalam Islam? Jangan Memaksa, juga Jangan Menolak