- Survei di Amerika Serikat menunjukkan mayoritas warga tidak mendukung perang agresi bersama Israel terhadap Iran.
- Dukungan publik terhadap perang yang dipimpin Trump (27% hingga 41%) sangat rendah dibanding presiden AS sebelumnya.
- Rendahnya dukungan publik disebabkan kelelahan warga AS terhadap perang Timur Tengah dan komunikasi Trump yang buruk.
Suara.com - Mayoritas warga Amerika Serikat tidak mendukung perang agresi, yang dilakukan bersama Israel, terhadap Iran, demikian kesimpulan sejumlah survei di negeri Pakde Sam.
Dikutip dari surat kabar The New York Times, edisi Senin (9/3/2026), jajak pendapat yang dilakukan Reuters bersama Ipsos menunjukkan hanya 27 persen masyarakat AS mendukung Trump melakukan perang.
Sementara survei yang dilakukan CNN menunjukkan dukungan terhadap perang Trump lebih besar, yakni 41 persen.
Tapi, persentase itu terbilang kecil dibanding presiden-presiden sebelumnya yang bisa meraih dukungan di atas 50 persen masyarakat AS.
The New York Times membuka artikel laporan survei tersebut dengan gaya kritisisme, menyoroti klaim Donald Trump bahwa hanya dirinya nang mampu melakukan hal yang tak bisa dilakukan presiden-presiden AS sebelumnya.
"Presiden Trump suka menegaskan bahwa ia telah mencapai hal-hal yang belum pernah dicapai presiden lain. Dengan dimulainya serangan militer terhadap Iran, ia telah meraih prestasi lain: Ia adalah presiden pertama di era pemilu modern yang membawa Amerika Serikat berperang tanpa dukungan publik," tulis jurnalis NY Times, Peter Baker.
Secara tradisional, warga AS akan mendukung presiden ketika sang pemimpin menyatakan akan mengirim balatentara ke medan peperangan.
Paling tidak, dukungan itu akan diberikan warga ketika presiden mereka memulai perang seperti di Korea atau Vietnam.
Berdasarkan survei Gallup, sejak era Perang Dunia II, presiden-presiden AS menikmati dukungan mayoritas warga ketika mendeklarasikan perang di berbagai negeri, meskipun hal itu berarti agresi.
Baca Juga: Bahlil Sebut BBM Aman, Pengamat: Aslinya Rawan!
Bill Clinton misalnya, meraih 51 persen dukungan warga saat melakukan intervensi dalam konflik Kosovo tahun 1999.
Sebelumnya, tahun 1983, Presiden Ronald Reagan mendapat dukungn 53 persen masyarakat AS ketika menginvasi Grenada.
Tahun 1991, ketika Goerge HW Bush mendeklarasikan perang melawan Irak, dia mendapatkan 83 persen dukungan publik.
Anaknya, George W Bush, bahkan mendapat 90 persen dukungan warga AS untuk berperang di Afghanistan tahun 2021 setelah peristiwa runtuhnya menara kembar WTC 9/11.
Satu-satunya presiden yang tak mendapatkan dukungan penuh saat berperang adalah ketika Barack Obama mengebom Libya tahun 2011.
Itu pun Obama masih mampu meraup 47 persen dukungan publik. Artinya, masih di atas Trump.
Berita Terkait
-
Bahlil Sebut BBM Aman, Pengamat: Aslinya Rawan!
-
Menguak Surat Megawati untuk Ali Khamenei di Tengah Retaknya Hubungan Batin Iran-RI
-
Harga Minyak Mulai Turun Usai Beredar Kabar G7 Lepas Cadangan 400 Juta Barel
-
Perusahaan Minyak Bahrain Umumkan Force Majeure Imbas Perang Iran
-
Buntut Tekanan AS, Iran Disebut Kecewa Berat Terhadap Indonesia Era Prabowo
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama
-
Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi
-
Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil
-
Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi
-
Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan
-
Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?
-
Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi
-
PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan
-
11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!
-
Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun