Lifestyle / Female
Jum'at, 23 Januari 2026 | 15:11 WIB
Ilustrasi perempuan dengan flek hitam (Unsplash)
Baca 10 detik
  • Flek hitam bisa memburuk jika skincare salah pilih atau dipakai berlebihan.
  • Beberapa bahan seperti hidrokuinon, alkohol tinggi, dan ekstrak fotosensitif perlu diwaspadai.
  • Gunakan sunscreen, kenali skin barrier, dan perkenalkan bahan aktif secara bertahap.

Suara.com - Masalah flek hitam atau hiperpigmentasi menjadi salah satu keluhan kulit paling umum. Mulai dari bekas jerawat, flek akibat paparan sinar matahari, hingga melasma, semua memerlukan perhatian khusus. Ironisnya, tidak semua produk skincare aman, dan beberapa justru bisa memperburuk flek hitam.

Menggunakan produk kosmetik harus selektif. Melansir dari laman UGM, Profesor Hardyanto Soebono menekankan bahwa produk skincare harus terdaftar resmi di BPOM agar aman. Pasalnya, produk ilegal bisa mengandung zat berbahaya yang merusak kulit dalam jangka panjang.

Beberapa zat berbahaya yang perlu diwaspadai adalah merkuri, yang bisa merusak ginjal, dan hidrokuinon, yang berisiko menyebabkan iritasi dan penumpukan pigmen di kulit. Penggunaan berlebihan hidrokuinon dapat memicu rebound hyperpigmentation, di mana kulit menjadi lebih gelap dari sebelumnya.

Selain kandungan, cara penggunaan juga berperan penting. Produk yang terlalu keras atau dikombinasikan sembarangan bisa menyebabkan iritasi, peradangan, dan kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari. Hal ini justru memicu flek hitam semakin parah.

Ilustrasi flek hitam di wajah (Freepik)

Kandungan Skincare yang Berisiko

Melansir dari laman London Dermatology, beberapa bahan populer dalam skincare ternyata bisa memperburuk flek hitam jika digunakan tidak tepat, di antaranya sebagai berikut.

  1. Asam eksfoliasi (glycolic, lactic, salicylic acid): Efektif mengangkat sel kulit mati, tapi berlebihan merusak skin barrier dan memicu produksi melanin.
  2. Fragrance dan essential oils tertentu: Sintetis atau minyak esensial seperti bergamot dan citrus dapat menimbulkan iritasi atau fotosensitivitas.
  3. Toner alkohol tinggi: Mengeringkan kulit, merusak penghalang alami, dan bisa meningkatkan pigmentasi.
  4. Ekstrak tanaman fotosensitif: Misalnya lemon atau grapefruit, dapat memicu flek hitam saat terkena sinar matahari.
  5. Penggunaan hidrokuinon yang tidak diawasi: Bisa menyebabkan kulit gelap akibat penumpukan pigmen di bawah kulit.

Kesalahan Umum Penggunaan Skincare

Selain bahan, kesalahan penggunaan produk juga memicu flek hitam. Beberapa kesalahan penggunaan skincare tersebut di antaranya sebagai berikut.

  1. Menggabungkan banyak bahan aktif sekaligus: retinoid, vitamin C, dan asam eksfoliasi jika digunakan bersamaan bisa menyebabkan iritasi.
  2. Overdosis tanpa sadar: Beberapa produk memiliki bahan aktif sama, sehingga terjadi "double dosing" yang merusak kulit.
  3. Menganggap iritasi sama dengan hasil cepat: Kulit perih atau mengelupas bukan tanda efektif, tapi justru risiko flek hitam meningkat.

Perlindungan Sinar Matahari adalah Kunci

Baca Juga: 5 Sunscreen SPF 50 untuk Atasi Hiperpigmentasi, Mulai dari Rp40 Ribuan

Sinar UV adalah penyebab utama flek hitam. Bahkan produk pencerah terbaik pun tidak akan efektif tanpa sunscreen. Gunakan SPF 30 atau lebih, pilih formula nyaman, dan aplikasikan setiap hari, tidak hanya saat cuaca cerah.

Tanda Skincare Membuat Flek Hitam Memburuk

Waspadai tanda berikut, yakni kulit kemerahan, sensasi terbakar, kering, flek gelap baru, atau warna kulit tidak merata meski rutin perawatan.

Rekomendasi Dermatolog untuk Mengurangi Flek Hitam

Masih melansir dari laman yang sama, berikut tips dari dermatolog untuk membantu memudarkan flek hitam secara aman di wajah.

  1. Gunakan cleansing lembut untuk menjaga skin barrier.
  2. Pilih bahan pencerah yang terbukti, seperti vitamin C, niacinamide, azelaic acid, dan kojic acid.
  3. Gunakan sunscreen secara konsisten setiap hari.
  4. Perkenalkan bahan aktif secara bertahap, jangan sekaligus.
  5. Konsultasi dan lakukan perawatan profesional jika flek hitam sulit hilang.

Load More