-
Aurelie Moeremans menulis buku Broken Strings atas saran terapis untuk memulihkan trauma.
-
Psikolog menilai menuliskan pengalaman traumatis adalah proses medis untuk menutup luka lama.
-
Keberanian bersuara membantu penyintas mengambil kendali hidup dan mengedukasi masyarakat luas.
Dalam kasus grooming, korban biasanya kehilangan kendali karena dimanipulasi oleh pelaku.
Dengan menuliskan kisahnya, penyintas sedang merebut kembali narasi hidupnya yang dulu sempat dirusak.
3. Edukasi Publik dan Pencegahan
Anas menekankan bahwa memoir soal kekerasan atau relasi abusif adalah hal umum di luar negeri.
Tujuannya bukan untuk mencari sensasi, melainkan agar masyarakat bisa mengenali tanda bahaya lebih awal sehingga tidak ada korban baru.
4. Bahaya Menyuruh Penyintas Diam
Psikolog ini juga mengkritik pandangan publik yang meminta penyintas seperti Aurelie diam demi etika.
"Kalau kita meminta penyintas 'diam demi etika', tanpa sadar kita sedang meminta mereka menanggung dampak sendirian. Sementara, masyarakat tidak belajar apa-apa," jelasnya.
Bahkan, Anas menilai langkah Aurelie Moeremans justru bisa membawa dampak besar bagi para orang tua zaman sekarang.
Baca Juga: Terpopuler: Vivo Kenalkan V70 Series, Rekomendasi HP Tahan Banting untuk Ojol
Berkat keberaniannya bersuara, banyak orang tua yang kini menjadi lebih sadar akan bahaya child grooming yang mengintai anak-anak mereka.
Dengan mengenali pola-pola manipulasi yang dialami Aurelie, diharapkan orang tua bisa mendampingi dan melindungi anak-anak mereka dengan lebih baik daripada generasi sebelumnya.
Berita Terkait
-
Berapa Harga Buku Broken Strings Versi Cetak? Segera Rilis usai Ebook-nya Viral
-
5 Film Aurel Moeremans yang Wajib Masuk Wishlist Tontonanmu
-
Dikaitkan dengan Buku Aurelie, Roby Tremonti Nangis-Nangis Minta Diundang ke Podcast Denny Sumargo
-
Banyak Rumah Produksi Mau Angkat Buku Broken Strings ke Layar Lebar, Aurelie Moeremans Kaget
-
Biodata dan Agama Edo Borne, Suami Hesti Purwadinata Dapat Ancaman Usai Dukung Aurelie Moeremans
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta
-
Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan