-
Gas Nitrous Oxide dalam Whip Pink adalah produk kuliner dan medis.
-
Penyalahgunaan gas ini dengan cara dihirup dapat menyebabkan euforia singkat.
-
Risiko fatal meliputi hipoksia, kerusakan saraf permanen, hingga gagal napas.
Suara.com - Whip Pink, tabung berisi gas Nitrous Oxide (N2O) tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial, setelah dikaitkan dengan kematian salah satu selebgram Indonesia.
Berdasarkan informasi dari akun resminya, Whip Pink yang berisi gas Nitrous Oxide ini diperuntukkan sebagai produk kuliner untuk kreasi makanan dan minuman.
Pelaku kuliner biasanya memakai tabung gas ini untuk membuat whipped cream atau krim kocok untuk dessert atau kopi kekinian.
Namun, publik di media sosial tengah dihebohkan rumor bahwa tabung gas ini sering disalahgunakan untuk membuat mabuk sesaat.
Nitrous Oxide atau dinitrogen oksida yang ada dalam tabungan gas itu pun sampai dijuluki sebagai "gas tawa" karena fenomena tersebut.
Apa itu Gas Nitrous Oxide dalam Tabung Gas Whip Pink?
Di dunia medis, sebenarnya gas ini sering digunakan sebagai anestesi ringan untuk meredakan nyeri dan membuat pasien rileks saat tindakan medis singkat oleh dokter gigi.
Di industri makanan, gas ini berfungsi sebagai propelan atau pendorong agar krim bisa keluar dalam bentuk busa yang cantik.
Masalahnya, gas yang seharusnya masuk ke adonan kue atau diawasi dokter ini malah disalahgunakan dengan cara dihirup langsung oleh orang-orang yang mencari sensasi fly.
Baca Juga: 5 Mobil Bekas Murah tapi Pajak dan Harga Onderdil Mahal, Biar Hidup Makin Menantang!
Modus Penyalahgunaan Gas Nitrous Oxide
Para penyalahguna biasanya tidak menghirup gas langsung dari tabung kaleng.
Karena gas yang keluar dari tabung suhunya sangat dingin dan bisa membakar mulut atau saluran napas.
Mereka biasanya melepaskan gas N2O dari produk seperti Whip Pink atau merek lainnya ke dalam sebuah balon.
Nah, dari balon itulah gas kemudian dihirup.
Setelah menghirupnya, pengguna akan merasa euforia, tubuh terasa melayang, tertawa tanpa sebab, hingga halusinasi ringan.
Berita Terkait
-
5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Rp2 Jutaan yang Tampak Mewah
-
5 Rekomendasi Azarine Sunscreen Terbaik untuk Kebutuhan Kulit Kamu
-
5 Rekomendasi Film Sambut Akhir Pekan, Sebelum Dijemput Nenek
-
Apa Itu Whip Pink Gas yang Viral di Tengah Kabar Kematian Lula Lahfah?
-
Apa Itu Whipping Whip Pink? Gas Nitrous Oxide yang Viral, Bukan Sekadar Krim Kocok
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim