- Wali Kota Madiun Maidi terjaring OTT KPK pada Senin, 19 Januari 2026, terkait dugaan suap proyek dan dana CSR.
- Total 15 orang diamankan KPK, termasuk Kepala Dinas PUPR.
- Sembilan orang dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan intensif.
Suara.com - Wali Kota Madiun Maidi terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin, 19 Januari 2026.
OTT KPK ini mengejutkan banyak pihak, mengingat Maidi dikenal sebagai figur birokrat berpengalaman yang telah memimpin Kota Madiun selama dua periode. Lantas, Wali Kota Madiun Maidi dari Partai Apa?
Profil Wali Kota Madiun Maidi
Lahir di Magetan, Jawa Timur, pada 12 Mei 1961, Maidi memiliki latar belakang pendidikan yang solid.
Ia lulus dari IKIP Surabaya (sekarang Universitas Negeri Surabaya), Universitas Merdeka Madiun, Universitas Satyagama Jakarta, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, dan Universitas Terbuka Surabaya.
Karirnya dimulai sebagai guru geografi. Ia kemudian menjabat sebagai Kepala SMAN 2 Madiun, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Madiun, hingga Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun selama sembilan tahun (2009-2018).
Sebelum terjun ke politik, Maidi adalah aparatur sipil negara (ASN) dengan rekam jejak panjang di birokrasi.
Pada Pilkada 2018, ia maju sebagai calon Wali Kota Madiun dengan dukungan PDI Perjuangan dan koalisi partai lainnya. Ia sukses memenangkan jabatan untuk periode 2019-2024.
Pada periode kedua, yakni 2025-2030, Maidi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, berpasangan dengan Wakil Wali Kota F. Bagus Panuntun.
Kekayaan Maidi tercatat mencapai Rp16,9 miliar berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN). Hartanya mencakup aset tanah, bangunan, kendaraan, dan lainnya.
Baca Juga: Ternyata Pecinta SUV Mewah, Ini Isi Garasi Bupati Sudewo yang Kena OTT KPK
Wali Kota Madiun Maidi dari Partai Apa?
Pertanyaan utama yang sering muncul adalah: Maidi dari partai apa? Maidi tercatat sebagai politikus dari Partai Gerindra.
Pada Pilkada Serentak 2024, ia maju dengan dukungan utama dari Gerindra, meskipun didukung oleh koalisi gemuk sebanyak 11 partai politik, termasuk PSI, NasDem, Demokrat, PKB, PKS, PAN, Prima, Gelora, PBB, dan PPP.
Koalisi ini membuat pasangan Maidi-Bagus meraih suara terbanyak di seluruh tiga kecamatan di Kota Madiun.
Namun, DPD Gerindra Jawa Timur menegaskan bahwa Maidi bukan kader resmi partai karena belum memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA), meskipun sedang mengikuti fit and proper test untuk menjadi Ketua DPC Gerindra Kota Madiun.
Dukungan dari Gerindra datang setelah Maidi menyerahkan formulir bakal calon wali kota ke partai tersebut pada Mei 2024. Ia sempat menyatakan optimisme atas dukungan tersebut.
OTT KPK terhadap Maidi menjadi pukulan telak bagi karir politiknya. KPK mengamankan total 15 orang di wilayah Madiun, termasuk Maidi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Madiun, dan pejabat lainnya.
Dugaan kasus terkait fee proyek pembangunan dan dana Corporate Social Responsibility (CSR) di Kota Madiun. Tim KPK menyita uang tunai ratusan juta rupiah sebagai barang bukti.
Setelah diamankan, sembilan orang, termasuk Maidi, dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut. Maidi tiba di KPK sekitar pukul 22.33 WIB pada malam yang sama, didampingi delapan orang lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Mikroplastik Ancam Masa Depan Rumput Laut Indonesia
-
Mengungkap Pesan Moral Kidung Natal: Perjalanan dari Kikir Menjadi Dermawan
-
Kejar Status Eksportir Terbesar Dunia, Pemerintah Bakal Ubah 40.000 Desa Jadi Sentra Perikanan Darat
-
4 Shio yang Menarik Keberuntungan dan Kemakmuran Hari Ini 22 Juli 2026
-
Batu Bara Masih Perkasa, Devisa Ekspor Semester I Tembus Rp268 Triliun
-
Teman Berbulu di Transportasi Umum, Kebahagiaan Kecil di Setiap Perjalanan
-
Dilema Proyek Anti-Banjir di Joglo: Akses Terputus, Pemilik Warung Minta Kompensasi Rp50 Ribu
-
Prananda Surya Paloh: Saya Kecewa Jika Garda Pemuda NasDem Hanya Dianggap Tukang Parkir!
-
Terungkap Fakta Baru, Bayi T. Rex Langsung Langsung Jadi Predator Setelah Menetas
-
Mau Benahi Tata Kelola, BGN Minta Anggaran MBG 2027 Sebanyak Rp 270 Triliun